alexametrics
29.4 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Kisrus Lelang Proyek, Polisi Amankan Mobil dan Sajam

BANGKALAN – Terjadi bentrok disertai letusan diduga airsoft gun saat lelang proyek di depan kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Setkab Bangkalan, Jumat (15/9). Proses hukum insiden tersebut hingga Sabtu (16/9) belum jelas. Meski Polres Bangkalan mengamankan barang bukti (BB), tapi tidak ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Bentrok bermula saat panitia melaksanakan tahapan pembuktian dan kualifikasi dokumen rekanan yang mengikuti lelang. Yang dilelang yaitu proyek peningkatan jalan di Desa Paterongan, Kecamatan Galis, hingga Desa Suwaan, Kecamatan Modung, senilai Rp 5,9 miliar.

Saat proses lelang dimulai, perwakilan dari PT Ainur Rizqi Pratama, yakni Khofi dan massa pendukungnya menunggu di sebuah ruangan di kantor ULP. Hal itu diketahui oleh Ganda dan pendukungnya dari PT Dharma Putra Persada.

Kedatangan orang-orang dari PT Ainur Rizqi Pratama tidak diinginkan oleh perwakilan PT Dharma Putra Persada. Akibatnya, terjadi ketegangan antar dua kelompok itu. Terdapat beberapa orang dari PT Ainur Rizqi Pratama yang diduga mengeluarkan senjata tajam (sajam).

Sedangkan Ganda mengaku ditembak. Tapi tidak luka karena tembakan hanya membuat celana Ganda sobek di bagian paha. Pada saat dua kelompok saling berhadapan, dilerai oleh anggota Satuan Intelkam Polres Bangkalan. Dua kelompok pun berhasil diredam.

Anggota Polres Bangkalan melakukan penyisiran ke setiap mobil yang diduga dimiliki dua kelompok. Ditemukan sedikitnya 29 sajam. Terdiri dari celurit, bujur, dan pisau.

Suara tembakan di tempat kejadian perkara (TKP) belum bisa dipastikan merupakan airsoft gun milik Khofi. Sebab pada saat bersamaan, anggota Polres Bangkalan yang melakukan peleraian juga mengeluarkan tembakan ke udara sebanyak tiga kali.

Baca Juga :  Geledah Warga Saat Pilkades, Polres Sampang Sita 200 Sajam dan Pistol

Celana yang digunakan Ganda yang diduga kena tembakan sudah diamankan petugas. Polisi melakukan pemeriksaan forensik untuk bisa mengetahui apakah robekan celana itu bekas peluru atau robek biasa.

Pasca kejadian, Polres Bangkalan mengambil langkah-langkah. Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha mengumpulkan para tokoh dan Kades Galis di mapolres. Kapolres memberikan pesan keamanan sehingga dua kubu yang bersitegang bisa meredam amarah.

Anissullah juga silaturahmi ke rumah Wakil Ketua DPRD Bangkalan H. Abdurrahman. Kapolres pun bertemu dengan para tokoh Desa Lantek Timur untuk memberikan pesan keamanan.

Dari rangkaian upaya yang dilakukan Polres Bangkalan, semua sepakat untuk meredam situasi dan menyerahkan penyelesaian masalah pada ketentuan hukum. Kendati begitu, hingga kemarin (16/9) petugas tetap berada di kawasan Kecamatan Galis untuk mengantisipasi kerusuhan.

Sebagaimana diketahui, petugas mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, sembilan mobil mewah berbagai jenis. Di dalam mobil mewah tersebut terdapat sedikitnya 29 sajam. Terdiri dari celurit, calo’, bujur, dan pisau.

Sembilan orang diamankan untuk dimintai keterangan. Namun semua orang yang diamankan tersebut telah dipulangkan oleh polisi. Dengan demikian, tidak ada tersangka dalam peristiwa tersebut.

”Dari hasil penggeledahan di TKP saat kejadian, tidak ditemukan orang-orang yang menyimpan, membawa, dan menguasai sajam. Semua sajam ditemukan di dalam kendaraan,” terang Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo.

Baca Juga :  Kepergok Polisi, Rasyid Telan Sabu-Sabu

Hasil pemeriksaan, kepada petugas, empat warga Desa Lantek Timur mengaku tidak mengetahui siapa yang membawa sajam. Sedangkan hasil pemeriksaan terhadap lima orang pengemudi mobil yang diamankan di halaman parkir Dinas PU dan Tata Ruang Bangkalan, tidak mengetahui siapa yang menaruh sajam. Sebab setelah keributan, banyak orang yang menaruh sajam di dalam mobil.

Sembilan orang yang diamankan untuk dimintai keterangan itu direkomendasikan dipulangkan. ”Pertimbangan penyidik, belum mendapatkan dua alat bukti sebagaimana ketentuan pasal 184 KUHP,” ujar Anton.

Untuk membuktikan apakah benar Ganda ditembak dengan airsoft gun atau tidak, polisi masih melakukan penyelidikan. Polisi minim bukti dan keterangan. Sebab Ganda belum melapor dan belum bersedia dimintai keterangan serta belum mau divisum.

Dia hanya menyerahkan celana yang dipakai saat itu. ”Masih penyelidikan. Nanti kami memanggil Ganda untuk dimintai keterangan,” ucap Anton. ”Penyidik melakukan pemeriksaan saksi-saksi di TKP saat dan setelah peristiwa. Juga, mencari alat bantu pendukung yang bisa menjelaskan situasi di TKP,” imbuhnya.

Saat ini polisi melakukan pencarian terhadap Khofi karena disebut oleh Ganda melakukan penembakan. ”Di samping pencarian aktif, juga dilakukan pendekatan pada keluarga yang bersangkutan,” ucapnya.

Anton menambahkan, sampai saat ini kondisi  antar dua kelompok sudah kondusif dan para tokoh kedua kelompok sepakat menjaga keamanan. ”Permasalahan yang timbul akan dipecahkan dan diurai dengan mengedepankan cara-cara preemptive dan preventif serta tetap memerhatikan proses hukum,” tutupnya.

BANGKALAN – Terjadi bentrok disertai letusan diduga airsoft gun saat lelang proyek di depan kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Setkab Bangkalan, Jumat (15/9). Proses hukum insiden tersebut hingga Sabtu (16/9) belum jelas. Meski Polres Bangkalan mengamankan barang bukti (BB), tapi tidak ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Bentrok bermula saat panitia melaksanakan tahapan pembuktian dan kualifikasi dokumen rekanan yang mengikuti lelang. Yang dilelang yaitu proyek peningkatan jalan di Desa Paterongan, Kecamatan Galis, hingga Desa Suwaan, Kecamatan Modung, senilai Rp 5,9 miliar.

Saat proses lelang dimulai, perwakilan dari PT Ainur Rizqi Pratama, yakni Khofi dan massa pendukungnya menunggu di sebuah ruangan di kantor ULP. Hal itu diketahui oleh Ganda dan pendukungnya dari PT Dharma Putra Persada.


Kedatangan orang-orang dari PT Ainur Rizqi Pratama tidak diinginkan oleh perwakilan PT Dharma Putra Persada. Akibatnya, terjadi ketegangan antar dua kelompok itu. Terdapat beberapa orang dari PT Ainur Rizqi Pratama yang diduga mengeluarkan senjata tajam (sajam).

Sedangkan Ganda mengaku ditembak. Tapi tidak luka karena tembakan hanya membuat celana Ganda sobek di bagian paha. Pada saat dua kelompok saling berhadapan, dilerai oleh anggota Satuan Intelkam Polres Bangkalan. Dua kelompok pun berhasil diredam.

Anggota Polres Bangkalan melakukan penyisiran ke setiap mobil yang diduga dimiliki dua kelompok. Ditemukan sedikitnya 29 sajam. Terdiri dari celurit, bujur, dan pisau.

Suara tembakan di tempat kejadian perkara (TKP) belum bisa dipastikan merupakan airsoft gun milik Khofi. Sebab pada saat bersamaan, anggota Polres Bangkalan yang melakukan peleraian juga mengeluarkan tembakan ke udara sebanyak tiga kali.

Baca Juga :  Halangi Penegakan Hukum Kasus Narkoba, Kapolres Siapkan Sanksi Pidana

Celana yang digunakan Ganda yang diduga kena tembakan sudah diamankan petugas. Polisi melakukan pemeriksaan forensik untuk bisa mengetahui apakah robekan celana itu bekas peluru atau robek biasa.

Pasca kejadian, Polres Bangkalan mengambil langkah-langkah. Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha mengumpulkan para tokoh dan Kades Galis di mapolres. Kapolres memberikan pesan keamanan sehingga dua kubu yang bersitegang bisa meredam amarah.

Anissullah juga silaturahmi ke rumah Wakil Ketua DPRD Bangkalan H. Abdurrahman. Kapolres pun bertemu dengan para tokoh Desa Lantek Timur untuk memberikan pesan keamanan.

Dari rangkaian upaya yang dilakukan Polres Bangkalan, semua sepakat untuk meredam situasi dan menyerahkan penyelesaian masalah pada ketentuan hukum. Kendati begitu, hingga kemarin (16/9) petugas tetap berada di kawasan Kecamatan Galis untuk mengantisipasi kerusuhan.

Sebagaimana diketahui, petugas mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, sembilan mobil mewah berbagai jenis. Di dalam mobil mewah tersebut terdapat sedikitnya 29 sajam. Terdiri dari celurit, calo’, bujur, dan pisau.

Sembilan orang diamankan untuk dimintai keterangan. Namun semua orang yang diamankan tersebut telah dipulangkan oleh polisi. Dengan demikian, tidak ada tersangka dalam peristiwa tersebut.

”Dari hasil penggeledahan di TKP saat kejadian, tidak ditemukan orang-orang yang menyimpan, membawa, dan menguasai sajam. Semua sajam ditemukan di dalam kendaraan,” terang Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo.

Baca Juga :  Kepergok Polisi, Rasyid Telan Sabu-Sabu

Hasil pemeriksaan, kepada petugas, empat warga Desa Lantek Timur mengaku tidak mengetahui siapa yang membawa sajam. Sedangkan hasil pemeriksaan terhadap lima orang pengemudi mobil yang diamankan di halaman parkir Dinas PU dan Tata Ruang Bangkalan, tidak mengetahui siapa yang menaruh sajam. Sebab setelah keributan, banyak orang yang menaruh sajam di dalam mobil.

Sembilan orang yang diamankan untuk dimintai keterangan itu direkomendasikan dipulangkan. ”Pertimbangan penyidik, belum mendapatkan dua alat bukti sebagaimana ketentuan pasal 184 KUHP,” ujar Anton.

Untuk membuktikan apakah benar Ganda ditembak dengan airsoft gun atau tidak, polisi masih melakukan penyelidikan. Polisi minim bukti dan keterangan. Sebab Ganda belum melapor dan belum bersedia dimintai keterangan serta belum mau divisum.

Dia hanya menyerahkan celana yang dipakai saat itu. ”Masih penyelidikan. Nanti kami memanggil Ganda untuk dimintai keterangan,” ucap Anton. ”Penyidik melakukan pemeriksaan saksi-saksi di TKP saat dan setelah peristiwa. Juga, mencari alat bantu pendukung yang bisa menjelaskan situasi di TKP,” imbuhnya.

Saat ini polisi melakukan pencarian terhadap Khofi karena disebut oleh Ganda melakukan penembakan. ”Di samping pencarian aktif, juga dilakukan pendekatan pada keluarga yang bersangkutan,” ucapnya.

Anton menambahkan, sampai saat ini kondisi  antar dua kelompok sudah kondusif dan para tokoh kedua kelompok sepakat menjaga keamanan. ”Permasalahan yang timbul akan dipecahkan dan diurai dengan mengedepankan cara-cara preemptive dan preventif serta tetap memerhatikan proses hukum,” tutupnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/