alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Lahan SMKN 1 Pasean Digugat ke Pengadilan

PAMEKASAN – Kasus perdata sengketa lahan SMKN 1 Pasean berlanjut. Sunarto yang mengaku pemilik lahan yang ditempati bangunan sekolah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan Selasa (16/1).

Sunarto menuturkan, gugatan atas kasus sengketa lahan SMKN 1 Pasean sudah terdaftar di PN Pamekasan dengan nomor register 02/Pdt.g/2018.PNpmk. Menurut dia, ada tujuh orang yang meliputi instansi dan perorangan yang digugat.

Di antaranya, kepala SMKN 1 Pasean dan kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Pamekasan. Saat ditanya mengapa baru melakukan gugatan, dia menegaskan selama ini pihaknya berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan.

Selain itu, upaya somasi yang dilakukan selama ini sudah cukup. Mulai somasi secara lisan bahkan berujung penyegelan. Hasilnya, pemerintah tidak menunjukkan respons signifikan. ”Pemerintah ini abai dan tidak serius menyikapi kasus ini,” katanya.

Baca Juga :  Pemilik Lahan Tutup Griya Indah Lestari

Sunarto merupakan ahli waris dari orang tua yang memiliki legalitas atas lahan SMKN 1 Pasean. Pihaknya siap membeberkan bukti dan dokumen yang dimiliki di persidangan nanti. ”Gugatan kami sudah teregister. Paling lambat awal Februari mulai sidang,” terangnya.

Mengenai pembukaan segel secara paksa yang dipasang beberapa waktu lalu, pihaknya mengaku tidak akan menanggapi serius. Sebab, pihaknya fokus menyelesaikan kasus perdata. ”Kami sudah siapkan dokumen dan data untuk dipaparkan di persidangan,” ujarnya.

Kepala SMKN 1 Pasean Muhammad Juri menyatakan, permasalahan sengketa lahan menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Pihaknya fokus pada kegiatan belajar mengajar (KBM). ”Saya lebih memikirkan nasib siswa, bagaimana caranya supaya bisa belajar dengan tenang dan aman,” ungkapnya.

Baca Juga :  Telat dan Jalan-Jalan, Pj Bupati Sentil Disiplin Pejabat

Dia menegaskan, penyelesaian kasus tersebut lebih baik di pengadilan asal tidak mengganggu pembelajaran siswa di sekolah. ”Pembuktiannya nanti di pengadilan,” pungkasnya. 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Kasus perdata sengketa lahan SMKN 1 Pasean berlanjut. Sunarto yang mengaku pemilik lahan yang ditempati bangunan sekolah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan Selasa (16/1).

Sunarto menuturkan, gugatan atas kasus sengketa lahan SMKN 1 Pasean sudah terdaftar di PN Pamekasan dengan nomor register 02/Pdt.g/2018.PNpmk. Menurut dia, ada tujuh orang yang meliputi instansi dan perorangan yang digugat.

Di antaranya, kepala SMKN 1 Pasean dan kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Pamekasan. Saat ditanya mengapa baru melakukan gugatan, dia menegaskan selama ini pihaknya berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan.


Selain itu, upaya somasi yang dilakukan selama ini sudah cukup. Mulai somasi secara lisan bahkan berujung penyegelan. Hasilnya, pemerintah tidak menunjukkan respons signifikan. ”Pemerintah ini abai dan tidak serius menyikapi kasus ini,” katanya.

Baca Juga :  Pelaku Miras Masih Pelajar, Sekolah Tak Boleh Lepas Tangan

Sunarto merupakan ahli waris dari orang tua yang memiliki legalitas atas lahan SMKN 1 Pasean. Pihaknya siap membeberkan bukti dan dokumen yang dimiliki di persidangan nanti. ”Gugatan kami sudah teregister. Paling lambat awal Februari mulai sidang,” terangnya.

Mengenai pembukaan segel secara paksa yang dipasang beberapa waktu lalu, pihaknya mengaku tidak akan menanggapi serius. Sebab, pihaknya fokus menyelesaikan kasus perdata. ”Kami sudah siapkan dokumen dan data untuk dipaparkan di persidangan,” ujarnya.

Kepala SMKN 1 Pasean Muhammad Juri menyatakan, permasalahan sengketa lahan menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Pihaknya fokus pada kegiatan belajar mengajar (KBM). ”Saya lebih memikirkan nasib siswa, bagaimana caranya supaya bisa belajar dengan tenang dan aman,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penarikan Fee Proyek Terkumpul Rp 1,2 M

Dia menegaskan, penyelesaian kasus tersebut lebih baik di pengadilan asal tidak mengganggu pembelajaran siswa di sekolah. ”Pembuktiannya nanti di pengadilan,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/