alexametrics
25.5 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Pak Haji Buka Warkop Plus Lagi

SAMPANG – Warung digerebek dan dibongkar satpol PP tidak membuat H. Thalib jera. Pria 55 tahun asal Dusun Rabajate, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, itu kembali buka warung kopi (warkop). Di warung itu dia juga menyediakan perempuan bagi pria hidung belang.

Bisnis esek-esek itu terbongkar saat petugas gabungan Polsek Camplong dan Satpol PP Sampang menggerebek rumahnya pada Kamis sore (14/11). Dari rumah Pak Haji itu tim mengamankan dua perempuan dan dua laki-laki.

Dua perempuan itu berinisial Ft, 30, warga Kecamatan Kedungdung, Sampang. Selain itu, Pr, 34, warga Sarangan, Madiun. Sementara dua laki-laki yang diamankan yaitu pemilik rumah H Thalib dan Slamet, 36, warga Jalan Veteran Gang 1 Kelurahan Barurambat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Penggerebekan dilakukan setelah memperoleh informasi dari masyarakat bahwa bisnis esek-esek kembali ada. Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Penggerebekan tidak ada perlawanan dari pemilik warung maupun warga sekitar.

Baca Juga :  Dua Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual

Pada saat digerebek kebetulan ada dua perempuan dan satu laki-laki di lokasi. Mereka diduga sedang melakukan transaksi. ”Semua yang ada di rumah itu kami amankan, ada empat orang. Dua perempuan yang kami duga sebagai penyedia jasa di warung itu juga berhasil diamankan,” ungkap Kapolsek Camplong Iptu Tomo.

Keempat orang yang diduga terlibat dalam bisnis esek-esek itu dibawa ke kantor Mapolsek Camplong. Mereka mengakui jika menjalankan bisnis esek-esek. ”Kami lakukan pembinaan. Setelah itu kami buat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi,” terangnya.

Sebelumnya H Thalib menjalankan bisnis esek-esek di warung pinggir jalan. Namun, bisnisnya terkuak, kemudian warungnya dibongkar dan disegel oleh polisi dan satpol PP. Pembongkaran warung milik H Thalib yang dibangun di pinggir Jalan Raya Taddan itu dilakukan pada 2018.

Baca Juga :  Korban Pemerkosaan Trauma Berat

Meski demikian, Thalib tidak jera. Bahkan, makin merajalela dengan pindah menjadikan rumahnya untuk meneruskan bisnis itu. ”Kami bersepakat dengan satpol PP untuk dilakukan pembinaan. Keempat orang itu hanya kami amankan dan kami lakukan pembinaan kemudian dilepas,” terangnya.

Pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan H Thalib untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika masih melakukan bisnis tersebut, akan dilanjutkan ke ranah hukum. ”Ini yang kedua kalinya kami melakukan penggerebekan bisnis esek-esek yang didalangi oleh H Thalib,” imbuh Tomo.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah membenarkan Thalib sudah dua kali membuka bisnis esek-eseknya. ”Tak jera. Dulu kami bongkar warungnya, malah pindah ke rumahnya. Tentunya, kami akan terus awasi. Jika masih mengulangi, kami proses secara hukum,” singkatnya.

SAMPANG – Warung digerebek dan dibongkar satpol PP tidak membuat H. Thalib jera. Pria 55 tahun asal Dusun Rabajate, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, itu kembali buka warung kopi (warkop). Di warung itu dia juga menyediakan perempuan bagi pria hidung belang.

Bisnis esek-esek itu terbongkar saat petugas gabungan Polsek Camplong dan Satpol PP Sampang menggerebek rumahnya pada Kamis sore (14/11). Dari rumah Pak Haji itu tim mengamankan dua perempuan dan dua laki-laki.

Dua perempuan itu berinisial Ft, 30, warga Kecamatan Kedungdung, Sampang. Selain itu, Pr, 34, warga Sarangan, Madiun. Sementara dua laki-laki yang diamankan yaitu pemilik rumah H Thalib dan Slamet, 36, warga Jalan Veteran Gang 1 Kelurahan Barurambat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.


Penggerebekan dilakukan setelah memperoleh informasi dari masyarakat bahwa bisnis esek-esek kembali ada. Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Penggerebekan tidak ada perlawanan dari pemilik warung maupun warga sekitar.

Baca Juga :  Kurir Narkoba Jaringan Malaysia Didor

Pada saat digerebek kebetulan ada dua perempuan dan satu laki-laki di lokasi. Mereka diduga sedang melakukan transaksi. ”Semua yang ada di rumah itu kami amankan, ada empat orang. Dua perempuan yang kami duga sebagai penyedia jasa di warung itu juga berhasil diamankan,” ungkap Kapolsek Camplong Iptu Tomo.

Keempat orang yang diduga terlibat dalam bisnis esek-esek itu dibawa ke kantor Mapolsek Camplong. Mereka mengakui jika menjalankan bisnis esek-esek. ”Kami lakukan pembinaan. Setelah itu kami buat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi,” terangnya.

Sebelumnya H Thalib menjalankan bisnis esek-esek di warung pinggir jalan. Namun, bisnisnya terkuak, kemudian warungnya dibongkar dan disegel oleh polisi dan satpol PP. Pembongkaran warung milik H Thalib yang dibangun di pinggir Jalan Raya Taddan itu dilakukan pada 2018.

Baca Juga :  Pak Haji Meninggal di Sungai
- Advertisement -

Meski demikian, Thalib tidak jera. Bahkan, makin merajalela dengan pindah menjadikan rumahnya untuk meneruskan bisnis itu. ”Kami bersepakat dengan satpol PP untuk dilakukan pembinaan. Keempat orang itu hanya kami amankan dan kami lakukan pembinaan kemudian dilepas,” terangnya.

Pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan H Thalib untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika masih melakukan bisnis tersebut, akan dilanjutkan ke ranah hukum. ”Ini yang kedua kalinya kami melakukan penggerebekan bisnis esek-esek yang didalangi oleh H Thalib,” imbuh Tomo.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah membenarkan Thalib sudah dua kali membuka bisnis esek-eseknya. ”Tak jera. Dulu kami bongkar warungnya, malah pindah ke rumahnya. Tentunya, kami akan terus awasi. Jika masih mengulangi, kami proses secara hukum,” singkatnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/