alexametrics
29.4 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Pulang Tahlilan Jadi Korban Pembacokan

SUMENEP – Warga Dusun Daja, Desa Bates, Kecamatan Dasuk, digegerkan dengan kasus pembacokan terhadap Busaat, 63, pada Senin (14/8) sekitar pukul 19.00. Korban ditemukan penuh luka usai menghadiri tahlilan. Hingga Selasa (15/8), pembacok tidak diketahui.

Pembacokan terjadi di tempat sepi dan gelap karena jauh dari perumahan warga. Diduga, korban dilukai dengan senjata tajam. Korban mengalami luka di sejumlah tubuhnya.

Di antaranya, luka robek di kepala bagian belakang atas. Juga luka robek di daun telinga kanan dan kiri. Selain itu, terdapat luka gores di bagian pipi kanan dan luka robek di lengan kanan korban.

Pembacokan diketahui warga ketika ada teriakan minta tolong. Warga mendatangi sumber teriakan. Saat sampai di lokasi kejadian, warga melihat korban bersimbah darah. Mereka langsung membawa korban ke puskesmas terdekat.

Baca Juga :  Sakit Hati Istri Digoda Pulang dari Malaysia, Sahri Habisi Rahmat

Mengetahui ada kejadian tersebut, polisi melakukan penyelidikan. Namun, hingga kemarin petugas belum berhasil mengungkap pelaku pembacokan. Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti (BB).

Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora yang diwakili Kasubbaghumas AKP Suwardi mengaku, polisi sudah melakukan langkah-langkah penyelidikan. Salah satunya, mendatangi lokasi dan mengumpulkan BB. ”Kami tetap menindaklanjuti. Kami saat ini masih mencari tahu siapa pelaku sebenarnya,” ucap dia.

Sedikitnya, polisi mengantongi tiga nama yang dijadikan saksi. Polisi akan meminta keterangan para saksi untuk mengungkap pembacok. ”Selama ini korban diketahui tidak mempunyai konflik atau cekcok dengan orang lain. Makanya, kami dalami siapa pelakunya,” tukasnya.

Baca Juga :  Maling Ini Tertangkap Akibat Tak Bisa Buka Kunci Layar HP

SUMENEP – Warga Dusun Daja, Desa Bates, Kecamatan Dasuk, digegerkan dengan kasus pembacokan terhadap Busaat, 63, pada Senin (14/8) sekitar pukul 19.00. Korban ditemukan penuh luka usai menghadiri tahlilan. Hingga Selasa (15/8), pembacok tidak diketahui.

Pembacokan terjadi di tempat sepi dan gelap karena jauh dari perumahan warga. Diduga, korban dilukai dengan senjata tajam. Korban mengalami luka di sejumlah tubuhnya.

Di antaranya, luka robek di kepala bagian belakang atas. Juga luka robek di daun telinga kanan dan kiri. Selain itu, terdapat luka gores di bagian pipi kanan dan luka robek di lengan kanan korban.


Pembacokan diketahui warga ketika ada teriakan minta tolong. Warga mendatangi sumber teriakan. Saat sampai di lokasi kejadian, warga melihat korban bersimbah darah. Mereka langsung membawa korban ke puskesmas terdekat.

Baca Juga :  Mandul, Setahun Dewan Tak Hasilkan Perda Inisiatif

Mengetahui ada kejadian tersebut, polisi melakukan penyelidikan. Namun, hingga kemarin petugas belum berhasil mengungkap pelaku pembacokan. Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti (BB).

Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora yang diwakili Kasubbaghumas AKP Suwardi mengaku, polisi sudah melakukan langkah-langkah penyelidikan. Salah satunya, mendatangi lokasi dan mengumpulkan BB. ”Kami tetap menindaklanjuti. Kami saat ini masih mencari tahu siapa pelaku sebenarnya,” ucap dia.

Sedikitnya, polisi mengantongi tiga nama yang dijadikan saksi. Polisi akan meminta keterangan para saksi untuk mengungkap pembacok. ”Selama ini korban diketahui tidak mempunyai konflik atau cekcok dengan orang lain. Makanya, kami dalami siapa pelakunya,” tukasnya.

Baca Juga :  Tersinggung, Hunuskan Pisau, Masuk Penjara
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Mau Baca Buku, Klik Perpustakaan Digital

Jual Beli Seragam Belum Bergairah

Kasus Perceraian Makin Banyak

Artikel Terbaru

/