alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Polisi Sita 5 Kilogram Sabu-Sabu

PAMEKASAN – Salah satu penyuplai narkoba kelas kakap untuk wilayah Pamekasan berasal dari Malaysia. Hal itu terungkap setelah kurir narkoba tertangkap saat menerima kiriman barang haram itu dari negeri Jiran.

IM alias Sarintem, warga asal Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, ditangkap Unit II Subdit II Polda Metro Jaya lantaran menerima kiriman sabu dari Malaysia. Penangkapan tersebut terjadi pada Selasa lalu (2/4) di Jalan Raya Tamberu, Kecamatan Batumarmar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pada Maret lalu ada informasi dari kantor KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta Utara. Informasi tersebut terkait adanya paket barang yang mencurigakan.

Pengirim paket berisi narkoba itu atas nama Sarimah dari Malaysia. Paket tersebut dikirim untuk Sarintem dengan alamat Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan.

Paket tersebut dikirim melalui jasa pengiriman barang PT Jasa Pengiriman Indonesia (JPI). Unit II Subdit II Polda Metro Jaya kemudian melakukan pemeriksaan menggunakan X-Ray. Hasilnya, ditemukan bungkusan yang didalamnya terdapat narkotika.

Dalam paket tersebut terdapat dua ember cat. Satu ember merek ASG yang berisi tiga bungkus plastik teh cina. Plastik tersebut membungkus narkoba jenis sabu dengan berat bruto 3 kilogram.

Baca Juga :  Saksi Absen, Sidang Zulfikar Ditunda

Satu ember lainnya bermerek Dolphine. Di dalamnya terdapat dua bungkus plastik teh cina berisi narkoba dengan berat bruto 2 kilogram. ”Narkotika jenis methamphetamine ,” katanya kemarin (15/6).

Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya membentuk tim dengan Ditjen Bea dan Cukai untuk menelusuri penerima paket barang haram itu. Narkoba dengan berat total 5,283 kilogram itu dikembalikan ke PT JPI untuk disampaikan kepada nama tujuan.

Paket berisi narkoba itu dibawa oleh PT JPI menuju Gudang Kantor Cabang JPI Jalan Margomulyo III, Kompleks Pergudangan Mutiara Indah J-15 Surabaya. Pengiriman yang menggunakan kereta api itu sampai di Kota Pahlawan pada 22 Maret.

Senin 1 April, paket tersebut dikirim ke Pamekasan untuk disampaikan kepada pemilik. Selasa 2 April, barang itu tiba di Kota Gerbang Salam. Petugas PT JPI menghubungi nomor tujuan pengiriman yang tertera di paket.

Pemilik barang itu janjian akan mengambil paket tersebut di Jalan Raya Tamberu, Dusun Timur Daya, Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar. Sekitar pukul 14.00, IM alias Sarintem menerima dan menandatangani bukti pengambilan barang. ”IM ternyata seorang laki-laki,” kata mantan Kabid Humas Polda Jatim itu.

Baca Juga :  Ungkap Jaringan Narkoba Tiga Anggota Polisi Diperiksa

IM mengambil paket berisi sabu itu atas perintah Saliman di Malaysia. Tetapi, tidak diberitahu narkoba yang dikirim 5 kilogram. Tersangka mengaku diberi upah Rp 1 juta untuk mengambil barang itu.

IM alias Sarintem dijerat pasal 113 subsider 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto 132 ayat (1) UU 35/2009 tentang Narkotika. Di terancam hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. Kemudian, pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Berita penangkapan kurir sabu dengan barang bukti fantastis itu mengejutkan warga Pamekasan. Sebab, sejauh ini belum ada informasi terkait penangkapan itu dari Polres Pamekasan. Bahkan, Kasatnarkoba Polres Pamekasan AKP M. Sjaiful menyebut lokasi penangkapan terjadi di Surabaya. ”Memang alamat tersangka di Pamekasan,” katanya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Salah satu penyuplai narkoba kelas kakap untuk wilayah Pamekasan berasal dari Malaysia. Hal itu terungkap setelah kurir narkoba tertangkap saat menerima kiriman barang haram itu dari negeri Jiran.

IM alias Sarintem, warga asal Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, ditangkap Unit II Subdit II Polda Metro Jaya lantaran menerima kiriman sabu dari Malaysia. Penangkapan tersebut terjadi pada Selasa lalu (2/4) di Jalan Raya Tamberu, Kecamatan Batumarmar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pada Maret lalu ada informasi dari kantor KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta Utara. Informasi tersebut terkait adanya paket barang yang mencurigakan.


Pengirim paket berisi narkoba itu atas nama Sarimah dari Malaysia. Paket tersebut dikirim untuk Sarintem dengan alamat Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan.

Paket tersebut dikirim melalui jasa pengiriman barang PT Jasa Pengiriman Indonesia (JPI). Unit II Subdit II Polda Metro Jaya kemudian melakukan pemeriksaan menggunakan X-Ray. Hasilnya, ditemukan bungkusan yang didalamnya terdapat narkotika.

Dalam paket tersebut terdapat dua ember cat. Satu ember merek ASG yang berisi tiga bungkus plastik teh cina. Plastik tersebut membungkus narkoba jenis sabu dengan berat bruto 3 kilogram.

Baca Juga :  Bapak-Anak Kompak Jual Narkoba

Satu ember lainnya bermerek Dolphine. Di dalamnya terdapat dua bungkus plastik teh cina berisi narkoba dengan berat bruto 2 kilogram. ”Narkotika jenis methamphetamine ,” katanya kemarin (15/6).

Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya membentuk tim dengan Ditjen Bea dan Cukai untuk menelusuri penerima paket barang haram itu. Narkoba dengan berat total 5,283 kilogram itu dikembalikan ke PT JPI untuk disampaikan kepada nama tujuan.

Paket berisi narkoba itu dibawa oleh PT JPI menuju Gudang Kantor Cabang JPI Jalan Margomulyo III, Kompleks Pergudangan Mutiara Indah J-15 Surabaya. Pengiriman yang menggunakan kereta api itu sampai di Kota Pahlawan pada 22 Maret.

Senin 1 April, paket tersebut dikirim ke Pamekasan untuk disampaikan kepada pemilik. Selasa 2 April, barang itu tiba di Kota Gerbang Salam. Petugas PT JPI menghubungi nomor tujuan pengiriman yang tertera di paket.

Pemilik barang itu janjian akan mengambil paket tersebut di Jalan Raya Tamberu, Dusun Timur Daya, Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar. Sekitar pukul 14.00, IM alias Sarintem menerima dan menandatangani bukti pengambilan barang. ”IM ternyata seorang laki-laki,” kata mantan Kabid Humas Polda Jatim itu.

Baca Juga :  Mucikari Pantura Sumenep Belum Jera

IM mengambil paket berisi sabu itu atas perintah Saliman di Malaysia. Tetapi, tidak diberitahu narkoba yang dikirim 5 kilogram. Tersangka mengaku diberi upah Rp 1 juta untuk mengambil barang itu.

IM alias Sarintem dijerat pasal 113 subsider 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto 132 ayat (1) UU 35/2009 tentang Narkotika. Di terancam hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. Kemudian, pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Berita penangkapan kurir sabu dengan barang bukti fantastis itu mengejutkan warga Pamekasan. Sebab, sejauh ini belum ada informasi terkait penangkapan itu dari Polres Pamekasan. Bahkan, Kasatnarkoba Polres Pamekasan AKP M. Sjaiful menyebut lokasi penangkapan terjadi di Surabaya. ”Memang alamat tersangka di Pamekasan,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/