alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Dua Buron Kepemilikan Senpi Tak Terlacak

SAMPANG – Polres Sampang hingga saat ini belum bisa melacak dua buron kasus kepemilikan senjata api (senpi) jenis Beretta dan pen gun. Mereka adalah Hasan Ambon dan Suli warga Kecamatan Sokobanah.

Kabag Humas Polres Sampang Ipda Puji Eko Waluyo mengatakan, polisi hingga saat ini berusaha mengungkap dua orang yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tersebut. Suli disebut-sebut sebagai pemilik pen gun oleh tersangka Idris.

Menurut Puji Eko, Suli diduga berada di Malaysia. Meski demikian, penyelidik belum menetapkan Suli sebagai tersangka. Alasannya, belum cukup bukti. Polisi lebih memfokuskan untuk melakukan pengejaran terhadap Hasan Ambon.

Hasan Ambon saat ini diduga sudah melarikan diri ke luar kota menggunakan perahu kecil. ”Lari ke luar kota saja, tapi tidak ke luar negeri,” ungkap Puji Eko Jumat (14/12).

Baca Juga :  Keluarga Korban Duga Pembunuhan Suliman Terencana

Polres sudah menerjunkan tim untuk melakukan pengejaran terhadap Hasan Ambon. Selain itu juga terus berkoordinasi dengan masyarakat supaya ikut memberikan laporan jika bertemu dengan DPO. ”Sedang kami kejar. Cuma belum ketemu sampai sekarang,” ujarnya.

Berkaitan dengan berkas tersangka Idris, Puji Eko menegaskan sudah melimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang setelah salat Jumat (14/12). Pihaknya masih menunggu hasil analisis berkas dari jaksa.

”Untuk berkas sudah dilimpahkan, tersangkanya belum, masih ditahan di polres,” klaimnya.

Namun, pernyataan Kabaghumas Polres Sampang itu berbeda dengan Kasipidsus Kejari Tulus Ardiansyah. Dia membantah jika berkas tersangka Idris sudah dilimpahkan ke lembaganya.

Menurut Tulus Ardiansyah, sehari kemarin pihaknya tidak menerima berkas kasus pembunuhan berencana dengan tersangka Idris dari pihak kepolisian. ”Tidak ada. Kami juga menunggu. Kami juga ditanyakan banyak orang,” tegasnya.

Baca Juga :  Eks Kades Dasok Mulai Disidang, Terdakwa Kasus Korupsi DD

Sementara itu, juru bicara Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) Salim Segav berharap polres mempercepat penangkapan terhadap DPO kasus penembakan yang mengakibatkan Subaidi meninggal dunia. Dia yakin, Polres Sampang mengetahui secara pasti keberadaan DPO tersebut.

Salim mendesak supaya segera ditangkap supaya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum semakin tinggi. ”Ekspektasi publik sangat luar biasa. Semoga pada kasus kali ini, DPO ini tidak lolos lagi, karena publik menilai DPO ini kebal hukum,” harapnya.

- Advertisement -

SAMPANG – Polres Sampang hingga saat ini belum bisa melacak dua buron kasus kepemilikan senjata api (senpi) jenis Beretta dan pen gun. Mereka adalah Hasan Ambon dan Suli warga Kecamatan Sokobanah.

Kabag Humas Polres Sampang Ipda Puji Eko Waluyo mengatakan, polisi hingga saat ini berusaha mengungkap dua orang yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tersebut. Suli disebut-sebut sebagai pemilik pen gun oleh tersangka Idris.

Menurut Puji Eko, Suli diduga berada di Malaysia. Meski demikian, penyelidik belum menetapkan Suli sebagai tersangka. Alasannya, belum cukup bukti. Polisi lebih memfokuskan untuk melakukan pengejaran terhadap Hasan Ambon.


Hasan Ambon saat ini diduga sudah melarikan diri ke luar kota menggunakan perahu kecil. ”Lari ke luar kota saja, tapi tidak ke luar negeri,” ungkap Puji Eko Jumat (14/12).

Baca Juga :  Polres Sampang Bongkar Kasus Jual-Beli Motor Bodong, 3 Pria Ditangkap

Polres sudah menerjunkan tim untuk melakukan pengejaran terhadap Hasan Ambon. Selain itu juga terus berkoordinasi dengan masyarakat supaya ikut memberikan laporan jika bertemu dengan DPO. ”Sedang kami kejar. Cuma belum ketemu sampai sekarang,” ujarnya.

Berkaitan dengan berkas tersangka Idris, Puji Eko menegaskan sudah melimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang setelah salat Jumat (14/12). Pihaknya masih menunggu hasil analisis berkas dari jaksa.

”Untuk berkas sudah dilimpahkan, tersangkanya belum, masih ditahan di polres,” klaimnya.

Namun, pernyataan Kabaghumas Polres Sampang itu berbeda dengan Kasipidsus Kejari Tulus Ardiansyah. Dia membantah jika berkas tersangka Idris sudah dilimpahkan ke lembaganya.

Menurut Tulus Ardiansyah, sehari kemarin pihaknya tidak menerima berkas kasus pembunuhan berencana dengan tersangka Idris dari pihak kepolisian. ”Tidak ada. Kami juga menunggu. Kami juga ditanyakan banyak orang,” tegasnya.

Baca Juga :  Warga Sengketakan Lahan Pasar Bringkoning

Sementara itu, juru bicara Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) Salim Segav berharap polres mempercepat penangkapan terhadap DPO kasus penembakan yang mengakibatkan Subaidi meninggal dunia. Dia yakin, Polres Sampang mengetahui secara pasti keberadaan DPO tersebut.

Salim mendesak supaya segera ditangkap supaya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum semakin tinggi. ”Ekspektasi publik sangat luar biasa. Semoga pada kasus kali ini, DPO ini tidak lolos lagi, karena publik menilai DPO ini kebal hukum,” harapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/