alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Enam Bulan, 10 Calon Pengantin di Bawah Umur Ajukan Dispensasi Kawin

BANGKALAN – Bagi sebagian orang Madura, pernikahan di bawah umur atau pernikahan dini hal yang wajar dan tidak perlu dipolemikkan. Tidak terkecuali di Bangkalan. Karena itu, pernikahan dini masih berlangsung sampai sekarang.

Pasal 7 UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur, perkawinan diizinkan jika calon mempelai pria berumur 19 tahun dan wanita berumur 16 tahun. Jika belum mencukupi, meminta dispensasi ke pengadilan atau pejabat lain yang ditunjuk orang tua calon mempelai.

Data kantor Pengadilan Agama (PA) Bangkalan pada Januari hingga Juli 2018, ada 12 permintaan dispensi kawin dan 10 diantaranya dikabulkan. Periode yang sama pada tahun 2019, ada 10 permohonan permintaan dispensasi kawin dan sembilan diantaranya dikabulkan.

Baca Juga :  Bupati Sumbang Biaya Bangun Rumah Warga

Humas PA Bangkalan Zainri Rizali mengakui jika permintaan dispensasi kawin cukup tinggi. “Bagi sebagian warga Madura, ini hal yang masih tabu. Kalau belum kawin di atas usia 16 tahun, dinilai tidak laku. Persepsi ini yang membuat permintaan dispensasi kawin kiaan banyaj,” ujarnya.

Dijelaskan, pengajuan dispensasi kawin kadang mendapat dukungan orang tua. Jika tidak mendapatkan dispensasi kawin, para pemohon akan melakukan kawin secara siri. “Dispensasi kawin diberikan setelah memenuhi sederet persyaratan dan pertimbangan matang,” paparnya. (Chitrani Nurindraty)

- Advertisement -

BANGKALAN – Bagi sebagian orang Madura, pernikahan di bawah umur atau pernikahan dini hal yang wajar dan tidak perlu dipolemikkan. Tidak terkecuali di Bangkalan. Karena itu, pernikahan dini masih berlangsung sampai sekarang.

Pasal 7 UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur, perkawinan diizinkan jika calon mempelai pria berumur 19 tahun dan wanita berumur 16 tahun. Jika belum mencukupi, meminta dispensasi ke pengadilan atau pejabat lain yang ditunjuk orang tua calon mempelai.

Data kantor Pengadilan Agama (PA) Bangkalan pada Januari hingga Juli 2018, ada 12 permintaan dispensi kawin dan 10 diantaranya dikabulkan. Periode yang sama pada tahun 2019, ada 10 permohonan permintaan dispensasi kawin dan sembilan diantaranya dikabulkan.

Baca Juga :  Butuh Tambahan Alat Rapid Test


Humas PA Bangkalan Zainri Rizali mengakui jika permintaan dispensasi kawin cukup tinggi. “Bagi sebagian warga Madura, ini hal yang masih tabu. Kalau belum kawin di atas usia 16 tahun, dinilai tidak laku. Persepsi ini yang membuat permintaan dispensasi kawin kiaan banyaj,” ujarnya.

Dijelaskan, pengajuan dispensasi kawin kadang mendapat dukungan orang tua. Jika tidak mendapatkan dispensasi kawin, para pemohon akan melakukan kawin secara siri. “Dispensasi kawin diberikan setelah memenuhi sederet persyaratan dan pertimbangan matang,” paparnya. (Chitrani Nurindraty)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/