alexametrics
21.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Ditanya OTT KPK di Jawa Timur, Begini Penjelasan Febri Diansyah

SIDOARJO – Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membenarkan jika Ketua Umum PPP Romahurmuziy diamankan tim penindakan saat ada kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Timur, Jumat pagi (15/3).

“Benar ada kegiatan di Jawa Timur sejak pagi. Sekitar pukul 17.30, tim KPK take off dari bandara dan dalam proses perjalanan ke kantor KPK di Jakarta,” ujarnya saat telekonferensi dengan jurnalis tv swasta, sekitar pukul 19.00.

Menurut Febri Diansyah, ada empat orang diamankan KPK selain Romahurmuziy. Rinciannya dari unsur anggota DPR RI, staf pribadi anggota DPR RI, pihak swasta dan pejabat di lingkungan Kemenag Jawa Timur.

Baca Juga :  Jelang Sidang, Babur dan Koko Pasrah

“Kami memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukumnya. Apakah naik ke tahap penyidikan dan siapa saja yang menjadi tersangka. Tentunya, nanti melewati proses gelar perkara,” ujarnya.

Dijelaskan, pengungkapan kasus  murni berawal pengaduan masyarakat. “KPK menduga ada proses pemberian dan penerimaan uang terkait pengisian jabatan di kemenag. Baik itu yang ada di Jakarta maupun di daerah,” tegasnya.

Setelah menindaklanjuti laporan, kata Febri Diansyah, ada bukti-bukti penerimaan uang. “Proses pemberian dan penerimaan uang bukan yang pertama, sebelumnya ada transaksi. Itu masuk materi perkara yang perlu didalami. Uangnya dibawa ke Jakarta sebagai salah satu barang bukti,” imbuhnya.

Saat ditanya kegiatan OTT pertama kali dilakukan di Kanwil Kemenag Jawa Timur atau di sebuah hotel, Febri Diansyah enggan menjawab. “Itu bagian dari kronologis. Kami menunggu tim dan nanti akan diurai. Siapa saja yang diamankan pertama kali sampai dibawa ke polda dan ke kantor KPK,” janjinya.

Baca Juga :  Khawatir Dihukum Lebih Berat, Syafii Terima Vonis Majelis Hakim
- Advertisement -

SIDOARJO – Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membenarkan jika Ketua Umum PPP Romahurmuziy diamankan tim penindakan saat ada kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Timur, Jumat pagi (15/3).

“Benar ada kegiatan di Jawa Timur sejak pagi. Sekitar pukul 17.30, tim KPK take off dari bandara dan dalam proses perjalanan ke kantor KPK di Jakarta,” ujarnya saat telekonferensi dengan jurnalis tv swasta, sekitar pukul 19.00.

Menurut Febri Diansyah, ada empat orang diamankan KPK selain Romahurmuziy. Rinciannya dari unsur anggota DPR RI, staf pribadi anggota DPR RI, pihak swasta dan pejabat di lingkungan Kemenag Jawa Timur.

Baca Juga :  KPK Cek Harta Bupati Bangkalan-Sumenep


“Kami memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukumnya. Apakah naik ke tahap penyidikan dan siapa saja yang menjadi tersangka. Tentunya, nanti melewati proses gelar perkara,” ujarnya.

Dijelaskan, pengungkapan kasus  murni berawal pengaduan masyarakat. “KPK menduga ada proses pemberian dan penerimaan uang terkait pengisian jabatan di kemenag. Baik itu yang ada di Jakarta maupun di daerah,” tegasnya.

Setelah menindaklanjuti laporan, kata Febri Diansyah, ada bukti-bukti penerimaan uang. “Proses pemberian dan penerimaan uang bukan yang pertama, sebelumnya ada transaksi. Itu masuk materi perkara yang perlu didalami. Uangnya dibawa ke Jakarta sebagai salah satu barang bukti,” imbuhnya.

Saat ditanya kegiatan OTT pertama kali dilakukan di Kanwil Kemenag Jawa Timur atau di sebuah hotel, Febri Diansyah enggan menjawab. “Itu bagian dari kronologis. Kami menunggu tim dan nanti akan diurai. Siapa saja yang diamankan pertama kali sampai dibawa ke polda dan ke kantor KPK,” janjinya.

Baca Juga :  Khawatir Dihukum Lebih Berat, Syafii Terima Vonis Majelis Hakim
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/