Senin, 06 Dec 2021
Radar Madura
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Ringkus Dua Pria Saat Transaksi Narkoba di Desa Juluk

14 November 2021, 00: 02: 20 WIB | editor : Abdul Basri

Polres Ringkus Dua Pria Saat Transaksi Narkoba di Desa Juluk

TERTANGKAP: Misraji, warga Desa Banaresep Barat, Kecamatan Lenteng, dan Robiyanto, asal Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, diamankan polisi karena terlibat kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. (HUMAS POLRES SUMENEP For RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Sumenep kembali meringkus dua orang yang terlibat kasus dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu (SS) pada Kamis (11/11). Yakni, Misraji, 42, asal Desa Banaresep Barat, Kecamatan Lenteng, dan Robiyanto, 33, asal Desa Juluk, Kecamatan Saronggi.

Penangkapan dua pria itu berawal dari informasi masyarakat. Keduanya dikabarkan kerap bertransaksi narkoba. Lalu, polisi melakukan penyelidikan secara intensif. Keduanya dikabarkan membawa SS dan akan bertransaksi di dekat saluran air di tepi jalan Desa Juluk. Kemudian, polisi bergerak cepat, akhirnya berhasil meringkus Misraji dan Robiyanto.

Kepada polisi, Robiyanto mengaku narkoba yang dijual kepada Misraji dibeli dari salah seorang warga Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, berinisial AR. Saat melakukan pengembangan, polisi tidak dapat menangkap AR. Sebab, AR melarikan diri. Namun, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di rumah AR.

Baca juga: Polisi Tembak Kaki Pelaku Curanmor

Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyatakan, saat menangkap Misraji, polisi mengamankan klip plastik berisi SS dengan berat masing-masing sekitar 0,44 gram dan 0,47 gram. Termasuk satu unit HP. Sementara dari rumah AR, petugas mengamankan dompet kecil yang di dalamnya terdapat klip plastik berisi narkoba seberat 1,61 gram, sedotan, korek api, serta uang tunai Rp 250.000. Termasuk timbangan elektrik, satu HP, dan seperangkat alat isap.

”Misaraji dan Robiyanto kini mendekam di sel tahanan. Keduanya dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (c3)

(mr/yan/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia