alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Tertangkap Bersama Pengedar Narkoba, Gadis 16 Tahun Menangis

BANGKALAN – Museyyanah, 16, menangis saat diinterogasi petugas Polsek Klampis, Sabtu (12/8). Dia sempat diamankan polisi karena ada di rumah Khoirul Umam, 23, warga Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, Bangkalan. Khoirul Umam diduga merupakan pengedar narkoba.

Berawal dari Kanitreskrim Polsek Klampis yang mendapat informasi bahwa di rumah Khoirul Umam kerap terjadi transaksi peredaran narkoba. Berbekal informasi itu, polisi bergegas mendatangi lokasi di Desa Mrandung.

Petugas melakukan pengamatan kurang lebih satu jam. Polisi mendapati banyak pemuda keluar masuk rumah Khoirul Umam. Petugas mendekati rumah tersebut. Saat itulah terlihat, di dalam rumah, Khoirul Umam bersama Museyyanah.

Polisi melihat Khoirul Umam membereskan plastik yang di dalamnya ada bong atau alat isap sabu-sabu. Petugas langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan Khoirul Umam serta Museyyanah.

Khoirul Umam dan Museyyanah lantas dikeler menuju Mapolsek Klampis untuk diinterogasi. Kepada petugas, Khoirul Umam mengaku sebagai pengecer sabu-sabu. Dia mengaku barang haram tersebut diperoleh dari bandar bernama Nasir di Kecamatan Arosbaya.

Baca Juga :  Waspada Penipuan Transfer Uang Berkedok Surat Berharga

Khoirul Umam membeli sabu-sabu seharga Rp 300 ribu kepada Nasir. Kemudian, sabu-sabu tersebut dipecah menjadi tiga poket dan dijual seharga Rp 100 ribu per poket. Sementara Museyyanah kepada petugas mengaku tidak tahu kalau Khoirul Umam pengecer sabu-sabu.

Gadis belia itu mengaku hanya bermain ke rumah Koirul Umam. Namun petugas tidak percaya begitu saja pada pengakuan Museyyanah. Karena itu, dia dites urine di RSUD Syamrabu Bangkalan.

Dari hasil tes urine, Museyyanah negatif dari mengonsumsi sabu-sabu sehingga hanya dijadikan saksi. Sementara tes urine terhadap Khoirul Umam hasilnya positif. Polisi lantas menetapkan Khoirul Umam sebagai tersangka pemakai dan pengedar sabu-sabu.

Sejumlah barang bukti diamankan polisi dari rumah Khoirul Umam. Di antaranya, uang tunai Rp 100 ribu, dua klip plastik berisi sabu-sabu seberat masing-masing 0,23 gram dan 0,13 gram, satu klip plastik bekas pakai ada sisa sabu-sabu dengan berat kotor 0,16 gram, dua buah pipet kaca bekas pakai dengan berat kotor masing-masing 1,76 gram dan 1,90 gram.

Baca Juga :  Pungli PKL Arjasa Diduga Libatkan Oknum Kecamatan

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menyatakan, Khoirul Umam ditetapkan tersangka karena sabu-sabu itu miliknya. Hasil tes urine Khoirul Umam juga positif. Sementara Museyyanah sebatas saksi dan langsung dibebaskan. ”Saat diperiksa, Museyyanah menangis dan bilang tidak tahu apa-apa,” ucapnya.

Bidarudin mengungkapkan, polisi telah melakukan penggerebekan ke rumah bandar Nasir di kawasan Kecamatan Arosbaya. Namun yang bersangkutan tidak ada. Nasir hanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

”Kami minta kepada masyarakat, kalau mengetahui keberadaan Nasir, laporkan kepada polisi. Kami akan melakukan penangkapan,” pintanya.

- Advertisement -

BANGKALAN – Museyyanah, 16, menangis saat diinterogasi petugas Polsek Klampis, Sabtu (12/8). Dia sempat diamankan polisi karena ada di rumah Khoirul Umam, 23, warga Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, Bangkalan. Khoirul Umam diduga merupakan pengedar narkoba.

Berawal dari Kanitreskrim Polsek Klampis yang mendapat informasi bahwa di rumah Khoirul Umam kerap terjadi transaksi peredaran narkoba. Berbekal informasi itu, polisi bergegas mendatangi lokasi di Desa Mrandung.

Petugas melakukan pengamatan kurang lebih satu jam. Polisi mendapati banyak pemuda keluar masuk rumah Khoirul Umam. Petugas mendekati rumah tersebut. Saat itulah terlihat, di dalam rumah, Khoirul Umam bersama Museyyanah.


Polisi melihat Khoirul Umam membereskan plastik yang di dalamnya ada bong atau alat isap sabu-sabu. Petugas langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan Khoirul Umam serta Museyyanah.

Khoirul Umam dan Museyyanah lantas dikeler menuju Mapolsek Klampis untuk diinterogasi. Kepada petugas, Khoirul Umam mengaku sebagai pengecer sabu-sabu. Dia mengaku barang haram tersebut diperoleh dari bandar bernama Nasir di Kecamatan Arosbaya.

Baca Juga :  Ikaba Terus Kawal Proses Hukum Kasus Pembunuhan Berencana

Khoirul Umam membeli sabu-sabu seharga Rp 300 ribu kepada Nasir. Kemudian, sabu-sabu tersebut dipecah menjadi tiga poket dan dijual seharga Rp 100 ribu per poket. Sementara Museyyanah kepada petugas mengaku tidak tahu kalau Khoirul Umam pengecer sabu-sabu.

Gadis belia itu mengaku hanya bermain ke rumah Koirul Umam. Namun petugas tidak percaya begitu saja pada pengakuan Museyyanah. Karena itu, dia dites urine di RSUD Syamrabu Bangkalan.

Dari hasil tes urine, Museyyanah negatif dari mengonsumsi sabu-sabu sehingga hanya dijadikan saksi. Sementara tes urine terhadap Khoirul Umam hasilnya positif. Polisi lantas menetapkan Khoirul Umam sebagai tersangka pemakai dan pengedar sabu-sabu.

Sejumlah barang bukti diamankan polisi dari rumah Khoirul Umam. Di antaranya, uang tunai Rp 100 ribu, dua klip plastik berisi sabu-sabu seberat masing-masing 0,23 gram dan 0,13 gram, satu klip plastik bekas pakai ada sisa sabu-sabu dengan berat kotor 0,16 gram, dua buah pipet kaca bekas pakai dengan berat kotor masing-masing 1,76 gram dan 1,90 gram.

Baca Juga :  Konsumsi Sabu Sejak 7 Bulan Terakhir

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menyatakan, Khoirul Umam ditetapkan tersangka karena sabu-sabu itu miliknya. Hasil tes urine Khoirul Umam juga positif. Sementara Museyyanah sebatas saksi dan langsung dibebaskan. ”Saat diperiksa, Museyyanah menangis dan bilang tidak tahu apa-apa,” ucapnya.

Bidarudin mengungkapkan, polisi telah melakukan penggerebekan ke rumah bandar Nasir di kawasan Kecamatan Arosbaya. Namun yang bersangkutan tidak ada. Nasir hanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

”Kami minta kepada masyarakat, kalau mengetahui keberadaan Nasir, laporkan kepada polisi. Kami akan melakukan penangkapan,” pintanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/