alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Diduga Rekayasa Kasus, Penyidik Dilaporkan ke Propam

PAMEKASAN – Kasus penetapan tersangka terhadap korban pengeroyokan semakin panjang. Penyidik Polsek Tlanakan dilaporkan ke Propam Polres Pamekasan atas tuduhan merekayasa kasus.

Ketua LBH Pusara M. Alfian dan puluhan warga Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, mendatangi Mapolres Pamekasan kemarin (12/11). Dalam laporannya, mereka menyertakan sejumlah bukti.

Alfian mengatakan, diduga ada rekayasa dalam perkara penetapan tersangka Kadarusman, korban pengeroyokan. Yakni, pria yang sehari-hari menjadi nelayan itu. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Oktober 2019.

Darus ditahan lantaran diduga melakukan aksi penganiayaan terhadap salah satu pelaku pengeroyokan. Sementara, visum dari dokter terhadap yang mengaku korban itu keluar pada 19 Oktober.

Padahal, pasal 351 KUHP itu satu-satunya rujukan yang digunakan dalam menentukan tersangka, yakni hasil visum dokter. Alfian menuding, ada rekayasa terhadap penanganan kasus itu.

Baca Juga :  Sidang Praperadilan Kadarusman Dimulai

Kemudian, terdapat perbedaan antara visum dan berita acara pemeriksaan (BAP) yang dikeluarkan Polsek Tlanakan. Dalam BAP dijelaskan bahwa korban penganiayaan itu mengalami lebam di mata sebelah kanan.

Sementara hasil visum dokter dari Puskesmas Tlanakan menyebutkan, luka pria yang mengaku korban itu di kepala bagian belakang. Perbedaan tersebut, menurut Alfian, adalah bukti rekayasa.

Dengan demikian, dia meminta agar seluruh penyidik Polsek Tlanakan dipecat dari jabatan dan keanggotannya sebagai polisi. Sebab, sebagai aparat negara seharusnya bekerja profesional, bukan merekayasa kasus. ”Laporan ini kami tembuskan ke Kapolri dan Kemenkum HAM,” tegasnya.

Kapolsek Tlanakan AKP Sahrawi mengatakan, seluruh proses hukum terhadap kasus tersebut berjalan sesuai prosedur. Mengenai langkah hukum yang diajukan LBH Pusara, dianggap sah dan hak setiap warga. Polsek Tlanakan akan mengikuti sesuai prosedur yang berlaku. ”Proses yang kami lakukan sesuai prosedur yang ada,” katanya.

Baca Juga :  Status Perkara Alwi Bil Faqih Naik ke Penyidikan

PAMEKASAN – Kasus penetapan tersangka terhadap korban pengeroyokan semakin panjang. Penyidik Polsek Tlanakan dilaporkan ke Propam Polres Pamekasan atas tuduhan merekayasa kasus.

Ketua LBH Pusara M. Alfian dan puluhan warga Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, mendatangi Mapolres Pamekasan kemarin (12/11). Dalam laporannya, mereka menyertakan sejumlah bukti.

Alfian mengatakan, diduga ada rekayasa dalam perkara penetapan tersangka Kadarusman, korban pengeroyokan. Yakni, pria yang sehari-hari menjadi nelayan itu. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Oktober 2019.


Darus ditahan lantaran diduga melakukan aksi penganiayaan terhadap salah satu pelaku pengeroyokan. Sementara, visum dari dokter terhadap yang mengaku korban itu keluar pada 19 Oktober.

Padahal, pasal 351 KUHP itu satu-satunya rujukan yang digunakan dalam menentukan tersangka, yakni hasil visum dokter. Alfian menuding, ada rekayasa terhadap penanganan kasus itu.

Baca Juga :  Napi Kabur Ditangkap di Situbondo

Kemudian, terdapat perbedaan antara visum dan berita acara pemeriksaan (BAP) yang dikeluarkan Polsek Tlanakan. Dalam BAP dijelaskan bahwa korban penganiayaan itu mengalami lebam di mata sebelah kanan.

Sementara hasil visum dokter dari Puskesmas Tlanakan menyebutkan, luka pria yang mengaku korban itu di kepala bagian belakang. Perbedaan tersebut, menurut Alfian, adalah bukti rekayasa.

- Advertisement -

Dengan demikian, dia meminta agar seluruh penyidik Polsek Tlanakan dipecat dari jabatan dan keanggotannya sebagai polisi. Sebab, sebagai aparat negara seharusnya bekerja profesional, bukan merekayasa kasus. ”Laporan ini kami tembuskan ke Kapolri dan Kemenkum HAM,” tegasnya.

Kapolsek Tlanakan AKP Sahrawi mengatakan, seluruh proses hukum terhadap kasus tersebut berjalan sesuai prosedur. Mengenai langkah hukum yang diajukan LBH Pusara, dianggap sah dan hak setiap warga. Polsek Tlanakan akan mengikuti sesuai prosedur yang berlaku. ”Proses yang kami lakukan sesuai prosedur yang ada,” katanya.

Baca Juga :  Polres Amankan Delapan Tersangka

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/