alexametrics
21.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Nurul Ghufron Jadi Pimpinan KPK, Begini Respon Kabag Hukum Sampang

SAMPANG – Lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 akhirnya terpilih. Salah satunya, Dekan Fakultas Hukum Universitas (Unej) yang notabene warga kelahiran Sumenep yaitu Nurul Ghufron.

Kabag Hukum Setkab Sampang Harunur Rasyid bersyukur pasca menerima kabar tersebut. “Beliau (Nurul Ghufron, Red) sosok yang berintegritas. Saat kuliah, aktif di kegiatan kemahasiswaan dan taat beragama,” katanya.

Dijelaskan, Nurul Ghufron merupakan adik tingkatnya saat kuliah di Fakultas Hukum Unej. “Saya angkatan tahun 1984 sementara beliau (Nurul Ghufron, Red) angkatan tahun 1992,” imbuhnya.

Harunur Rasyid menuturkan, sebagai sesama alumni Fakuktas Hukum Unej, dirinya tetap berkomunikasi dan berkonsultasi dengan Nurul Ghufron. Misalnya, mengenai pembuatan naskah akademik penyusunan peraturan daerah.

Baca Juga :  Tekan Pengangguran, Program Ini yang Akan Dilakukan Kades Manding Laok

“Bahkan sejak tahun 2010, saya sering bekerjasama dengan Fakultas Hukum Unej. Saat itu yang melakukan kajian adalah Mas Ghufron. Dia juga pernah datang ke Sampang,” tuturnya.

Menurut Harunur Rasyid, pihaknya bangga karena ada salah satu putra Madura yang terpilih sebagai komisioner KPK. “Semoga Mas Ghufron segera dilantik dan nantinya betul-betul menunjukkan integritasnya,” imbuhnya.

Perlu diketahui, 56 anggota Komisi III DPR RI telah memilih lima pimpinan KPK pada Jumat dini hari (13/9). Rinciannya, Firli Bahuri mendapat 56 suara, Alexander Marwata 53 suara, Nurul Ghufron 51 suara, Nawawi Pamolango 50 suara dan Lili Pintauli 44 suara. (Moh Iqbal)

- Advertisement -

SAMPANG – Lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 akhirnya terpilih. Salah satunya, Dekan Fakultas Hukum Universitas (Unej) yang notabene warga kelahiran Sumenep yaitu Nurul Ghufron.

Kabag Hukum Setkab Sampang Harunur Rasyid bersyukur pasca menerima kabar tersebut. “Beliau (Nurul Ghufron, Red) sosok yang berintegritas. Saat kuliah, aktif di kegiatan kemahasiswaan dan taat beragama,” katanya.

Dijelaskan, Nurul Ghufron merupakan adik tingkatnya saat kuliah di Fakultas Hukum Unej. “Saya angkatan tahun 1984 sementara beliau (Nurul Ghufron, Red) angkatan tahun 1992,” imbuhnya.


Harunur Rasyid menuturkan, sebagai sesama alumni Fakuktas Hukum Unej, dirinya tetap berkomunikasi dan berkonsultasi dengan Nurul Ghufron. Misalnya, mengenai pembuatan naskah akademik penyusunan peraturan daerah.

Baca Juga :  Kritik Budaya Negatif Orang Madura

“Bahkan sejak tahun 2010, saya sering bekerjasama dengan Fakultas Hukum Unej. Saat itu yang melakukan kajian adalah Mas Ghufron. Dia juga pernah datang ke Sampang,” tuturnya.

Menurut Harunur Rasyid, pihaknya bangga karena ada salah satu putra Madura yang terpilih sebagai komisioner KPK. “Semoga Mas Ghufron segera dilantik dan nantinya betul-betul menunjukkan integritasnya,” imbuhnya.

Perlu diketahui, 56 anggota Komisi III DPR RI telah memilih lima pimpinan KPK pada Jumat dini hari (13/9). Rinciannya, Firli Bahuri mendapat 56 suara, Alexander Marwata 53 suara, Nurul Ghufron 51 suara, Nawawi Pamolango 50 suara dan Lili Pintauli 44 suara. (Moh Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/