alexametrics
28.9 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Ringkus Spesialis Pencuri Aki Alat Berat

SAMPANG – Aksi komplotan spesialis pencuri aki alat berat di Sampang akhirnya terungkap. Anggotanya lima orang. Namun, polisi baru bisa menangkap satu tersangka. Yakni, Mustar, 27, warga Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung.

Wakapolres Sampang Kompol Muhammad Luthfi didampingi Kasatreskrim AKP Riki Donaire menunjukkan Mustar ke publik kemarin (12/6). Empat pelaku lainnya ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Komplotan spesialis pencuri aki tersebut terakhir kali beraksi di Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kamis (11/6). Awalnya, Mustar dimintai mengantar GP (inisial) bersama temannya MN, BH, dan IH ke kawasan perbukitan yang jadi tempat parkir alat berat.

Mustar kemudian pulang ke rumahnya. Setelah itu, GP menelepon Mustar dan meminta kembali menjemput mereka setelah berhasil mengambil aki. Mobil mereka dihadang warga tak lama setelah bergegas pergi bersama empat temannya dari lokasi pencurian.

Warga berhasil menangkap Mustar yang saat itu jadi sopir mobil Wuling M 1709 ND. Sementara, empat temannya melarikan diri.

Baca Juga :  Gegara Setir Mobil Oleng, Empat Kendaraan di Sampang Tabrakan Beruntun

Wakapolres Sampang Kompol Muhammad Luthfi mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada warga yang sudah membantu tugas kepolisian. Menurut dia, empat tersangka lainnya masih DPO.

”Identitas 4 DPO komplotan pencuri aki ini sudah kami kantongi. Hanya, saat ini masih bersembunyi, terus kami kejar,” janji Luthfi.

Komplotan pencuri aki tersebut memang beraksi di wilayah perdesaan dan perbukitan. Sasarannya peralatan eletronik dan alat berat. ”Komplotan ini sudah berkali-kali beraksi, tapi baru satu kali tertangkap,” ungkap Luthfi.

Mustar dijerat pasal 363 KUHP ayat 1 ke 4 dengan ancaman tujuh tahun penjara. ”Barang bukti yang diamankan kami empat unit aki, kabel listrik, dan stempet satu drum serta satu unit mobil,” bebernya.

Selain itu, selama 12 hari Polres Sampang juga mengamankan sembilan orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Yakni, tujuh orang sebagai bandar dan dua orang pemakai.

Wakapolres Sampang Kompol Mohammad Luthfi mengungkapkan, peran tersangka mayoritas pengedar. Setiap kali kerja, mereka mendapat imbalan Rp 100 ribu–Rp300 ribu.

Baca Juga :  Mau Tahu Cara Polres Bangkalan Berantas Narkoba? Simak Nih Bocorannya

”Alhamdulillah, kami berhasil menangkap dan mengungkap kasus narkoba selama 12 hari ini sebanyak sembilan orang, mayoritas pengedar,” ujarnya.

Penangkapan tersangka juga hasil dari kerja sama yang baik antara polisi dengan warga Sampang. Dengan demikian, pelaku yang akan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu dapat dihentikan.

Tersangka diancam pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 1 miliar.

Sampai saat ini pihaknya belum bisa menjangkau bandar besar yang ada di Sampang. Para pengedar dan pemakai memillih untuk diam dan tidak mau menyebut siapa bandar besarnya.

Pihaknya sudah berkali-kali menggerebek rumah bandar yang ada di Sampang. Namun, tidak ditemukan barang bukti. ”Mari musuhi narkoba karena telah meracuni dan merusak moral dan masa depan bangsa ini,” ajaknya.

SAMPANG – Aksi komplotan spesialis pencuri aki alat berat di Sampang akhirnya terungkap. Anggotanya lima orang. Namun, polisi baru bisa menangkap satu tersangka. Yakni, Mustar, 27, warga Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung.

Wakapolres Sampang Kompol Muhammad Luthfi didampingi Kasatreskrim AKP Riki Donaire menunjukkan Mustar ke publik kemarin (12/6). Empat pelaku lainnya ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Komplotan spesialis pencuri aki tersebut terakhir kali beraksi di Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kamis (11/6). Awalnya, Mustar dimintai mengantar GP (inisial) bersama temannya MN, BH, dan IH ke kawasan perbukitan yang jadi tempat parkir alat berat.


Mustar kemudian pulang ke rumahnya. Setelah itu, GP menelepon Mustar dan meminta kembali menjemput mereka setelah berhasil mengambil aki. Mobil mereka dihadang warga tak lama setelah bergegas pergi bersama empat temannya dari lokasi pencurian.

Warga berhasil menangkap Mustar yang saat itu jadi sopir mobil Wuling M 1709 ND. Sementara, empat temannya melarikan diri.

Baca Juga :  Kelabui Polisi dan Sembunyikan Narkoba di Lemari, Warga Sampang Dibui

Wakapolres Sampang Kompol Muhammad Luthfi mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada warga yang sudah membantu tugas kepolisian. Menurut dia, empat tersangka lainnya masih DPO.

”Identitas 4 DPO komplotan pencuri aki ini sudah kami kantongi. Hanya, saat ini masih bersembunyi, terus kami kejar,” janji Luthfi.

Komplotan pencuri aki tersebut memang beraksi di wilayah perdesaan dan perbukitan. Sasarannya peralatan eletronik dan alat berat. ”Komplotan ini sudah berkali-kali beraksi, tapi baru satu kali tertangkap,” ungkap Luthfi.

Mustar dijerat pasal 363 KUHP ayat 1 ke 4 dengan ancaman tujuh tahun penjara. ”Barang bukti yang diamankan kami empat unit aki, kabel listrik, dan stempet satu drum serta satu unit mobil,” bebernya.

Selain itu, selama 12 hari Polres Sampang juga mengamankan sembilan orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Yakni, tujuh orang sebagai bandar dan dua orang pemakai.

Wakapolres Sampang Kompol Mohammad Luthfi mengungkapkan, peran tersangka mayoritas pengedar. Setiap kali kerja, mereka mendapat imbalan Rp 100 ribu–Rp300 ribu.

Baca Juga :  Polisi Ciduk Dua Mucikari Tiap Transaksi Dapat Rp 100 Ribu

”Alhamdulillah, kami berhasil menangkap dan mengungkap kasus narkoba selama 12 hari ini sebanyak sembilan orang, mayoritas pengedar,” ujarnya.

Penangkapan tersangka juga hasil dari kerja sama yang baik antara polisi dengan warga Sampang. Dengan demikian, pelaku yang akan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu dapat dihentikan.

Tersangka diancam pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 1 miliar.

Sampai saat ini pihaknya belum bisa menjangkau bandar besar yang ada di Sampang. Para pengedar dan pemakai memillih untuk diam dan tidak mau menyebut siapa bandar besarnya.

Pihaknya sudah berkali-kali menggerebek rumah bandar yang ada di Sampang. Namun, tidak ditemukan barang bukti. ”Mari musuhi narkoba karena telah meracuni dan merusak moral dan masa depan bangsa ini,” ajaknya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Tujuh PMI Dipulangkan dari Brunei

Kemenag Surati BTN

Puisi Madura Maniro AF.*

Artikel Terbaru

/