alexametrics
21 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Bebas Tiga Bulan, Eks Kades Perreng Kembali Ditangkap

BANGKALAN – Kasus penganiayaan kembali menyeret eks Kepala Desa (Kades) Pereng, Kecamatan Burneh, Ahmad Fauzi, 35, ke jeruji besi. Setelah sempat keluar dari rumah tahanan (Rutan) Kelas II-B Bangkalan pada 2017 lalu, dia kembali ditangkap kemarin (12/1) sekitar pukul 13.00. Penangkapan dilakukan anggota Reskrim Polres Bangkalan di pertigaan Junok, Kecamatan Burneh.

Penangkapan itu dilakukan atas permintaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. Beberapa hari kemudian polisi mendapat informasi bahwa Fauzi sedang menuju Bangkalan. Berbekal informasi itu, petugas korps berbaju cokelat tersebut melakukan pemantauan. Saat itu dia bersama salah satu anggota keluarga yang tidak diketahui identitasnya.

Polisi langsung menghentikan mobil Innova hitam Nopol B 1866 MM yang dikendarai Fauzi dan melakukan penangkapan. Saat ditangkap, tidak ada perlawanan dari Fauzi. Petugas kemudian membawanya ke Mapolres Bangkalan. Sedangkan temannnya yang diduga sebagai saudara Fauzi diminta pulang dan membawa mobil yang ditumpanginya.

Setelah ditangkap, Fauzi diserahkan ke Kejari Bangkalan. Sebab, pria 35 tahun itu bukan lagi berstatus tahanan Polres Bangkalan, melainkan Kejari Bangkalan. Sebelum meninggalkan mapolres, istri Fauzi sempat menangis histeris. Dia memeluk suaminya sebelum masuk ke mobil untuk dibawa ke kantor kejari.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza menjelaskan, polisi hanya membantu melakukan penangkapan. Fauzi ditahan atas kasus 351 KUHP. Kasus tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan setelah dinyatakan P21 pada 2017 lalu. ”Rabu (10/1) kejaksaan meminta bantuan penangkapan kepada polres,” tuturnya.

Baca Juga :  Tersangka Penembakan Ibnu Hajar Tak Terendus

Dijelaskan, Fauzi sebenarnya sudah divonis 2 tahun 8 bulan saat menjalani sidang di pengadilan negeri (PN). Kemudian, dia melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Hasilnya, putusan PT menguatkan putusan dari PN Bangkalan. Dia pun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

”Putusan kasasinya sudah turun. Putusannya menguatkan putusan PT dengan masa hukuman 2 tahun 8 bulan,” papar Jeni Al Jauza yang sebelumnya menjabat sebagai Panit II Unit III Subdit III Ditreskrimum Polda Jatim. Jeni menerangkan, ada sekitar 15 personel berpakaian preman yang dikerahkan untuk melakukan penangkapan saat itu.

Jaksa Kejari Bangkalan Hendra Purwanto Arifin memaparkan, eksekusi terhadap Ahmad Fauzi sudah sesuai putusan MA Nomor 1232/Pid./2017 tanggal 20 November 2017. Diterangkan, Fauzi sempat lepas demi hukum selama tiga bulan. Dia bisa melenggang keluar dari rutan dikarenakan masa penahanannya habis.

”Lepas demi hukum sejak sekitar September kalau tidak salah. Untuk dasar bisa keluar, pada saat itu penetapan perpanjangan tahanan dari PT belum keluar. Makanya bisa lepas,” paparnya.

Baca Juga :  Mantan TKI Tusuk Perut Tekong

Dia membenarkan jika putusan MA menguatkan vonis hukuman untuk Fauzi selama 2 tahun 8 bulan. ”Kasasinya menguatkan putusan di PT,” kata Hendra. Namun Fauzi tinggal menjalani masa hukuman 2 tahun 2 bulan. Sebab dia pernah menjalani hukuman sebelumnya selama enam bulan.

Sementara itu, Arif Sulaiman selaku kuasa hukum Fauzi saat melakukan banding ke PT Surabaya mengaku, dirinya sudah bukan kuasa hukumnya. Sebab proses pendampingannya hanya pada saat banding ke PT. Dia juga mengetahui jika Fauzi kembali ditangkap. ”Tapi bukan saya lagi pengacaranya. Kurang tahu siapa sekarang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, kuasa hukum yang digunakan Fauzi mulai dari masa proses persidangan di PN, PT, hingga kasasi berubah-ubah. Fauzi bisa keluar dari rutan karena PT tidak bisa memperpanjang masa penahanan. Sedangkan proses hukum masih berjalan. ”Saat itu sudah diperpanjang sama PT tapi sudah habis,” ucapnya.

Perlu diketahui, pada Senin (21/8/2016), Fauzi bersama tiga rekannya melakukan penganiayaan kepada Abdul Manan yang diduga karena motif asmara. Kemudian pada Rabu (31/8/2016) keluarga korban melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian. Setelah dua kali gagal, Selasa (7/2/2017), polisi berhasil meringkus Fauzi di rumahnya. 

- Advertisement -

BANGKALAN – Kasus penganiayaan kembali menyeret eks Kepala Desa (Kades) Pereng, Kecamatan Burneh, Ahmad Fauzi, 35, ke jeruji besi. Setelah sempat keluar dari rumah tahanan (Rutan) Kelas II-B Bangkalan pada 2017 lalu, dia kembali ditangkap kemarin (12/1) sekitar pukul 13.00. Penangkapan dilakukan anggota Reskrim Polres Bangkalan di pertigaan Junok, Kecamatan Burneh.

Penangkapan itu dilakukan atas permintaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. Beberapa hari kemudian polisi mendapat informasi bahwa Fauzi sedang menuju Bangkalan. Berbekal informasi itu, petugas korps berbaju cokelat tersebut melakukan pemantauan. Saat itu dia bersama salah satu anggota keluarga yang tidak diketahui identitasnya.

Polisi langsung menghentikan mobil Innova hitam Nopol B 1866 MM yang dikendarai Fauzi dan melakukan penangkapan. Saat ditangkap, tidak ada perlawanan dari Fauzi. Petugas kemudian membawanya ke Mapolres Bangkalan. Sedangkan temannnya yang diduga sebagai saudara Fauzi diminta pulang dan membawa mobil yang ditumpanginya.


Setelah ditangkap, Fauzi diserahkan ke Kejari Bangkalan. Sebab, pria 35 tahun itu bukan lagi berstatus tahanan Polres Bangkalan, melainkan Kejari Bangkalan. Sebelum meninggalkan mapolres, istri Fauzi sempat menangis histeris. Dia memeluk suaminya sebelum masuk ke mobil untuk dibawa ke kantor kejari.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza menjelaskan, polisi hanya membantu melakukan penangkapan. Fauzi ditahan atas kasus 351 KUHP. Kasus tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan setelah dinyatakan P21 pada 2017 lalu. ”Rabu (10/1) kejaksaan meminta bantuan penangkapan kepada polres,” tuturnya.

Baca Juga :  Istri Melahirkan, Suami Ditangkap Polisi

Dijelaskan, Fauzi sebenarnya sudah divonis 2 tahun 8 bulan saat menjalani sidang di pengadilan negeri (PN). Kemudian, dia melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Hasilnya, putusan PT menguatkan putusan dari PN Bangkalan. Dia pun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

”Putusan kasasinya sudah turun. Putusannya menguatkan putusan PT dengan masa hukuman 2 tahun 8 bulan,” papar Jeni Al Jauza yang sebelumnya menjabat sebagai Panit II Unit III Subdit III Ditreskrimum Polda Jatim. Jeni menerangkan, ada sekitar 15 personel berpakaian preman yang dikerahkan untuk melakukan penangkapan saat itu.

Jaksa Kejari Bangkalan Hendra Purwanto Arifin memaparkan, eksekusi terhadap Ahmad Fauzi sudah sesuai putusan MA Nomor 1232/Pid./2017 tanggal 20 November 2017. Diterangkan, Fauzi sempat lepas demi hukum selama tiga bulan. Dia bisa melenggang keluar dari rutan dikarenakan masa penahanannya habis.

”Lepas demi hukum sejak sekitar September kalau tidak salah. Untuk dasar bisa keluar, pada saat itu penetapan perpanjangan tahanan dari PT belum keluar. Makanya bisa lepas,” paparnya.

Baca Juga :  Gara-Gara Rumput, Tetangga Bacok Kakek di Depan Cucu

Dia membenarkan jika putusan MA menguatkan vonis hukuman untuk Fauzi selama 2 tahun 8 bulan. ”Kasasinya menguatkan putusan di PT,” kata Hendra. Namun Fauzi tinggal menjalani masa hukuman 2 tahun 2 bulan. Sebab dia pernah menjalani hukuman sebelumnya selama enam bulan.

Sementara itu, Arif Sulaiman selaku kuasa hukum Fauzi saat melakukan banding ke PT Surabaya mengaku, dirinya sudah bukan kuasa hukumnya. Sebab proses pendampingannya hanya pada saat banding ke PT. Dia juga mengetahui jika Fauzi kembali ditangkap. ”Tapi bukan saya lagi pengacaranya. Kurang tahu siapa sekarang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, kuasa hukum yang digunakan Fauzi mulai dari masa proses persidangan di PN, PT, hingga kasasi berubah-ubah. Fauzi bisa keluar dari rutan karena PT tidak bisa memperpanjang masa penahanan. Sedangkan proses hukum masih berjalan. ”Saat itu sudah diperpanjang sama PT tapi sudah habis,” ucapnya.

Perlu diketahui, pada Senin (21/8/2016), Fauzi bersama tiga rekannya melakukan penganiayaan kepada Abdul Manan yang diduga karena motif asmara. Kemudian pada Rabu (31/8/2016) keluarga korban melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian. Setelah dua kali gagal, Selasa (7/2/2017), polisi berhasil meringkus Fauzi di rumahnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Penadah Sepeda Oknum PNS Jadi Tersangka

Wartawan Harus Lawan Hoaks

Artikel Terbaru

/