alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Arifin Bunuh Tetangga Pakai Raket Nyamuk, Kapolres: Petunjuk di Mimpi

SAMPANG – Polres Sampang akhirnya berhasil menangkap tersangka kasus pembunuhan yang menewaskan Tora’i, warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah akhir Nopember lalu.

Tersangka diidentifikasi bernama Arifin, yang notabene tetangga korban. Pria 27 tahun itu tega membunuh Tora’i karena sakit hati dan membalas dendam.

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS mengatakan, tersangka mengaku sering bermimpi. Arifin mendapat petunjuk bahwa yang membuat sakit orang tuanya adalah Tora’i.

“Tersangka juga diberi petunjuk, jika ingin membunuh Tora’i harus menggunakan raket pembasmi nyamuk. Karena sering mimpi, Arifin yakin Tora’i yang menyebabkan keluarganya sakit,” katanya.

Dijelaskan, satu bulan sebelum kejadian, tersangka sudah berencana membunuh Tora’i. Karena takut mengeksekusi sendirian, tersangka mengajak salah satu temannya.

Baca Juga :  Melanggar, 75 Pengendara Ditilang dan Disidang di Tempat

“Sebelum membunuh, Arifin mengambil raket di kuburan neneknya. Sesuai petunjuk di mimpi, raket harus ditaruh di kuburan neneknya dan diambil pukul 10.00,” terang Didit.

Singkat cerita, lanjut Didit, tersangka dan temannya bertemu Tora’i di jalan saat hendak salat Jum’at. Mereka lalu berkelahi dan Tora’i akhirnya tewas.

“Setelah menghabisi Tora’i pakai raket, tersangka ke masjid. Seusai salat, tersangka kembali lagi ke lokasi kejadian untuk memastikan sudah meninggal apa belum,” lanjutnya.

Didit menambahkan, tersangka berhasil diamankan polisi berkat bantuan masyarakat. “Karena direncanakan, tersangka diancam hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Tora’i ditemukan tewas tergeletak di jalan Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, Jumat siang (29/11). Pria 55 tahun itu diisukan sebagai tukang santet. (Moh Iqbal)

Baca Juga :  Polisi Razia Hotel, Kafe, hingga Rumah Kos
- Advertisement -

SAMPANG – Polres Sampang akhirnya berhasil menangkap tersangka kasus pembunuhan yang menewaskan Tora’i, warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah akhir Nopember lalu.

Tersangka diidentifikasi bernama Arifin, yang notabene tetangga korban. Pria 27 tahun itu tega membunuh Tora’i karena sakit hati dan membalas dendam.

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS mengatakan, tersangka mengaku sering bermimpi. Arifin mendapat petunjuk bahwa yang membuat sakit orang tuanya adalah Tora’i.


“Tersangka juga diberi petunjuk, jika ingin membunuh Tora’i harus menggunakan raket pembasmi nyamuk. Karena sering mimpi, Arifin yakin Tora’i yang menyebabkan keluarganya sakit,” katanya.

Dijelaskan, satu bulan sebelum kejadian, tersangka sudah berencana membunuh Tora’i. Karena takut mengeksekusi sendirian, tersangka mengajak salah satu temannya.

Baca Juga :  Tersangka Pembacokan di Kecamatan Robatal, Diduga Terlibat Curwan

“Sebelum membunuh, Arifin mengambil raket di kuburan neneknya. Sesuai petunjuk di mimpi, raket harus ditaruh di kuburan neneknya dan diambil pukul 10.00,” terang Didit.

Singkat cerita, lanjut Didit, tersangka dan temannya bertemu Tora’i di jalan saat hendak salat Jum’at. Mereka lalu berkelahi dan Tora’i akhirnya tewas.

“Setelah menghabisi Tora’i pakai raket, tersangka ke masjid. Seusai salat, tersangka kembali lagi ke lokasi kejadian untuk memastikan sudah meninggal apa belum,” lanjutnya.

Didit menambahkan, tersangka berhasil diamankan polisi berkat bantuan masyarakat. “Karena direncanakan, tersangka diancam hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Tora’i ditemukan tewas tergeletak di jalan Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, Jumat siang (29/11). Pria 55 tahun itu diisukan sebagai tukang santet. (Moh Iqbal)

Baca Juga :  Dinkes Sampang Gelar Lomba Lansia Sehat, Ini Alasannya
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/