alexametrics
21 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Serang Pak Haji Pakai Celurit, Pria Ini Tewas

SAMPANG – Main hakim sendiri hingga mengakibatkan nyawa seseorang melayang masih terjadi. Kali ini insiden mengenaskan itu menimpa kepada Suhedi, 40, warga Dusun Sloros, Desa Birem, Kecamatan Tambelangan. Pria diduga mengalami gangguan jiwa itu tewas bersimbah darah setelah dihakimi warga.

Sebelum itu Suhedi menganiaya H Subeh, 55, dan H Sodik, 35, warga setempat dengan celurit. Akibat tebasan senjata tajam (sajam) itu H Subeh luka robek di kepala bagian belakang sedalam 4 sentimeter, luka robek pada telapak kaki kanan sekitar 7 sentimeter, dan luka robek tangan kiri hingga jari-jari tangan hampir putus.

Sementara H Sodik mengalami luka robek pada pinggang kurang lebih 7 sentimeter dan luka robek pada pergelangan tangan nyaris putus. Peristiwa mengenaskan itu terjadi ketika Suhedi mendatangi H Subeh yang dianggap telah mengambil istrinya, Minggu (10/12). Suhedi dan H Subeh terlibat cekcok.

Baca Juga :  Diduga Aniaya Warga, Pamong Desa Dipolisikan

Suhedi mengeluarkan celurit dan langsung membabi buta menganiaya H Subeh. Mengetahui peristiwa tersebut, warga berdatangan. H Sodik yang berusaha melerai menjadi korban sajam milik Suhedi. ”Kami sudah meminta keterangan saksi mata dan mengamankan sajam yang digunakan pelaku,” kata Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, Seni (11/12).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.00 itu membuat warga geram. Aksi yang dilakukan Suhedi terhenti setelah warga mengeroyok pelaku. ”Pelaku akhirnya tewas di lokasi. Kami terus melakukan pengembangan,” tegasnya.

Warga membawa kedua korban ke Puskesmas Tambelangan untuk pertolongan medis. Karena tidak memungkinkan, akhirnya korban dirujuk ke RSUD Sampang dan RSUD dr Soetomo Surabaya.

- Advertisement -

SAMPANG – Main hakim sendiri hingga mengakibatkan nyawa seseorang melayang masih terjadi. Kali ini insiden mengenaskan itu menimpa kepada Suhedi, 40, warga Dusun Sloros, Desa Birem, Kecamatan Tambelangan. Pria diduga mengalami gangguan jiwa itu tewas bersimbah darah setelah dihakimi warga.

Sebelum itu Suhedi menganiaya H Subeh, 55, dan H Sodik, 35, warga setempat dengan celurit. Akibat tebasan senjata tajam (sajam) itu H Subeh luka robek di kepala bagian belakang sedalam 4 sentimeter, luka robek pada telapak kaki kanan sekitar 7 sentimeter, dan luka robek tangan kiri hingga jari-jari tangan hampir putus.

Sementara H Sodik mengalami luka robek pada pinggang kurang lebih 7 sentimeter dan luka robek pada pergelangan tangan nyaris putus. Peristiwa mengenaskan itu terjadi ketika Suhedi mendatangi H Subeh yang dianggap telah mengambil istrinya, Minggu (10/12). Suhedi dan H Subeh terlibat cekcok.

Baca Juga :  Kesal Tak Diberi Uang, Sholeh Gorok Leher┬áPemilik Warung

Suhedi mengeluarkan celurit dan langsung membabi buta menganiaya H Subeh. Mengetahui peristiwa tersebut, warga berdatangan. H Sodik yang berusaha melerai menjadi korban sajam milik Suhedi. ”Kami sudah meminta keterangan saksi mata dan mengamankan sajam yang digunakan pelaku,” kata Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, Seni (11/12).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.00 itu membuat warga geram. Aksi yang dilakukan Suhedi terhenti setelah warga mengeroyok pelaku. ”Pelaku akhirnya tewas di lokasi. Kami terus melakukan pengembangan,” tegasnya.

Warga membawa kedua korban ke Puskesmas Tambelangan untuk pertolongan medis. Karena tidak memungkinkan, akhirnya korban dirujuk ke RSUD Sampang dan RSUD dr Soetomo Surabaya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/