alexametrics
21.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Hendak Siram Tembakau, Petani di Sumenep Temukan Bayi Mati Mengapung

SUMENEP – Warga Desa Sera Timur, Kecamatan Bluto dihebohkan dengan penemuan bayi, Senin (12/8) sekitar pukul 13.00. Bayi tersebut ditemukan petani saat menyiram tanaman tembakaunya.

Jondro Riadi, warga Desa Sera Timur menuturkan, setelah salat duhur berencana menyiram tanaman tembakaunya. Saat melewati saluran air di dekat sumur, Riadi merasa ada yang aneh.

“Saya lalu mengecek saluran air, kok seperti ada benda mirip boneka yang terapung. Karena penasaran, akhirnya saya dekati. Saya kaget karena itu bayi,” tutur pria 40 tahun itu.

Mengetahui hal itu, Riadi lalu mengabari keluarganya. Warga pun datang ke sawah. Riadi lalu membawa bayi itu ke rumahnya dan memanggil bidan. “Saya juga membeli kain kafan karena ingin segera menguburnya,” katanya.

Baca Juga :  Indonesia Rumah Bersama, Cegah Radikalisme Agama

Namun, niat mengubur sang bayi diurungkan. “Saya menghubungi kepala desa dan beberapa saat kemudian polisi datang. Selanjutnya, polisi membawa bayi ke runah sakit,” jelasnya.

Iptu Wahyudi, Kapolsek Bluto terlihat menemani bayi nahas itu bersama Riadi ke RSUD dr. Moh Anwar Sumenep. “Kami akan menindak lanjuti kasus ini. Lihat dulu hasil otopsinya,” tegasnya. (Rofiqi)

- Advertisement -

SUMENEP – Warga Desa Sera Timur, Kecamatan Bluto dihebohkan dengan penemuan bayi, Senin (12/8) sekitar pukul 13.00. Bayi tersebut ditemukan petani saat menyiram tanaman tembakaunya.

Jondro Riadi, warga Desa Sera Timur menuturkan, setelah salat duhur berencana menyiram tanaman tembakaunya. Saat melewati saluran air di dekat sumur, Riadi merasa ada yang aneh.

“Saya lalu mengecek saluran air, kok seperti ada benda mirip boneka yang terapung. Karena penasaran, akhirnya saya dekati. Saya kaget karena itu bayi,” tutur pria 40 tahun itu.


Mengetahui hal itu, Riadi lalu mengabari keluarganya. Warga pun datang ke sawah. Riadi lalu membawa bayi itu ke rumahnya dan memanggil bidan. “Saya juga membeli kain kafan karena ingin segera menguburnya,” katanya.

Baca Juga :  Pengungkapan Narkoba Berkutat di Pengguna

Namun, niat mengubur sang bayi diurungkan. “Saya menghubungi kepala desa dan beberapa saat kemudian polisi datang. Selanjutnya, polisi membawa bayi ke runah sakit,” jelasnya.

Iptu Wahyudi, Kapolsek Bluto terlihat menemani bayi nahas itu bersama Riadi ke RSUD dr. Moh Anwar Sumenep. “Kami akan menindak lanjuti kasus ini. Lihat dulu hasil otopsinya,” tegasnya. (Rofiqi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/