alexametrics
23.9 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Selamatkan Uang Negara Rp 2,8 Miliar

BANGKALAN – Sepanjang 2018 ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan berhasil menyelamatkan keuangan negara miliaran rupiah. Uang itu telah disetor kepada pemerintah menjadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Kepala Kejari Bangkalan Badrut Tamam mengatakan, pada 2018 ini pagu anggaran kejari Rp 5.455.079.000. Perinciannya, belanja pegawai Rp 4.520.705.000 dan Rp 934.374.000 untuk belanja barang atau untuk menjalankan program kegiatan.

Selama 2018 ini, di bawah kepemimpinan Badrut Tamam, Korps Adhyaksa berhasil menyelamatkan keuangan negara Rp 2.828.512.238 dari beberapa bidang. Pertama, bidang pidsus Rp 630.286.600. Uang itu bersumber dari beberapa hal. Di antaranya, uang pengembalian (UP), denda, dan ongkos perkara.

Kedua, bidang pidum Rp 2.169.974.500. Uang itu bersumber dari beberapa hal. Di antaranya, denda tilang, uang perampasan BB, dan ongkos perkara. Ketiga, Rp 28.251.138 bersumber dari bidang datun dan pembinaan.

Uang yang telah disetor dan menjadi PNBP senilai Rp 2.365.670.638. Sementara uang yang masih dalam penyetoran agar menjadi PNBP senilai Rp 462.841.600.

Baca Juga :  Polisi Ciduk Pemakai Sabu

Dana Rp 462.841.600 bersumber dari dua perkara korupsi yang masih berjalan. Perinciannya, Rp 432.841.600 hasil pengembalian dari kepala desa atau BUMDes dalam perkara dugaan korupsi realisasi program kambing etawa yang saat ini masuk tahap penyidikan.

Sementara Rp 30.000.000 hasil uang pengembalian dari perkara dugaan korupsi lainnya. Yakni, perkara mantan anggota DPRD Bangkalan Ahmad Safrudin yang diduga menggelapkan mobil dinas (mobdin).

Saat ini perkara pria berusia 51 tahun asal Desa Macajah, Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan, itu masih proses sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. ”Besok (hari ini, Red) sidang putusan mantan anggota dewan gelapkan mobil dinas,” tegas Badrut Tamam. Usai perkara dugaan korupsi kambing etawa dan mantan anggota dewan, secepatnya Rp 462.841.600 akan disetor menjadi PNBP.

Selain itu, lanjut Badrut Tamam, bidang datun berhasil memulihkan keuangan negara melalui surat kuangan khusus (SKK) tiga instansi senilai Rp 206.228.517. Perinciannya, Bank Perkereditan Rakyat (BPR) Rp 155.133.645, PDAM Rp 45.920.247, dan BPJS Kesehatan Rp 5.174.625.

Baca Juga :  Aneh, Polres Angkat Tangan?

BT –sapaan akrab Badrut Tamam– menambahkan, Bidang Intelijen Kejari Bangkalan melalui program tim pengawal, pengamanan pemerintah, dan pembangunan daerah (TP4D) telah melakukan pendampingan kepada empat proyek besar senilai Rp 103.813.047.000. Perinciannya, pembangunan proyek rest area tahap III senilai Rp 79.212.237.000 dan proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Rp 19.903.810.000. Semua proyek itu milik BPWS.

Dua proyek lainnya yakni pembangunan kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan Rp 3.247.000.000 serta rehabilitasi tembok pengamanan pantai milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan senilai Rp 1.450.000.000. ”Itulah capaian kinerja Kejari Bangkalan selama 2018,” tutup pria asal Pamekasan itu.

- Advertisement -

BANGKALAN – Sepanjang 2018 ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan berhasil menyelamatkan keuangan negara miliaran rupiah. Uang itu telah disetor kepada pemerintah menjadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Kepala Kejari Bangkalan Badrut Tamam mengatakan, pada 2018 ini pagu anggaran kejari Rp 5.455.079.000. Perinciannya, belanja pegawai Rp 4.520.705.000 dan Rp 934.374.000 untuk belanja barang atau untuk menjalankan program kegiatan.

Selama 2018 ini, di bawah kepemimpinan Badrut Tamam, Korps Adhyaksa berhasil menyelamatkan keuangan negara Rp 2.828.512.238 dari beberapa bidang. Pertama, bidang pidsus Rp 630.286.600. Uang itu bersumber dari beberapa hal. Di antaranya, uang pengembalian (UP), denda, dan ongkos perkara.


Kedua, bidang pidum Rp 2.169.974.500. Uang itu bersumber dari beberapa hal. Di antaranya, denda tilang, uang perampasan BB, dan ongkos perkara. Ketiga, Rp 28.251.138 bersumber dari bidang datun dan pembinaan.

Uang yang telah disetor dan menjadi PNBP senilai Rp 2.365.670.638. Sementara uang yang masih dalam penyetoran agar menjadi PNBP senilai Rp 462.841.600.

Baca Juga :  Staf Kemenpora Resmikan Rumah Singgah dan Kreatif

Dana Rp 462.841.600 bersumber dari dua perkara korupsi yang masih berjalan. Perinciannya, Rp 432.841.600 hasil pengembalian dari kepala desa atau BUMDes dalam perkara dugaan korupsi realisasi program kambing etawa yang saat ini masuk tahap penyidikan.

Sementara Rp 30.000.000 hasil uang pengembalian dari perkara dugaan korupsi lainnya. Yakni, perkara mantan anggota DPRD Bangkalan Ahmad Safrudin yang diduga menggelapkan mobil dinas (mobdin).

Saat ini perkara pria berusia 51 tahun asal Desa Macajah, Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan, itu masih proses sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. ”Besok (hari ini, Red) sidang putusan mantan anggota dewan gelapkan mobil dinas,” tegas Badrut Tamam. Usai perkara dugaan korupsi kambing etawa dan mantan anggota dewan, secepatnya Rp 462.841.600 akan disetor menjadi PNBP.

Selain itu, lanjut Badrut Tamam, bidang datun berhasil memulihkan keuangan negara melalui surat kuangan khusus (SKK) tiga instansi senilai Rp 206.228.517. Perinciannya, Bank Perkereditan Rakyat (BPR) Rp 155.133.645, PDAM Rp 45.920.247, dan BPJS Kesehatan Rp 5.174.625.

Baca Juga :  PDAM Naikkan Tarif Dasar Air

BT –sapaan akrab Badrut Tamam– menambahkan, Bidang Intelijen Kejari Bangkalan melalui program tim pengawal, pengamanan pemerintah, dan pembangunan daerah (TP4D) telah melakukan pendampingan kepada empat proyek besar senilai Rp 103.813.047.000. Perinciannya, pembangunan proyek rest area tahap III senilai Rp 79.212.237.000 dan proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Rp 19.903.810.000. Semua proyek itu milik BPWS.

Dua proyek lainnya yakni pembangunan kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan Rp 3.247.000.000 serta rehabilitasi tembok pengamanan pantai milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan senilai Rp 1.450.000.000. ”Itulah capaian kinerja Kejari Bangkalan selama 2018,” tutup pria asal Pamekasan itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/