alexametrics
25.1 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Isu Santet, Nyawa Melayang

SAMPANG – Nahas menimpa Sarijan, 60, warga Dusun Tejateh, Desa Morbatoh, Kecamatan Banyuates, Sampang. Pensiunan pesuruh SD itu tewas dengan sejumlah luka di bagian tubuhnya Sabtu (8/12) sekitar pukul 19.30.

Awalnya warga sekitar dan keluarga mengira Sarijan meninggal akibat kecelakaan. Namun setelah dilakukan penyelidikan, muncul sejumlah bukti bahwa Sarijan dibunuh.

Sarijan mengalami luka lebam akibat benda tumpul di wajah, luka robek di dahi, serta luka robek di pelipis kanan dan kiri. Pada jasad Sarijan juga terdapat luka robek di bawah dagu serta luka robek di leher kanan dan kiri.

Senin (10/12) Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang bersama jajaran Polsek Banyuates menangkap terduga pelaku pembunuhan. Yaitu, Hori, 28, warga yang masih satu dusun dengan Sarijan.

Baca Juga :  Diduga Cemburu, Seorang Kakak di Sumenep Tega Bacok Perut Adik Ipar

”Setelah memeriksa saksi, tim opsnal beserta polsek menangkap terduga pelaku pembunuhan,” tutur Kabaghumas Polres Sampang Ipda Puji Eko Waluyo.

Korban ditemukan Tusaroh, 28, warga setempat. Dia mendapati korban penuh luka di pinggir jalan. Tusaroh kemudian memberi tahu Muhlis, 37, anak korban, melalui telepon.

Setelah Muhlis datang, korban sudah tidak sadarkan diri dengan banyak luka di bagian wajah. Korban lalu dibawa ke Puskesmas Banyuates. ”Korban sebenarnya sudah meninggal di lokasi kejadian,” ungkap Puji Eko Waluyo.

Anak korban melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian sehingga terungkaplah terduga pelaku pembunuhan. ”Berdasar pengakuan tersangka, guru tersangka meninggal tidak wajar, diduga disantet oleh korban,” jelasnya.

Baca Juga :  Sidang di Surabaya, Kejati Jatim Tunjuk Enam Jaksa

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah tersangka. Yaitu, pisau lengkap dengan sarung pengaman yang masih dalam keadaan tertutup dengan bercak darah. Barang bukti lainnya yakni kaus putih dengan bercak darah, baju putih dengan bercak darah, dan batu fondasi dengan bercak darah.

”Tersangka diduga melakukan pembunuhan tidak sendirian. Kami masih memburu tersangka lainnya,” pungkas Puji Eko Waluyo.

- Advertisement -

SAMPANG – Nahas menimpa Sarijan, 60, warga Dusun Tejateh, Desa Morbatoh, Kecamatan Banyuates, Sampang. Pensiunan pesuruh SD itu tewas dengan sejumlah luka di bagian tubuhnya Sabtu (8/12) sekitar pukul 19.30.

Awalnya warga sekitar dan keluarga mengira Sarijan meninggal akibat kecelakaan. Namun setelah dilakukan penyelidikan, muncul sejumlah bukti bahwa Sarijan dibunuh.

Sarijan mengalami luka lebam akibat benda tumpul di wajah, luka robek di dahi, serta luka robek di pelipis kanan dan kiri. Pada jasad Sarijan juga terdapat luka robek di bawah dagu serta luka robek di leher kanan dan kiri.


Senin (10/12) Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang bersama jajaran Polsek Banyuates menangkap terduga pelaku pembunuhan. Yaitu, Hori, 28, warga yang masih satu dusun dengan Sarijan.

Baca Juga :  Warga Polisikan Kades Bira Tengah

”Setelah memeriksa saksi, tim opsnal beserta polsek menangkap terduga pelaku pembunuhan,” tutur Kabaghumas Polres Sampang Ipda Puji Eko Waluyo.

Korban ditemukan Tusaroh, 28, warga setempat. Dia mendapati korban penuh luka di pinggir jalan. Tusaroh kemudian memberi tahu Muhlis, 37, anak korban, melalui telepon.

Setelah Muhlis datang, korban sudah tidak sadarkan diri dengan banyak luka di bagian wajah. Korban lalu dibawa ke Puskesmas Banyuates. ”Korban sebenarnya sudah meninggal di lokasi kejadian,” ungkap Puji Eko Waluyo.

Anak korban melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian sehingga terungkaplah terduga pelaku pembunuhan. ”Berdasar pengakuan tersangka, guru tersangka meninggal tidak wajar, diduga disantet oleh korban,” jelasnya.

Baca Juga :  Gelapkan Mobdin, Mantan Legislator Ditahan Kejari

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah tersangka. Yaitu, pisau lengkap dengan sarung pengaman yang masih dalam keadaan tertutup dengan bercak darah. Barang bukti lainnya yakni kaus putih dengan bercak darah, baju putih dengan bercak darah, dan batu fondasi dengan bercak darah.

”Tersangka diduga melakukan pembunuhan tidak sendirian. Kami masih memburu tersangka lainnya,” pungkas Puji Eko Waluyo.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Pesimistis APBDP Terserap Maksimal

Kades Basoka Dukung Bambang Heriyanto

Rekrutmen PPPK Tunggu Juknis dan Juklak

Tambahan Anggaran Pilkada Abu-Abu

Artikel Terbaru

/