alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Usut Kasus Dugaan Pemotongan Jaspel, Polisi Panggil 9 Saksi

SAMPANG – Kasus dugaan pemotongan dana jasa pelayanan (jaspel) di Puskesmas Robatal terus didalami Satreskrim Polres Sampang. Buktinya, sudah ada sembilan orang penerima jaspel di Puskesmas Robatal yang dipanggil polisi.

Kapolres AKBP Abdul Hafidz yang dikonfirmasi melalui Kanit Tipikor Satreskrim Polres Sampang Ipda Indarta mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan pemotongan dana kapitasi jaspel di Puskesmas Robatal. ”Karena itu, penerima jaspel dimintai keterangan,” katanya.

Menurut dia, sampai saat ini sudah ada sembilan penerima jaspel yang dimintai keterangan. Pemanggilan sembilan orang tersebut tidak dilakukan secara bersamaan. Setiap melakukan pemanggilan, polisi memeriksa dua sampai empat orang.

Baca Juga :  Dua Hari, Polres Sampang Sergap Lima Penyalahguna Narkoba Jenis SS

”Yang dimintai keterangan itu statusnya penerima jaspel semua. Kurang lebih ada sembilan orang,” ucap Indarta.

Dijelaskan, sampai saat ini polisi belum memanggil dan meminta keterangan kepala puskesmas. Salah satu pertimbangannya, masih fokus kepada para penerima jaspel. ”Kalau kepala puskesmas belum ada yang diperiksa,” tutup Indarta. (iqb)

Selengkapnya baca Jawa Pos Radar Madura edisi Sabtu, 12 September 2020.

SAMPANG – Kasus dugaan pemotongan dana jasa pelayanan (jaspel) di Puskesmas Robatal terus didalami Satreskrim Polres Sampang. Buktinya, sudah ada sembilan orang penerima jaspel di Puskesmas Robatal yang dipanggil polisi.

Kapolres AKBP Abdul Hafidz yang dikonfirmasi melalui Kanit Tipikor Satreskrim Polres Sampang Ipda Indarta mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan pemotongan dana kapitasi jaspel di Puskesmas Robatal. ”Karena itu, penerima jaspel dimintai keterangan,” katanya.

Menurut dia, sampai saat ini sudah ada sembilan penerima jaspel yang dimintai keterangan. Pemanggilan sembilan orang tersebut tidak dilakukan secara bersamaan. Setiap melakukan pemanggilan, polisi memeriksa dua sampai empat orang.

Baca Juga :  Siswa Belajar di Rumah, Guru dan TU Masuk Seperti Biasa

”Yang dimintai keterangan itu statusnya penerima jaspel semua. Kurang lebih ada sembilan orang,” ucap Indarta.

Dijelaskan, sampai saat ini polisi belum memanggil dan meminta keterangan kepala puskesmas. Salah satu pertimbangannya, masih fokus kepada para penerima jaspel. ”Kalau kepala puskesmas belum ada yang diperiksa,” tutup Indarta. (iqb)

Selengkapnya baca Jawa Pos Radar Madura edisi Sabtu, 12 September 2020.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Menyoal Independensi Pesantren

Bangkalan Belum Miliki Monumen Khas

Peserta Lomba Azan Siap Menang

Artikel Terbaru

/