alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Tangkap Tersangka Pemerkosaan di Jakarta

SAMPANG – Persembunyian Imam, 20, warga Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Sampang, terbongkar. Tersangka pencabulan gadis di bawah umur berinisial MH, 16, itu ditangkap di wilayah Cikarang Barat, Jakarta Timur, Selasa (10/7).

Peristiwa yang tak bisa dilupakan MH itu terjadi Minggu (1/7). Saat itu MH sebagai korban sedang menonton acara imtihanan di salah satu lembaga pendidikan yang tak jauh dari rumahnya. Waktu itu, korban bersama kakak perempuannya.

Korban diajak ketemuan oleh tersangka ke salah satu kebun di sekitar lokasi acara imtihanan tersebut. Di kebun itulah, korban dipaksa oleh tersangka melakukan hubungan badan yang mengakibatkan keperawanannya hilang.

Orang tua korban melaporkan kejadian itu kepada polisi tiga hari setelah kejadian, yaitu Rabu (4/7). Orang tua korban baru mengetahui setelah putrinya tampak berbeda dari biasanya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, setelah ada laporan dan dilakukan penyelidikan, pihaknya menetapkan tersangka.

Baca Juga :  Berkas Kasus Pelecehan Seksual Pelajar Masuk Kejari

Namun, saat digerebek, tersangka sudah tidak ada di rumah. Polisi mengembangkan penyidikan dengan meminta keterangan saksi dan warga.

Diketahui, tersangka telah melarikan diri ke Jakarta. Tak menunggu waktu lama, setelah memastikan lokasi dan tempat persembunyian tersangka, Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang bergerak cepat.

”Kami berhasil menangkap tersangka kasus pencabulan. Tersangka ditangkap di Jakarta. Tersangka tinggal bersama kerabatnya,” jelas Hery.

Kemarin sore tersangka dalam perjalanan dari Jakarta menuju Mapolres Sampang. Menurut Hery, Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang bersama tersangka sudah memesan tiket menuju Surabaya.

Senin (9/7) Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang juga berhasil menangkap DPO kasus persetubuhan dan pencabulan terhadap anak. Yaitu, Rosidi, 30, warga Desa Barung Gagah, Kecamatan Tambelangan, Sampang.

Korbannya berinisial IJ yang tak lain keponakan tersangka. Kejadiannya 15 Juni di persawahan, Dusun Takotah, Desa Barung Gagah, Kecamatan Tambelangan.

Baca Juga :  Kejari Tahan Karyawan Bank

Kejadian bermula saat korban bermain dan menginap di rumah neneknya. Sekitar pukul 07.00, tersangka yang tak lain adalah paman korban mengajak IJ jalan-jalan menggunakan sepeda motor.

Usai pulang dari jalan-jalan, tersangka menghentikan sepeda motornya di pinggiran sawah yang sepi dan meminta korban turun. Saat itu korban menolak turun. Tapi oleh tersangka, korban ditarik.

Lalu, tersangka memaksa korban merebahkan tubuhnya ke tanah. Korban ditampar di bagian pipi kanan dan kiri sebanyak dua kali dan diakhiri dengan tonjokan di bagian wajah yang mengakibatkan korban pingsan.

Setelah siuman, korban mendapati celana dalamnya sudah di paha. Tersangka menarik dan membuangnya. Selanjutnya, korban diantarkan oleh tersangka ke rumah neneknya.

”Tersangka kasus pencabulan dijerat pasal 81 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun dan paling 15 belas tahun penjara,” pungkas Hery.

- Advertisement -

SAMPANG – Persembunyian Imam, 20, warga Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Sampang, terbongkar. Tersangka pencabulan gadis di bawah umur berinisial MH, 16, itu ditangkap di wilayah Cikarang Barat, Jakarta Timur, Selasa (10/7).

Peristiwa yang tak bisa dilupakan MH itu terjadi Minggu (1/7). Saat itu MH sebagai korban sedang menonton acara imtihanan di salah satu lembaga pendidikan yang tak jauh dari rumahnya. Waktu itu, korban bersama kakak perempuannya.

Korban diajak ketemuan oleh tersangka ke salah satu kebun di sekitar lokasi acara imtihanan tersebut. Di kebun itulah, korban dipaksa oleh tersangka melakukan hubungan badan yang mengakibatkan keperawanannya hilang.


Orang tua korban melaporkan kejadian itu kepada polisi tiga hari setelah kejadian, yaitu Rabu (4/7). Orang tua korban baru mengetahui setelah putrinya tampak berbeda dari biasanya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, setelah ada laporan dan dilakukan penyelidikan, pihaknya menetapkan tersangka.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Penggelapan Kendaraan Masih Pemanggilan Saksi

Namun, saat digerebek, tersangka sudah tidak ada di rumah. Polisi mengembangkan penyidikan dengan meminta keterangan saksi dan warga.

Diketahui, tersangka telah melarikan diri ke Jakarta. Tak menunggu waktu lama, setelah memastikan lokasi dan tempat persembunyian tersangka, Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang bergerak cepat.

”Kami berhasil menangkap tersangka kasus pencabulan. Tersangka ditangkap di Jakarta. Tersangka tinggal bersama kerabatnya,” jelas Hery.

Kemarin sore tersangka dalam perjalanan dari Jakarta menuju Mapolres Sampang. Menurut Hery, Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang bersama tersangka sudah memesan tiket menuju Surabaya.

Senin (9/7) Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang juga berhasil menangkap DPO kasus persetubuhan dan pencabulan terhadap anak. Yaitu, Rosidi, 30, warga Desa Barung Gagah, Kecamatan Tambelangan, Sampang.

Korbannya berinisial IJ yang tak lain keponakan tersangka. Kejadiannya 15 Juni di persawahan, Dusun Takotah, Desa Barung Gagah, Kecamatan Tambelangan.

Baca Juga :  Sepuluh Bulan Tersangkakan 109 Orang

Kejadian bermula saat korban bermain dan menginap di rumah neneknya. Sekitar pukul 07.00, tersangka yang tak lain adalah paman korban mengajak IJ jalan-jalan menggunakan sepeda motor.

Usai pulang dari jalan-jalan, tersangka menghentikan sepeda motornya di pinggiran sawah yang sepi dan meminta korban turun. Saat itu korban menolak turun. Tapi oleh tersangka, korban ditarik.

Lalu, tersangka memaksa korban merebahkan tubuhnya ke tanah. Korban ditampar di bagian pipi kanan dan kiri sebanyak dua kali dan diakhiri dengan tonjokan di bagian wajah yang mengakibatkan korban pingsan.

Setelah siuman, korban mendapati celana dalamnya sudah di paha. Tersangka menarik dan membuangnya. Selanjutnya, korban diantarkan oleh tersangka ke rumah neneknya.

”Tersangka kasus pencabulan dijerat pasal 81 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun dan paling 15 belas tahun penjara,” pungkas Hery.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/