alexametrics
25.1 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Terdakwa Dugaan Penipuan Haji Janji Ganti Kerugian Korban

BANGKALAN – Sidang kasus dugaan penipuan umrah dengan terdakwa KH Mahrus A. Hadi di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan terus berlanjut. Agenda sidang yang dipimpin Hakim Ketua Bambang Trenggono itu adalah mendengarkan keterangan saksi-saksi.

 Dalam sidang Rabu (10/1), jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan empat saksi. Yakni, Karim, warga Desa/Kecamatan Burneh; Nasbi Abdillah asal Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal; Moh. Thohir asal Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh; dan Sonhaji warga Desa Dlemer, Kecamatan Kwanyar.

Para saksi yang dihadirkan merupakan korban penipuan umrah yang diduga dilakukan oleh KH Mahrus A. Hadi. Pada sidang sebelumnya, KH Mahrus A. Hadi didakwa Pasal 372 atau 378 KUHP tentang Penggelapan dan Penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Baca Juga :  Menjambret, Dimassa Dulu, Masuk Penjara Kemudian

JPU Anis mengatakan, keempatnya dihadirkan untuk memberikan kesaksian. Sebab, mereka adalah korban yang tahu kronologi dugaan penipuan tersebut.

”Tadi kan sudah dilihat secara bersama-sama. Dalam proses sidang terdakwa membenarkan semua kesaksian yang dijelaskaan para saksi,” katanya.

Agenda sidang selanjutnya tetap mendengarkan saksi. ”Kami masih koordinasi dulu siapa saja yang akan dihadirkan. Sudah dulu ya,” ucapnya setelah sidang.

Sementara itu, Hajattulloh selaku Penasihat Hukum (PH) KH Mahrus A. Hadi mengutarakan bahwa kliennya tidak membantah keterangan para saksi. ”Artinya, sepanjang itu pernah dilakukan, klien kami mengakui kesalahan itu,” kata pria yang akrab disapa Jajak tersebut.

Namun, lanjut Jaja, KH Mahrus A. Hadi masih mau bertanggung jawab untuk melunasi semua kerugian korban. Dengan demikian, hal itu bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi majelis hakim.

Baca Juga :  Baru Lima Hari Nikah, Kini Ditahan

”Meskipun nantinya divonis bersalah, sebagai orang yang bertanggung jawab, klien kami tetap akan mengembalikan kerugian. Ini bentuk tanggung jawab dari klien kami,” paparnya.

Untuk diketahui, KH Mahrus A. Hadi diduga melakukan penipuan terhadap 20 orang yang akan berangkat umrah. Total uang yang terkumpul dari 20 orang tersebut mencapai Rp 380 juta. Setelah korban melaporkan kasus tersebut ke polisi, polres kemudian menetapkan KH Mahrus A. Hadi sebagai tersangka.

BANGKALAN – Sidang kasus dugaan penipuan umrah dengan terdakwa KH Mahrus A. Hadi di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan terus berlanjut. Agenda sidang yang dipimpin Hakim Ketua Bambang Trenggono itu adalah mendengarkan keterangan saksi-saksi.

 Dalam sidang Rabu (10/1), jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan empat saksi. Yakni, Karim, warga Desa/Kecamatan Burneh; Nasbi Abdillah asal Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal; Moh. Thohir asal Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh; dan Sonhaji warga Desa Dlemer, Kecamatan Kwanyar.

Para saksi yang dihadirkan merupakan korban penipuan umrah yang diduga dilakukan oleh KH Mahrus A. Hadi. Pada sidang sebelumnya, KH Mahrus A. Hadi didakwa Pasal 372 atau 378 KUHP tentang Penggelapan dan Penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Baca Juga :  Pertanyakan Perkembangan Dugaan Penipuan Haji

JPU Anis mengatakan, keempatnya dihadirkan untuk memberikan kesaksian. Sebab, mereka adalah korban yang tahu kronologi dugaan penipuan tersebut.

”Tadi kan sudah dilihat secara bersama-sama. Dalam proses sidang terdakwa membenarkan semua kesaksian yang dijelaskaan para saksi,” katanya.

Agenda sidang selanjutnya tetap mendengarkan saksi. ”Kami masih koordinasi dulu siapa saja yang akan dihadirkan. Sudah dulu ya,” ucapnya setelah sidang.

Sementara itu, Hajattulloh selaku Penasihat Hukum (PH) KH Mahrus A. Hadi mengutarakan bahwa kliennya tidak membantah keterangan para saksi. ”Artinya, sepanjang itu pernah dilakukan, klien kami mengakui kesalahan itu,” kata pria yang akrab disapa Jajak tersebut.

Namun, lanjut Jaja, KH Mahrus A. Hadi masih mau bertanggung jawab untuk melunasi semua kerugian korban. Dengan demikian, hal itu bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi majelis hakim.

Baca Juga :  Residivis Kembali Diringkus, Diduga Hendak Edarkan Sabu

”Meskipun nantinya divonis bersalah, sebagai orang yang bertanggung jawab, klien kami tetap akan mengembalikan kerugian. Ini bentuk tanggung jawab dari klien kami,” paparnya.

Untuk diketahui, KH Mahrus A. Hadi diduga melakukan penipuan terhadap 20 orang yang akan berangkat umrah. Total uang yang terkumpul dari 20 orang tersebut mencapai Rp 380 juta. Setelah korban melaporkan kasus tersebut ke polisi, polres kemudian menetapkan KH Mahrus A. Hadi sebagai tersangka.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/