alexametrics
21 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Polisi Tangkap DPO Kasus Asusila dan Penganiayaan di Jakarta

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Setelah diburu tiga bulan lebih, Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep akhirnya berhasil membekuk Toriyadi, warga Desa Palasa, Kecamatan Talango. Pria 37 tahun yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus asusila tersebut ditangkap polisi di Jalan Raya Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu lalu (7/4).

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, anggota yang melakukan penangkapan dipimpin langsung Kanit Resmob Satreskrim Polres Sumenep Ipda Sirat. ”Toriyadi ditetapkan sebagai DPO sejak Desember 2020. Toriyadi diduga sebagai salah satu pelaku kasus asusila terhadap anak tirinya. Setelah melakukan perbuatan tercela, dia lalu kabur,” katanya.

Menurut dia, polisi melakukan penyelidikan dan menerima informasi bahwa tersangka bekerja sebagai penjaga toko di salah satu wilayah di Jakarta. Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep lalu berangkat ke Jakarta untuk melakukan penangkapan. ”Tersangka ditangkap saat berada di tokonya, tidak ada perlawanan. Polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa dua unit handphone milik tersangka,” ucapnya.

Baca Juga :  Peras Mantan Pacar, Polisi Tangkap Warga Sampang

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 juncto pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. ”Ancaman hukuman maksimal 20 tahun. Tersangka saat ini ditahan di Mapolres Sumenep,” terang Widiarti.

Dijelaskan, Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep juga melakukan penangkapan terhadap Riyadi, warga Dusun Buraja, Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek. Pria 35 tahun itu disergap kemarin (9/4) karena diduga terlibat dalam kasus penganiayaan. Riyadi diciduk polisi di tokonya yang terletak di Jalan STM Walang Jaya, Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Kota Jakarta Utara.

AKP Widiarti mengungkapkan, tersangka masuk DPO sejak Oktober 2020. Sebab, diduga menganiaya Rasidi, warga Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek. ”Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Riyadi dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep saat ini dalam perjalanan menuju Polres Sumenep,” pungkasnya.

Baca Juga :  Apa Salahnya Bilang ”Minta Tolong” kepada Anggota?
- Advertisement -

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Setelah diburu tiga bulan lebih, Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep akhirnya berhasil membekuk Toriyadi, warga Desa Palasa, Kecamatan Talango. Pria 37 tahun yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus asusila tersebut ditangkap polisi di Jalan Raya Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu lalu (7/4).

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, anggota yang melakukan penangkapan dipimpin langsung Kanit Resmob Satreskrim Polres Sumenep Ipda Sirat. ”Toriyadi ditetapkan sebagai DPO sejak Desember 2020. Toriyadi diduga sebagai salah satu pelaku kasus asusila terhadap anak tirinya. Setelah melakukan perbuatan tercela, dia lalu kabur,” katanya.

Menurut dia, polisi melakukan penyelidikan dan menerima informasi bahwa tersangka bekerja sebagai penjaga toko di salah satu wilayah di Jakarta. Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep lalu berangkat ke Jakarta untuk melakukan penangkapan. ”Tersangka ditangkap saat berada di tokonya, tidak ada perlawanan. Polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa dua unit handphone milik tersangka,” ucapnya.

Baca Juga :  PLN: Pencurian Listrik Marak

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 juncto pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. ”Ancaman hukuman maksimal 20 tahun. Tersangka saat ini ditahan di Mapolres Sumenep,” terang Widiarti.

Dijelaskan, Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep juga melakukan penangkapan terhadap Riyadi, warga Dusun Buraja, Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek. Pria 35 tahun itu disergap kemarin (9/4) karena diduga terlibat dalam kasus penganiayaan. Riyadi diciduk polisi di tokonya yang terletak di Jalan STM Walang Jaya, Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Kota Jakarta Utara.

AKP Widiarti mengungkapkan, tersangka masuk DPO sejak Oktober 2020. Sebab, diduga menganiaya Rasidi, warga Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek. ”Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Riyadi dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep saat ini dalam perjalanan menuju Polres Sumenep,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tangkap Maling Motor, Dua Polisi Alami Luka-Luka
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/