alexametrics
20.5 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

PPK-PPTK Dituntut Satu Setengah Tahun

SAMPANG – Sidang perkara proyek pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang yang ambruk terus berjalan. Terbaru sidang pembacaan tuntutan terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) M. Jupri Riyadi dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Ach. Rojiun.

Mereka dituntut satu tahun enam bulan dengan denda Rp 50 juta subsider kurungan tiga bulan oleh jaksa penuntut umum (JPU). ”Agenda sidang selanjutnya adalah pleidoi,” terang Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo kemarin (9/1).

Dia mengatakan, perkara RKB SMPN 2 Ketapang tersisa dua terdakwa yang masih menjalani proses sidang. Sementara lima terdakwa yang lain sudah divonis.

Pasal yang digunakan untuk dua terdakwa yaitu pasal 3 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Jumat (17/1) dengan agenda pleidoi dari penasihat hukum. ”Kerugian negaranya sudah dikembalikan, jadi seluruh dana dikembalikan sebesar seratus tiga puluh empat juta rupiah,” ujarnya.

Baca Juga :  Curi Motor di Pamekasan, Polisi Sergap Warga Sampang

Saksi yang didatangkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya untuk dua terdakwa jumlahnya belasan. Termasuk saksi ahli dari dinas teknis.

Selain Jupri dan Rojiun, yang terlibat dalam kasus tersebut yaitu pemilik CV Amor Palapa Abd. Azis, konsultan pengawas Dodik Harianto dan Sofyan serta pelaksana kegiatan Mastur dan Nurima. Tujuh orang tersebut diduga melakukan praktik tindak pidana korupsi dengan sengaja melalaikan tugas dan fungsinya.

Akibatnya, gedung RKB SMPN 2 Ketapang tidak bertahan lama dan ambruk. Beruntung, pada saat kejadian, ruang kelas tidak sedang ditempati siswa sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. ”Seluruh terdakwa saat ini ditahan di Rutan Kelas II-B Sampang,” pungkasnya.

Baca Juga :  Lintasan Sirkuit SGRP Tak Kunjung Dilelang

SAMPANG – Sidang perkara proyek pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang yang ambruk terus berjalan. Terbaru sidang pembacaan tuntutan terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) M. Jupri Riyadi dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Ach. Rojiun.

Mereka dituntut satu tahun enam bulan dengan denda Rp 50 juta subsider kurungan tiga bulan oleh jaksa penuntut umum (JPU). ”Agenda sidang selanjutnya adalah pleidoi,” terang Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo kemarin (9/1).

Dia mengatakan, perkara RKB SMPN 2 Ketapang tersisa dua terdakwa yang masih menjalani proses sidang. Sementara lima terdakwa yang lain sudah divonis.


Pasal yang digunakan untuk dua terdakwa yaitu pasal 3 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Jumat (17/1) dengan agenda pleidoi dari penasihat hukum. ”Kerugian negaranya sudah dikembalikan, jadi seluruh dana dikembalikan sebesar seratus tiga puluh empat juta rupiah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembangunan Dua Pasar Digerojok Rp 3,3 Miliar

Saksi yang didatangkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya untuk dua terdakwa jumlahnya belasan. Termasuk saksi ahli dari dinas teknis.

Selain Jupri dan Rojiun, yang terlibat dalam kasus tersebut yaitu pemilik CV Amor Palapa Abd. Azis, konsultan pengawas Dodik Harianto dan Sofyan serta pelaksana kegiatan Mastur dan Nurima. Tujuh orang tersebut diduga melakukan praktik tindak pidana korupsi dengan sengaja melalaikan tugas dan fungsinya.

Akibatnya, gedung RKB SMPN 2 Ketapang tidak bertahan lama dan ambruk. Beruntung, pada saat kejadian, ruang kelas tidak sedang ditempati siswa sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. ”Seluruh terdakwa saat ini ditahan di Rutan Kelas II-B Sampang,” pungkasnya.

Baca Juga :  Proyek Pembangunan JLS Butuh Rp 204,5 Miliar

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/