alexametrics
21.9 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Tersangka Pemalsu Stempel Dilepas

SAMPANG – Ismail, 52, tersangka kasus pemalsuan stempel dan tanda tangan kepala Desa (Kades) Gunung Maddah dilepas oleh polisi. Warga Dusun Bangian, Desa Gunung Maddah, Kota Sampang itu dilepas dengan alasan penangguhan penahanan.

Kasus dugaan pemalsuan stempel dan tanda tangan diketahui pada 28 Desember 2017. Kasus itu dilaporkan ke Polres Sampang pada 20 Januari 2018 oleh Rudik Sugianto, 33, yang menjabat sebagai perangkat Desa Gunung Maddah.

Kronologinya, pada 28 Desember 2017, Rudik Sugianto mendatangi kantor Kecamatan Sampang untuk mengambil KTP milik warga Desa Gunung Maddah. Di kantor kecamatan, dia bertemu dengan Ismail yang sedang mengurus pembuatan KSK atas nama Natiroh.

Beberapa saat kemudian, Rudik Sugianto dipanggil oleh petugas Kecamatan Kota Sampang dan menanyakan mengenai stempel dan tanda tangan yang digunakan Ismail. Ternyata, stempel dan tanda tangan yang digunakan Ismail untuk pembuatan KSK itu bukan tanda tangan dan stempel Desa Gunung Maddah.

Baca Juga :  Pergi ke Arisan Ditemukan Tewas dengan Leher Nyaris Putus

Saat itu juga petugas kecamatan bersama dengan Rudik Sugianto meminta stempel yang digunakan Ismail. Akan tetapi, Ismail menolak dan mengaku tidak memiliki stempel tersebut. Akhirnya, Ismail dilaporkan ke Polres Sampang atas dugaan pemalsuan tanda tangan dan stempel.

Berdasar laporan itu, polres melakukan penyelidikan, penyidikan, dan menetapkan Ismail sebagai tersangka. Polres lalu menahan tersangka. Namun, saat ini tersangka dilepas oleh Polres Sampang dengan alasan penangguhan penahanan.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Guntur Wahab menyayangkan pelepasan tersangka itu. Apalagi menurutnya, tersangka terjerat kasus yang masuk kategori kriminal murni. ”Heran saya, kok bisa pelaku kriminal dilepas. Khawatir berulah lagi,” katanya kemarin (8/4).

Dia khawatir tersangka pemalsu stempel dan tanda tangan akan mengulang tindakan yang sama. Misalnya, membuat KTP dan KSK dengan stempel dan tanda tangan palsu. ”Polisi dan kejaksaan harus tangkap lagi. Tidak ada alasan untuk melepas tersangka,” ujarnya.

Baca Juga :  Dilaporkan Tipu Kiai, Pak Haji di Sampang Dijemput Polisi di Kantornya

Guntur Wahab menegaskan, hukum di Sampang harus benar-benar ditegakkan. Menurut dia, pelepasan tersangka pemalsu stempel dan tanda tangan bisa membuat masyarakat apatis terhadap aparat penegak hukum.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Heri Kusnanto membenarkan tersangka kasus pemalsuan stempel dan tanda tangan dilepas. Alasannya, tersangka dan pihak sekolah tempat tersangka bekerja meminta penangguhan penahanan. ”Penahanannya ditangguhkan, tapi kasus tetap lanjut,” tegasnya.

Menurut dia, berkas kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Akan tetapi, berkas dinyatakan belum lengkap. ”Berkas sudah dilimpahkan tapi belum P21,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan tersangka melarikan diri atau mengulangi perbuatannya, Heri menegaskan tidak akan terjadi. Sebab, tersangka selalu dalam pengawasan pihak kepolisian. ”Tersangka lokasinya jelas, jadi mudah ditangkap lagi,” tandas dia. 

 

SAMPANG – Ismail, 52, tersangka kasus pemalsuan stempel dan tanda tangan kepala Desa (Kades) Gunung Maddah dilepas oleh polisi. Warga Dusun Bangian, Desa Gunung Maddah, Kota Sampang itu dilepas dengan alasan penangguhan penahanan.

Kasus dugaan pemalsuan stempel dan tanda tangan diketahui pada 28 Desember 2017. Kasus itu dilaporkan ke Polres Sampang pada 20 Januari 2018 oleh Rudik Sugianto, 33, yang menjabat sebagai perangkat Desa Gunung Maddah.

Kronologinya, pada 28 Desember 2017, Rudik Sugianto mendatangi kantor Kecamatan Sampang untuk mengambil KTP milik warga Desa Gunung Maddah. Di kantor kecamatan, dia bertemu dengan Ismail yang sedang mengurus pembuatan KSK atas nama Natiroh.


Beberapa saat kemudian, Rudik Sugianto dipanggil oleh petugas Kecamatan Kota Sampang dan menanyakan mengenai stempel dan tanda tangan yang digunakan Ismail. Ternyata, stempel dan tanda tangan yang digunakan Ismail untuk pembuatan KSK itu bukan tanda tangan dan stempel Desa Gunung Maddah.

Baca Juga :  Bebas Tiga Bulan, Eks Kades Perreng Kembali Ditangkap

Saat itu juga petugas kecamatan bersama dengan Rudik Sugianto meminta stempel yang digunakan Ismail. Akan tetapi, Ismail menolak dan mengaku tidak memiliki stempel tersebut. Akhirnya, Ismail dilaporkan ke Polres Sampang atas dugaan pemalsuan tanda tangan dan stempel.

Berdasar laporan itu, polres melakukan penyelidikan, penyidikan, dan menetapkan Ismail sebagai tersangka. Polres lalu menahan tersangka. Namun, saat ini tersangka dilepas oleh Polres Sampang dengan alasan penangguhan penahanan.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Guntur Wahab menyayangkan pelepasan tersangka itu. Apalagi menurutnya, tersangka terjerat kasus yang masuk kategori kriminal murni. ”Heran saya, kok bisa pelaku kriminal dilepas. Khawatir berulah lagi,” katanya kemarin (8/4).

Dia khawatir tersangka pemalsu stempel dan tanda tangan akan mengulang tindakan yang sama. Misalnya, membuat KTP dan KSK dengan stempel dan tanda tangan palsu. ”Polisi dan kejaksaan harus tangkap lagi. Tidak ada alasan untuk melepas tersangka,” ujarnya.

Baca Juga :  Pergoki¬†Empat Pasangan¬†Mesum

Guntur Wahab menegaskan, hukum di Sampang harus benar-benar ditegakkan. Menurut dia, pelepasan tersangka pemalsu stempel dan tanda tangan bisa membuat masyarakat apatis terhadap aparat penegak hukum.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Heri Kusnanto membenarkan tersangka kasus pemalsuan stempel dan tanda tangan dilepas. Alasannya, tersangka dan pihak sekolah tempat tersangka bekerja meminta penangguhan penahanan. ”Penahanannya ditangguhkan, tapi kasus tetap lanjut,” tegasnya.

Menurut dia, berkas kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Akan tetapi, berkas dinyatakan belum lengkap. ”Berkas sudah dilimpahkan tapi belum P21,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan tersangka melarikan diri atau mengulangi perbuatannya, Heri menegaskan tidak akan terjadi. Sebab, tersangka selalu dalam pengawasan pihak kepolisian. ”Tersangka lokasinya jelas, jadi mudah ditangkap lagi,” tandas dia. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/