alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Perkara Pokok Dimulai Sidang Praperadilan Gugur

SUMENEP – Sidang praperadilan dengan termohon Kapolsek Prenduan Moh. Nur Amin tidak bisa dilanjutkan. Sebab, pemohon Mohammad Romli yang juga tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan Kamis (5/4).

Hal itu membuat Syafrawi, kuasa hukum Mohammad Romli, kecewa. Dirinya dan keluarga tidak diberi surat tembusan terkait sidang tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pendampingan.

Sesuai jadwal, jelas dia, Kamis (5/4) lanjutan sidang praperadilan dengan agenda duplik. Kemudian, pada Jumat (6/4) agendanya pembuktian. Sementara hari ini agendanya adalah kesimpulan.

”Karena klien kami langsung disidang, secara otomatis sidang praperadilan tidak bisa dilanjut,” terangnya. ”Yang jelas, kami kecewa. Karena surat ke kami bahwa klien kami akan disidang tidak ada,” tegasnya.

Baca Juga :  Setelah Tangkap Pelaku Curanmor, Polisi Incar Penadah Motor Curian

Syafrawi menilai, sidang tersebut terkesan dipaksakan walaupun hal itu wewenang pengadilan. ”Padahal, Romli tidak sendiri. Pelaku pada saat itu tidak disidang. Kenapa hanya Romli yang disidang?” tanya Syafrawi.

Syafrawi menjelaskan, pihaknya secara tegas menolak dakwaan yang dibacakan jaksa. ”Kami juga akan menyampaikan esepsi secara tertulis,” tandasnya.

Kapolsek Prenduan AKP Moh. Nur Amin membenarkan bahwa Mohammad Romli sudah memasuki persidangan. Namun, pihaknya tidak ingin menjelaskan secara detail. ”Jangan lewat telepon. Lebih jelasnya wawancara langsung,” ucapnya singkat.

Untuk diketahui, Mohammad Romli bersama warga dimintai bantuan oleh Kepala Desa (Kades) Pragaan Daya Imrah. Sebab, ada warga yang kehilangan motor Yamaha Vixion bernomor polisi M 6232 BA. Tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Prenduan.

Baca Juga :  Lawan Petugas, Begal┬áDihadiahi Timah Panas

Kamis (22/2), anggota Polsek Prenduan menangkap Mohammad Romli atas tuduhan penadah barang curian. Dia tidak terima dengan penangkapan itu sehingga mengajukan praperadilan terhadap Kapolres Sumenep beserta Kapolsek Prenduan.

Mohammad Romli dijerat pasal 363 (1) ke 4e 5e juncto 56 (1) atau 480 KUHP. Selain Mohammad Romli, polisi mengamankan pelaku curanmor Zaini, warga Desa Guluk-Guluk.

 

 

 

 

 

SUMENEP – Sidang praperadilan dengan termohon Kapolsek Prenduan Moh. Nur Amin tidak bisa dilanjutkan. Sebab, pemohon Mohammad Romli yang juga tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan Kamis (5/4).

Hal itu membuat Syafrawi, kuasa hukum Mohammad Romli, kecewa. Dirinya dan keluarga tidak diberi surat tembusan terkait sidang tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pendampingan.

Sesuai jadwal, jelas dia, Kamis (5/4) lanjutan sidang praperadilan dengan agenda duplik. Kemudian, pada Jumat (6/4) agendanya pembuktian. Sementara hari ini agendanya adalah kesimpulan.

”Karena klien kami langsung disidang, secara otomatis sidang praperadilan tidak bisa dilanjut,” terangnya. ”Yang jelas, kami kecewa. Karena surat ke kami bahwa klien kami akan disidang tidak ada,” tegasnya.

Baca Juga :  Pelaku Curanmor di Bangkalan Babak Belur Dihakimi Massa

Syafrawi menilai, sidang tersebut terkesan dipaksakan walaupun hal itu wewenang pengadilan. ”Padahal, Romli tidak sendiri. Pelaku pada saat itu tidak disidang. Kenapa hanya Romli yang disidang?” tanya Syafrawi.

Syafrawi menjelaskan, pihaknya secara tegas menolak dakwaan yang dibacakan jaksa. ”Kami juga akan menyampaikan esepsi secara tertulis,” tandasnya.

Kapolsek Prenduan AKP Moh. Nur Amin membenarkan bahwa Mohammad Romli sudah memasuki persidangan. Namun, pihaknya tidak ingin menjelaskan secara detail. ”Jangan lewat telepon. Lebih jelasnya wawancara langsung,” ucapnya singkat.

Untuk diketahui, Mohammad Romli bersama warga dimintai bantuan oleh Kepala Desa (Kades) Pragaan Daya Imrah. Sebab, ada warga yang kehilangan motor Yamaha Vixion bernomor polisi M 6232 BA. Tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Prenduan.

Baca Juga :  Wabup Mondir: Sanksi Berat Oknum PNS Nyabu

Kamis (22/2), anggota Polsek Prenduan menangkap Mohammad Romli atas tuduhan penadah barang curian. Dia tidak terima dengan penangkapan itu sehingga mengajukan praperadilan terhadap Kapolres Sumenep beserta Kapolsek Prenduan.

Mohammad Romli dijerat pasal 363 (1) ke 4e 5e juncto 56 (1) atau 480 KUHP. Selain Mohammad Romli, polisi mengamankan pelaku curanmor Zaini, warga Desa Guluk-Guluk.

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/