alexametrics
29.4 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Usut Program Kambing Etawa, Kejari Gilir Timgar

BANGKALAN – Kasus dugaan korupsi realisasi program kambing etawa terus berlanjut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan melakukan pemeriksaan pada Tim Anggaran (Timgar) Pemkab Bangkalan 2016.

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto menyampaikan, saat ini pihaknya fokus memeriksa timgar. Hibah program kambing etawa dibahas Timgar 2016. Karena itu, mereka yang kini jadi fokus pemeriksaan kejari. ”Dari Kamis (5/6) kami lakukan pemeriksaan. Kami lakukan pemeriksaan estafet. Saat ini sampai pekan depan, timgar dulu,” ujarnya.

Kamis lalu pihaknya memeriksa sekitar empat orang dari timgar. Sabtu (6/7), Korps Adhyaksa memeriksa dua orang dari tim yang sama. Namun, Hendra enggan membeberkan nama-nama mereka. Namun dia menyebutkan, ada sekitar 10 lebih anggota Timgar 2016 yang akan diperiksa. ”Yang jelas banyak. Lebih dari sepuluh orang kayaknya,” ungkap Hendra.

Baca Juga :  Hampir Separo Pejabat Tak Lapor

Dia menambahkan, pemeriksaan akan terus dilakukan secara bergilir pada pihak-pihak terkait. Dengan begitu kasus program kambing etawa akan terungkap.

Ketua Timgar Pemkab Bangkalan Eddy Moeldjono membenarkan sejumlah nama pejabat dipanggil kejari. Hanya, dia mengaku tidak mengetahui agenda pemanggilan itu. ”Tahunya hanya pihak kejaksaan memanggil yang bersangkutan. Terkait apa, tidak tahu,” ucapnya.

Dia memperkirakan semua Timgar 2016 akan dipanggil kejari. Namun pihaknya mengaku tidak banyak mengetahui perkembangan mengenai keterangan yang diminta. ”Mulai dari anggota, semuanya kemungkinan akan dipanggil,” imbuhnya.

Pengadaan kambing etawa itu merupakan program badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan 2017. Realisasinya tersebar di 273 desa se-Bangkalan dengan anggaran Rp 9.213.750.000.

Baca Juga :  Anggap Tuntuan Jaksa Terlalu Berat

Hasil pemeriksaan penyidik, tiap desa dianggarkan Rp 33.750.000. Rp 13.750.000 untuk membeli empat kambing etawa betina. Termasuk di dalamnya Rp 800 ribu untuk biaya tranportasi.

Lalu, Rp 10 juta membeli satu ekor kambing etawa jantan termasuk di dalamnya Rp 800 ribu untuk biaya tranportasi. Kemudian Rp 10 juta untuk pembuatan kandang. Dana tersebut bersumber dari APBDes 2017 masing-masing desa. Tetapi biaya transportasi dianggarkan dobel.

BANGKALAN – Kasus dugaan korupsi realisasi program kambing etawa terus berlanjut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan melakukan pemeriksaan pada Tim Anggaran (Timgar) Pemkab Bangkalan 2016.

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto menyampaikan, saat ini pihaknya fokus memeriksa timgar. Hibah program kambing etawa dibahas Timgar 2016. Karena itu, mereka yang kini jadi fokus pemeriksaan kejari. ”Dari Kamis (5/6) kami lakukan pemeriksaan. Kami lakukan pemeriksaan estafet. Saat ini sampai pekan depan, timgar dulu,” ujarnya.

Kamis lalu pihaknya memeriksa sekitar empat orang dari timgar. Sabtu (6/7), Korps Adhyaksa memeriksa dua orang dari tim yang sama. Namun, Hendra enggan membeberkan nama-nama mereka. Namun dia menyebutkan, ada sekitar 10 lebih anggota Timgar 2016 yang akan diperiksa. ”Yang jelas banyak. Lebih dari sepuluh orang kayaknya,” ungkap Hendra.

Baca Juga :  Sidang Tuntutan Kasus 8,7 Kg Sabu Tunggu Kejagung

Dia menambahkan, pemeriksaan akan terus dilakukan secara bergilir pada pihak-pihak terkait. Dengan begitu kasus program kambing etawa akan terungkap.

Ketua Timgar Pemkab Bangkalan Eddy Moeldjono membenarkan sejumlah nama pejabat dipanggil kejari. Hanya, dia mengaku tidak mengetahui agenda pemanggilan itu. ”Tahunya hanya pihak kejaksaan memanggil yang bersangkutan. Terkait apa, tidak tahu,” ucapnya.

Dia memperkirakan semua Timgar 2016 akan dipanggil kejari. Namun pihaknya mengaku tidak banyak mengetahui perkembangan mengenai keterangan yang diminta. ”Mulai dari anggota, semuanya kemungkinan akan dipanggil,” imbuhnya.

Pengadaan kambing etawa itu merupakan program badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan 2017. Realisasinya tersebar di 273 desa se-Bangkalan dengan anggaran Rp 9.213.750.000.

Baca Juga :  Anggap Tuntuan Jaksa Terlalu Berat

Hasil pemeriksaan penyidik, tiap desa dianggarkan Rp 33.750.000. Rp 13.750.000 untuk membeli empat kambing etawa betina. Termasuk di dalamnya Rp 800 ribu untuk biaya tranportasi.

Lalu, Rp 10 juta membeli satu ekor kambing etawa jantan termasuk di dalamnya Rp 800 ribu untuk biaya tranportasi. Kemudian Rp 10 juta untuk pembuatan kandang. Dana tersebut bersumber dari APBDes 2017 masing-masing desa. Tetapi biaya transportasi dianggarkan dobel.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/