alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Sidang Praperadilan Kadarusman Dimulai

PAMEKASAN – Gugatan praperadilan yang diajukan keluarga Kadarusman, korban pengeroyokan yang ditetapkan sebagai tersangka disidang. Keluarga yakin ada kejanggalan dan memohon majelis hakim membatalkan status tersangka.

Sidang perdana dimulai kemarin (6/11). Sunarti dipercaya menjadi hakim tunggal dalam kasus tersebut. Puluhan warga Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, memadati ruang sidang PN Pamekasan.

M. Alfian selaku kuasa hukum Kadarusman meyakini ada kejanggalan dari penetapan tersangka kliennya itu. Di antaranya, tidak pernah ada pemeriksaan terhadap Darus dengan status sebagai terlapor.

Padahal, seusai Perkap 14/2012 tentang Manajemen Penyidikan, sebelum dilakukan penyidikan terlebih dahulu dilakukan penyelidikan. Yakni, pemeriksaan dan permintaan keterangan sebagai terlapor.

Baca Juga :  Polisi Tangkap DPO Kasus Asusila dan Penganiayaan di Jakarta

Kemudian, dalam perkara tersebut, Darus sebagai korban. Dia dikeroyok empat orang yang telah ditetapkan tersangka oleh Polres Pamekasan. Jika ada perlawanan, sangat wajar karena dalam kondisi mendesak.

Dari fakta tersebut, Alfian berharap kebijaksanaan majelis hakim. Status tersangka Darus dimohon untuk dibatalkan. Dengan demikian, pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu bisa kembali ke keluarga. ”Klien kami ini korban pengeroyokan,” katanya.

Humas PN Pamekasan Tito Eliandi mengatakan, pihaknya memiliki batas waktu menyelesaikan sidang praperadilan. Sesuai regulasi, sidang harus selesai dalam waktu tujuh hari setelah sidang pertama dimulai. ”Aturannya begitu,” katanya.

Untuk diketahui, Rabu (9/10) terjadi tindak pidana pengeroyokan di Dusun Mayang, Desa Branta Pesisir. Kadarusman menjadi salah satu korban pengeroyokan itu. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga :  Konsumsi Sabu-Sabu di Bangkalan, Wanita Asal Gresik Diringkus Polisi

Yakni, Anasrullah alias Anang, 23, Muhalli alias Halli, 28, Amiruddin alias Amir,25 dan Sulaiman Fadli, 29. Selang beberapa hari, polisi menetapkan Kadarusman sebagai tersangka dan dilakukan penahanan atas tuduhan penganiayaan.

PAMEKASAN – Gugatan praperadilan yang diajukan keluarga Kadarusman, korban pengeroyokan yang ditetapkan sebagai tersangka disidang. Keluarga yakin ada kejanggalan dan memohon majelis hakim membatalkan status tersangka.

Sidang perdana dimulai kemarin (6/11). Sunarti dipercaya menjadi hakim tunggal dalam kasus tersebut. Puluhan warga Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, memadati ruang sidang PN Pamekasan.

M. Alfian selaku kuasa hukum Kadarusman meyakini ada kejanggalan dari penetapan tersangka kliennya itu. Di antaranya, tidak pernah ada pemeriksaan terhadap Darus dengan status sebagai terlapor.


Padahal, seusai Perkap 14/2012 tentang Manajemen Penyidikan, sebelum dilakukan penyidikan terlebih dahulu dilakukan penyelidikan. Yakni, pemeriksaan dan permintaan keterangan sebagai terlapor.

Baca Juga :  Pria Dua Anak Nodai Siswa SMP

Kemudian, dalam perkara tersebut, Darus sebagai korban. Dia dikeroyok empat orang yang telah ditetapkan tersangka oleh Polres Pamekasan. Jika ada perlawanan, sangat wajar karena dalam kondisi mendesak.

Dari fakta tersebut, Alfian berharap kebijaksanaan majelis hakim. Status tersangka Darus dimohon untuk dibatalkan. Dengan demikian, pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu bisa kembali ke keluarga. ”Klien kami ini korban pengeroyokan,” katanya.

Humas PN Pamekasan Tito Eliandi mengatakan, pihaknya memiliki batas waktu menyelesaikan sidang praperadilan. Sesuai regulasi, sidang harus selesai dalam waktu tujuh hari setelah sidang pertama dimulai. ”Aturannya begitu,” katanya.

- Advertisement -

Untuk diketahui, Rabu (9/10) terjadi tindak pidana pengeroyokan di Dusun Mayang, Desa Branta Pesisir. Kadarusman menjadi salah satu korban pengeroyokan itu. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga :  Polisi Tangkap DPO Kasus Asusila dan Penganiayaan di Jakarta

Yakni, Anasrullah alias Anang, 23, Muhalli alias Halli, 28, Amiruddin alias Amir,25 dan Sulaiman Fadli, 29. Selang beberapa hari, polisi menetapkan Kadarusman sebagai tersangka dan dilakukan penahanan atas tuduhan penganiayaan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/