alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Diduga Sebarkan Hoaks PPKM, Polisi Sergap Warga Surabaya di Bangkalan

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Satreskrim Polres Bangkalan berhasil mengungkap kasus dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks. Tersangka kasus ini diidentifikasi bernama Maskur, 29, warga Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Pria bertubuh bongsor itu disergap polisi pada Rabu (4/8) sekitar pukul 18.00. Sedangkan barang bukti (BB) yang disita polisi berupa satu unit handphone (HP) warna putih.

Ceritanya, Dittipidsiber Bareskrim Polri melakukan penyelidikan kasus dugaan penyebaran hoaks melalui akun Facebook (FB) Maskoer Ab. Setelah melakukan profilling dan mengetahui posisi pemilik akun, Dittipidsiber Bareskrim Polri selanjutnya berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Bangkalan.

Setelah menerima informasi dari Dittipidsiber Bareskrim Polri, Satreskrim Polres Bangkalan bergegas mencari Maskur. Setelah target yang diburu ditemukan, polisi langsung membawanya ke mapolres. ”Tersangka diamankan di warung kopi yang terletak di tepi Jalan Raya Desa Alang-Alang, Kecamatan Tragah,” ujar Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo.

Baca Juga :  Gara-Gara Barang dalam Sarung, Rudi Diciduk Polisi

Perwira asal Kabupaten Jember itu menambahkan, penangkapan terhadap Maskur berdasarkan laporan bernomor: R/LI/3339/VII/2021/Dittipidsiber, tertanggal 13 Juli 2021. Kasus dugaan penyebaran hoaks itu terjadi pada Jumat (9/7) sekitar pukul 19.39. ”Tersangka memposting berita saat berada di warung kopi di Desa Alang-Alang,” imbuh Sigit.

Berdasar hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sebagai pemilik akun FB Maskoer Abdan berselancar di dunia maya sejak lima tahun lalu. Sedangkan postingan yang diduga hoaks di-posting tersangka di grup ”Bangkalan”.”Pelaku semula melihat berita terkait PPKM dari akun FB orang lain. Kemudian, berita tersebut dibagikan ke grup ’Bangkalan’,” ungkapnya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino.

Dijelaskan, tersangka mengaku tidak membaca terlebih dahulu isi berita terkait PPKM tersebut dan langsung mem-posting ulang ke grup ”Bangkalan”. Dalam postingan itu, terdapat tulisan ”PPKM Darurat diperpanjang sampe 17 Agustus 2021, kondisi itu kemungkinan akan dihadapi Indonesia. Jika persebaran Covid -19 terus memuncak hingga lebih dari pekan kedua Juli 2021 yang kemudian diikuti oleh perpanjangan pembatasan sosial sampai pekan ketiga Agustus”.

Baca Juga :  Polisi Buru Penyuruh Pembakaran Terduga Maling

Sigit mengimbau kepada seluruh masyarakat Bangkalan agar bijak bermedia sosial. Selain itu, minta masyarakat tidak mudah percaya informasi hoaks dan tidak gampang mem-posting berita yang belum valid. ”Jangan menyebar berita hoaks. Lebih baik dibaca dan dipahami terlebih dahulu sebelum membagikan atau mem-posting berita,” ingatnya. 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Satreskrim Polres Bangkalan berhasil mengungkap kasus dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks. Tersangka kasus ini diidentifikasi bernama Maskur, 29, warga Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Pria bertubuh bongsor itu disergap polisi pada Rabu (4/8) sekitar pukul 18.00. Sedangkan barang bukti (BB) yang disita polisi berupa satu unit handphone (HP) warna putih.

Ceritanya, Dittipidsiber Bareskrim Polri melakukan penyelidikan kasus dugaan penyebaran hoaks melalui akun Facebook (FB) Maskoer Ab. Setelah melakukan profilling dan mengetahui posisi pemilik akun, Dittipidsiber Bareskrim Polri selanjutnya berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Bangkalan.

Setelah menerima informasi dari Dittipidsiber Bareskrim Polri, Satreskrim Polres Bangkalan bergegas mencari Maskur. Setelah target yang diburu ditemukan, polisi langsung membawanya ke mapolres. ”Tersangka diamankan di warung kopi yang terletak di tepi Jalan Raya Desa Alang-Alang, Kecamatan Tragah,” ujar Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo.

Baca Juga :  Motor Pedagang Hilang, Polisi Sigap Ganti

Perwira asal Kabupaten Jember itu menambahkan, penangkapan terhadap Maskur berdasarkan laporan bernomor: R/LI/3339/VII/2021/Dittipidsiber, tertanggal 13 Juli 2021. Kasus dugaan penyebaran hoaks itu terjadi pada Jumat (9/7) sekitar pukul 19.39. ”Tersangka memposting berita saat berada di warung kopi di Desa Alang-Alang,” imbuh Sigit.

Berdasar hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sebagai pemilik akun FB Maskoer Abdan berselancar di dunia maya sejak lima tahun lalu. Sedangkan postingan yang diduga hoaks di-posting tersangka di grup ”Bangkalan”.”Pelaku semula melihat berita terkait PPKM dari akun FB orang lain. Kemudian, berita tersebut dibagikan ke grup ’Bangkalan’,” ungkapnya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino.

Dijelaskan, tersangka mengaku tidak membaca terlebih dahulu isi berita terkait PPKM tersebut dan langsung mem-posting ulang ke grup ”Bangkalan”. Dalam postingan itu, terdapat tulisan ”PPKM Darurat diperpanjang sampe 17 Agustus 2021, kondisi itu kemungkinan akan dihadapi Indonesia. Jika persebaran Covid -19 terus memuncak hingga lebih dari pekan kedua Juli 2021 yang kemudian diikuti oleh perpanjangan pembatasan sosial sampai pekan ketiga Agustus”.

Baca Juga :  Rumah dan 2 Motor Warga Ludes Dilalap Api

Sigit mengimbau kepada seluruh masyarakat Bangkalan agar bijak bermedia sosial. Selain itu, minta masyarakat tidak mudah percaya informasi hoaks dan tidak gampang mem-posting berita yang belum valid. ”Jangan menyebar berita hoaks. Lebih baik dibaca dan dipahami terlebih dahulu sebelum membagikan atau mem-posting berita,” ingatnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/