alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Ketua Panwascam Ngaku Dipukul Pakai Pisau

PAMEKASAN – Dugaan penganiayaan yang menimpa Ketua Panwascam Waru Syamsul Arifin dan anggotanya Muhammad Tohiruddin resmi dilaporkan ke polisi. Tindakan caleg Partai Demokrat dapil 3, Samhari, itu dinilai tidak bisa ditoleransi. Apalagi, ketua panwascam itu sempat dipukul menggunakan senjata tajam (sajam).

Laporan tersebut kali pertama masuk ke Polsek Waru. Laporan itu dengan register LP/5/IV/2019/JATIM/RES PMK/SEK WARU. Kemudian dilimpahkan ke Satreskrim Polres Pamekasan.

Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengatakan, kasus dugaan penganiayaan itu ditangani kepolisian. Lembaga pengawas pemilu memasrahkan sepenuhnya proses hukum kepada Korps Bhayangkara.

Dia berharap kasus tersebut diusut tuntas. Sebab, dugaan penganiayaan yang dilakukan Samhari itu terjadi pada anggota panwas saat menjalankan tugas. Bahkan, salah satu orang yang bersama caleg partai berlambang Mercy itu memukul Syamsul Arifin menggunakan sajam.

Leher ketua panwascam itu dipukul menggunakan pisau. ”Beruntung tidak sampai luka, hanya memar,” katanya kemarin (6/4).

Baca Juga :  Selidiki Kasus Kontrakan Terbakar, Polres Sampang Pasang Police Line

Bawaslu Pamekasan bakal mendampingi kasus tersebut hingga tuntas. Proses hukum yang ditangani kepolisian bakal dikawal agar pelaku penganiayaan itu diganjar sesuai hukum yang berlaku.

Tindakan premanisme itu juga dikecam keras. Sebab, penyelenggara pemilu melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) sesuai amanah undang-undang. Mereka tidak bekerja semau sendiri.

Kecaman atas tindakan premanisme itu juga datang dari Bawaslu Jatim. Aksi penganiayaan itu tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. ”Kami mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum caleg kepada ketua dan anggota Panwascam Waru,” kata Ketua Bawaslu Jatim Moh. Amin.

Amin meminta agar kepolisian segera mengusut kasus tersebut secara tuntas. Masyarakat diminta tetap tenang dan kondusif pasca kejadian tersebut. Sebab, peristiwa itu dalam penanganan polisi.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan Iptu Nining Dyah S mengatakan, kasus tersebut ditangani satreskrim. Empat orang saksi sudah diperiksa. ”Dalam tahap penyelidikan,” katanya.

Baca Juga :  Pulang Nonton Orkes, TKW Dikeroyok

Sejauh ini, polisi baru memeriksa saksi pelapor dan sejumlah orang yang ada di lokasi pada saat kejadian. Dalam waktu dekat, Samhari sebagai terlapor juga akan dimintai keterangan.

Di tempat terpisah, Samhari kembali mengelak tuduhan adanya orang memukul menggunakan pisau. Menurut dia, tidak ada pemukulan pada malam itu. Hanya terjadi cekcok lantaran APK diturunkan dan disobek.

”Kalau memang ada pemukulan menggunakan pisau, siapa saksinya? Tidak ada pemukulan. Kami juga akan melaporkan Panwascam Waru atas dugaan perusakan APK,” terangnya.

Sebelumnya, Kamis malam (4/4) Panwascam Waru menurunkan APK yang dinilai melanggar. Salah satunya APK milik Samhari. Namun, caleg nomor urut 2 itu tidak terima lantaran tidak merasa melanggar.

Kemudian, terjadi cekcok dan dugaan penganiayaan. Pada saat mendatangi anggota panwascam yang menurunkan APK, Samhari tidak sendirian. Dia bersama sejumlah orang pendukungnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Dugaan penganiayaan yang menimpa Ketua Panwascam Waru Syamsul Arifin dan anggotanya Muhammad Tohiruddin resmi dilaporkan ke polisi. Tindakan caleg Partai Demokrat dapil 3, Samhari, itu dinilai tidak bisa ditoleransi. Apalagi, ketua panwascam itu sempat dipukul menggunakan senjata tajam (sajam).

Laporan tersebut kali pertama masuk ke Polsek Waru. Laporan itu dengan register LP/5/IV/2019/JATIM/RES PMK/SEK WARU. Kemudian dilimpahkan ke Satreskrim Polres Pamekasan.

Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengatakan, kasus dugaan penganiayaan itu ditangani kepolisian. Lembaga pengawas pemilu memasrahkan sepenuhnya proses hukum kepada Korps Bhayangkara.


Dia berharap kasus tersebut diusut tuntas. Sebab, dugaan penganiayaan yang dilakukan Samhari itu terjadi pada anggota panwas saat menjalankan tugas. Bahkan, salah satu orang yang bersama caleg partai berlambang Mercy itu memukul Syamsul Arifin menggunakan sajam.

Leher ketua panwascam itu dipukul menggunakan pisau. ”Beruntung tidak sampai luka, hanya memar,” katanya kemarin (6/4).

Baca Juga :  Kasus Penembakan Ditangani Polda Jatim

Bawaslu Pamekasan bakal mendampingi kasus tersebut hingga tuntas. Proses hukum yang ditangani kepolisian bakal dikawal agar pelaku penganiayaan itu diganjar sesuai hukum yang berlaku.

Tindakan premanisme itu juga dikecam keras. Sebab, penyelenggara pemilu melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) sesuai amanah undang-undang. Mereka tidak bekerja semau sendiri.

Kecaman atas tindakan premanisme itu juga datang dari Bawaslu Jatim. Aksi penganiayaan itu tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. ”Kami mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum caleg kepada ketua dan anggota Panwascam Waru,” kata Ketua Bawaslu Jatim Moh. Amin.

Amin meminta agar kepolisian segera mengusut kasus tersebut secara tuntas. Masyarakat diminta tetap tenang dan kondusif pasca kejadian tersebut. Sebab, peristiwa itu dalam penanganan polisi.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan Iptu Nining Dyah S mengatakan, kasus tersebut ditangani satreskrim. Empat orang saksi sudah diperiksa. ”Dalam tahap penyelidikan,” katanya.

Baca Juga :  KPU Bangkalan Coret 2.857 Pemilih

Sejauh ini, polisi baru memeriksa saksi pelapor dan sejumlah orang yang ada di lokasi pada saat kejadian. Dalam waktu dekat, Samhari sebagai terlapor juga akan dimintai keterangan.

Di tempat terpisah, Samhari kembali mengelak tuduhan adanya orang memukul menggunakan pisau. Menurut dia, tidak ada pemukulan pada malam itu. Hanya terjadi cekcok lantaran APK diturunkan dan disobek.

”Kalau memang ada pemukulan menggunakan pisau, siapa saksinya? Tidak ada pemukulan. Kami juga akan melaporkan Panwascam Waru atas dugaan perusakan APK,” terangnya.

Sebelumnya, Kamis malam (4/4) Panwascam Waru menurunkan APK yang dinilai melanggar. Salah satunya APK milik Samhari. Namun, caleg nomor urut 2 itu tidak terima lantaran tidak merasa melanggar.

Kemudian, terjadi cekcok dan dugaan penganiayaan. Pada saat mendatangi anggota panwascam yang menurunkan APK, Samhari tidak sendirian. Dia bersama sejumlah orang pendukungnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/