alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Polres Sumenep Mulai Incar Disperindag

SUMENEP – Kasus dugaan korupsi Pasar Pragaan sepertinya tidak akan berhenti pada tersangka Babur Rahman dan Koko Adriyanto. Penyidik Satreskrim Polres Sumenep dipastikan mengembangkan penyidikan dan menyasar para pihak yang diduga terlibat.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto kepada RadarMadura.id. Perwira dengan tiga balok di pundak itu memastikan melanjutkan dan mengembangkan penyidikan dugaan korupsi Pasar Pragaan.

Namun demikian, sampai saat ini pihaknya baru mampu menetapkan dua tersangka yang sudah dilimpahkan ke Kejari Sumenep. “Kami akan terus kembangkan sampai dinas terkait. Untuk saat ini kami masih menetapkan dua tersangka sesuai dengan bukti dan saksi,” katanya.

Baca Juga :  Beber Penyebab Kematian Tersangka Narkoba

Seperti diketahui, proyek dengan anggaran Rp 2,4 miliar itu bersumber dari dana DAK 2014 silam pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep. Baburrahman Direktur CV Jaya Bayu Abadi Sumenep bertindak sebagai pelaksana pengerjaan fisik. Sedangkan Koko Adriyanto sebagai konsultan pengawas. 

Kedua tersangka tersebut diduga mengakibatkan kerugian negara Rp 676,8 juta. Proyek tersebut aslinya dimenangkan oleh PT Bukidalam Barisani. CV Jaya Bayu Abadi hanya sebagai peserta lelang.

Namun, dalam pelaksaan justru proyek tersebut digarap Babur Rahman. Diduga Babur Rahman menerima sub atas pekerjaan tersebut. Sayangnya, pekerjaan proyek diduga menyimpang. Polres pun menangani kasus ini dan berujung penahanan di kejari atas kedua tersangka.

Baca Juga :  Simpan Narkoba di Gulungan Sarung, Warga Sumenep Ditangkap di Warung

Di tempat terpisah, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Moh. Heri juga berjanji akan menindak lanjuti dan mengembangkan kasus tersebut. Diakui pihaknya masih belum cukup bukti dan saksi untuk menangkap tersangka lain.

“Saksi dan bukti yang sudah kami kantongi dan sudah kami periksa kemarin, hanya menunjukkan dua tersangka tersebut

Lainnya belum,” ucapnya. (rm6)

- Advertisement -

SUMENEP – Kasus dugaan korupsi Pasar Pragaan sepertinya tidak akan berhenti pada tersangka Babur Rahman dan Koko Adriyanto. Penyidik Satreskrim Polres Sumenep dipastikan mengembangkan penyidikan dan menyasar para pihak yang diduga terlibat.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto kepada RadarMadura.id. Perwira dengan tiga balok di pundak itu memastikan melanjutkan dan mengembangkan penyidikan dugaan korupsi Pasar Pragaan.

Namun demikian, sampai saat ini pihaknya baru mampu menetapkan dua tersangka yang sudah dilimpahkan ke Kejari Sumenep. “Kami akan terus kembangkan sampai dinas terkait. Untuk saat ini kami masih menetapkan dua tersangka sesuai dengan bukti dan saksi,” katanya.

Baca Juga :  Aneh, Polres Angkat Tangan?


Seperti diketahui, proyek dengan anggaran Rp 2,4 miliar itu bersumber dari dana DAK 2014 silam pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep. Baburrahman Direktur CV Jaya Bayu Abadi Sumenep bertindak sebagai pelaksana pengerjaan fisik. Sedangkan Koko Adriyanto sebagai konsultan pengawas. 

Kedua tersangka tersebut diduga mengakibatkan kerugian negara Rp 676,8 juta. Proyek tersebut aslinya dimenangkan oleh PT Bukidalam Barisani. CV Jaya Bayu Abadi hanya sebagai peserta lelang.

Namun, dalam pelaksaan justru proyek tersebut digarap Babur Rahman. Diduga Babur Rahman menerima sub atas pekerjaan tersebut. Sayangnya, pekerjaan proyek diduga menyimpang. Polres pun menangani kasus ini dan berujung penahanan di kejari atas kedua tersangka.

Baca Juga :  Beber Penyebab Kematian Tersangka Narkoba

Di tempat terpisah, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Moh. Heri juga berjanji akan menindak lanjuti dan mengembangkan kasus tersebut. Diakui pihaknya masih belum cukup bukti dan saksi untuk menangkap tersangka lain.

“Saksi dan bukti yang sudah kami kantongi dan sudah kami periksa kemarin, hanya menunjukkan dua tersangka tersebut

Lainnya belum,” ucapnya. (rm6)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/