alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Lagi, Polres Tahan Tersangka Arisan Ginjal

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Polres Pamekasan menahan Rizkina, warga Desa Larangan luar, Kecamatan Larangan. Perempuan kelahiran 1996 itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus arisan ginjal. Penahanan bermula saat dia dipanggil menjadi saksi Senin (3/5).

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo menerangkan, R (Rizkina) adalah tersangka yang tidak bersindikat dengan tersangka arisan ginjal sebelumnya. ”Ini kasus arisan ginjal lain, namun modusnya sama dengan kasus sebelumnya,” katanya kemarin (5/5).

Adhi mengungkapkan, R juga menjual slot arisan. Ditawarkan menggunakan list harga dan nominal arisan. Semua arisan yang dijual nilainya lebih besar dari harga jual. Kemudian, ketika arisan tersebut terjual dan korban mentransfer uang, R tidak mentransfer hasil arisannya.

”Kami panggil dia awalnya sebagai saksi. Namun, kami naikkan statusnya sebagai tersangka karena ada alat bukti dan saat itu pula R kami tahan karena ada potensi dia melarikan diri,” sambung Adhi.

Baca Juga :  Berkas Perkara Pesugihan Masuk Kejari

Pada kasus arisan ginjal dengan R bertindak sebagai admin ini, kerugian korban mencapai Rp 500 juta. R dilaporkan oleh empat korban ke Mapolres Pamekasan. Atas laporan itulah Satreskrim Polres Pamekasan mengambil tindakan hukum.

”R ini bukan bandar. Di atas R ini masih ada lagi,” sambung Adhi. Penahanan R ini menambah jumlah tersangka dalam kasus arisan ginjal ini yang banyak memakan korban di Pamekasan.

September 2020, Satreskrim Polres Pamekasan menahan Alfiana Setiawati alias Kanza. Dia juga aktor dari arisan ginjal. Kemudian Oktober 2020 juga menahan Reza Rizky Saputri (RRS) dalam kasus yang sama.

R disangka melanggar pasar 372 dan 378 KHUP. Dengan ancaman maksimal empat tahun penjara. ”R ini dilaporkan dalam kasus berbeda tapi kasusnya sama,” jelas Adhi.

Baca Juga :  Mucikari┬áPantura Sumenep Belum Jera

Arisan ginjal adalah istilah dari jual beli slot atau list arisan. Arisan ini dimotori oleh seorang bandar. Dijual melalui jejaring online WhatsApp oleh seorang admin.

Dengan mekanisme, si admin mengirim list arisan yang akan dijual tersebut. Nominal arisan yang dijual variatif. Mulai dari arisan yang bernominal Rp 40 juta hingga yang nominalnya Rp 5 juta.

Arisan tersebut dijual di bawah nilai arisan. Misal, Rp 40 juta dijual Rp 34 juta. Sejumlah orang tertarik membeli karena menggiurkan dan untungnya lumayan.

Namun, banyak dari mereka yang telah membeli namun tidak mendapatkan arisan yang dibeli. Belakangan terbongkar bahwa slot arisan yang dijual itu arisan bodong. (ky)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Polres Pamekasan menahan Rizkina, warga Desa Larangan luar, Kecamatan Larangan. Perempuan kelahiran 1996 itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus arisan ginjal. Penahanan bermula saat dia dipanggil menjadi saksi Senin (3/5).

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo menerangkan, R (Rizkina) adalah tersangka yang tidak bersindikat dengan tersangka arisan ginjal sebelumnya. ”Ini kasus arisan ginjal lain, namun modusnya sama dengan kasus sebelumnya,” katanya kemarin (5/5).

Adhi mengungkapkan, R juga menjual slot arisan. Ditawarkan menggunakan list harga dan nominal arisan. Semua arisan yang dijual nilainya lebih besar dari harga jual. Kemudian, ketika arisan tersebut terjual dan korban mentransfer uang, R tidak mentransfer hasil arisannya.


”Kami panggil dia awalnya sebagai saksi. Namun, kami naikkan statusnya sebagai tersangka karena ada alat bukti dan saat itu pula R kami tahan karena ada potensi dia melarikan diri,” sambung Adhi.

Baca Juga :  Nyabu saat Istirahat, Penjual Es Krim di Bangkalan Ditangkap Polisi

Pada kasus arisan ginjal dengan R bertindak sebagai admin ini, kerugian korban mencapai Rp 500 juta. R dilaporkan oleh empat korban ke Mapolres Pamekasan. Atas laporan itulah Satreskrim Polres Pamekasan mengambil tindakan hukum.

”R ini bukan bandar. Di atas R ini masih ada lagi,” sambung Adhi. Penahanan R ini menambah jumlah tersangka dalam kasus arisan ginjal ini yang banyak memakan korban di Pamekasan.

September 2020, Satreskrim Polres Pamekasan menahan Alfiana Setiawati alias Kanza. Dia juga aktor dari arisan ginjal. Kemudian Oktober 2020 juga menahan Reza Rizky Saputri (RRS) dalam kasus yang sama.

R disangka melanggar pasar 372 dan 378 KHUP. Dengan ancaman maksimal empat tahun penjara. ”R ini dilaporkan dalam kasus berbeda tapi kasusnya sama,” jelas Adhi.

Baca Juga :  Polres Janji Terus Razia Miras

Arisan ginjal adalah istilah dari jual beli slot atau list arisan. Arisan ini dimotori oleh seorang bandar. Dijual melalui jejaring online WhatsApp oleh seorang admin.

Dengan mekanisme, si admin mengirim list arisan yang akan dijual tersebut. Nominal arisan yang dijual variatif. Mulai dari arisan yang bernominal Rp 40 juta hingga yang nominalnya Rp 5 juta.

Arisan tersebut dijual di bawah nilai arisan. Misal, Rp 40 juta dijual Rp 34 juta. Sejumlah orang tertarik membeli karena menggiurkan dan untungnya lumayan.

Namun, banyak dari mereka yang telah membeli namun tidak mendapatkan arisan yang dibeli. Belakangan terbongkar bahwa slot arisan yang dijual itu arisan bodong. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/