24 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Kasus Kekerasan Seksual terhadap Istri

Polisi Tangkap Polisi

PAMEKASAN – Laporan anggota Bhayangkari berinisial MH tidak bertepuk sebelah tangan. Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Timur memproses laporan yang dilayangkan perempuan 41 tahun itu. Bahkan, Bidpropam Polda Jawa Timur telah menangkap AD, suami MH, Rabu (4/1).

Tim Bidpropam Jatim meringkus AD di kediamannya di Kecamatan Kota Pamekasan pada Rabu (4/1) pukul 00.00. Kasus pelecehan seksual ini diduga tidak hanya dilakukan oleh Aiptu AD. Oknum anggota Satsabhara Polres Pamekasan diduga mengajak kawan seprofesinya. Yaitu Iptu MHd,anggota Polres Pamekasan; AKP H, anggota Polres Bangkalan; dan anggota TNI Kodim 0828/Sampang berinisial SW.

Kelakuan bejat itu berlangsung sejak 2015. Terakhir dilakukan pada April 2022. Yongky mengungkapkan, kelakuan AD kepada istrinya itu benar-benar sangat jahat. Dia mempunyai kebiasaan menyimpang untuk memuaskan hasratnya.

Makanya kami kawal hingga sampai ke pihak Polda Jatim, karena ini sudah keterlaluan,” ucap Yolies Yongky Nataselaku kuasa hukum MH kemarin (5/1).

MH melaporkan AD pada Bidpropam Polda Jatim dalam perkara kekerasan seksual, pemerkosaan, pelanggaran ITE,dan kasus narkotika pada Kamis, 29 Desember 2022. Pelapor juga mengadukan anggota Iptu MHd perihal pemerkosaan serta anggota AKP H dalam pelanggaran ITE dan kekerasan seksual.

Baca Juga :  Gelapkan 4 Sepeda Motor Sewaan, Ibu Muda di Sampang Diamankan Polisi

Yongky menuturkan, Aipda AD ini dilaporkan atas dugaan menjual sang istri. Sebab, dia membiarkan bahkan mengajak orang lain untuk menyetubuhi istrinya. SedangkanAKP H dilaporkan dalam pelanggaran ITE karena mengirim foto alat vitalnya kepada MHd dengan maksud mau meniduri pelapor.

Kalau MHd itu dilaporkan dalam perkara pemerkosaan karena ikut menggauli paksa klien saya ini, yang bukan istrinya sendiri,” ungkap Yongky.

Advokat muda itu juga menuturkan, AD kerap mengonsumsi narkoba sebelum memulai aksi asusila itu bersama teman-temannya. Hal itu benar-benar merendahkan martabat perempuan, dan juga sudah mencoreng nama baik Polri, makanya kami ingin hal ini bisa ditindak lebih tegas lagi, karena keadaan MH sudah depresi berat,” jelasnya.

Yongky menuturkan, pada Minggu (1/1) pihaknya meminta Polres Pamekasan melalui permohonan tertulis dengan surat kuasa khusus nomor 4001/SK/Y-H/17/12/2022 untuk penundaan kenaikan pangkat kepada Aiptu AD pada upacara kenaikan pangkat (UKP) Selasa (3/1). Pangkat AD Aipda naik menjadi Aiptu.

Tapi, tetap tidak ada respons apa-apa. Kemudian, Rabu (4/1) pukul 00.00 itu terlapor berada di rumahnya dan langsung dibawa ke Bidpropam Polda Jatim,” ucap Yongky.

Baca Juga :  Laporkan Dugaan Pemalsuan Izin Operasional

Sebelumnya, selain MHd, H, dan SW, Yongky menyebut keterlibatan warga biasa. Namun, dua orang itu belum dilaporkan karena masih mengumpulkan bukti. Menurut Yongky, selain mengajak temannya untuk melecehkan istrinya, AD juga mendokumentasikan perilaku menyimpang tersebut dalam bentuk rekaman video.

Semua barang bukti (BB) terkait kasus tersebut sudah dikantongi. MH juga dipaksa AD untuk mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Informasinya, narkoba tersebut didapat dari SW.Bahkan, antara MaretApril 2022, AD mengonsumsi sabu-sabu secara gratis. Itu setelah dia membolehkan SW menggauli korban,” ungkap Yongky.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jatim Kombes Dirmanto mengakui penangkapan oknum anggota Satsabhara Polres Pamekasan Aiptu AD pada Rabu (4/1) pukul 00.00.Penangkapan ini memang masih dilakukan kepada AD. Sebab, dia adalah terduga pelaku utama dalam kasus pelecehan dan kekerasan seksual ini.

Selanjutnya, pihak lain dalam kasus ini juga akan dipanggil. Yang bersangkutan kita amankan di Polda Jatim dalam rangka penyelidikan dugaan pelanggaran kode etik,”jelasnya. (ail/luq)

PAMEKASAN – Laporan anggota Bhayangkari berinisial MH tidak bertepuk sebelah tangan. Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Timur memproses laporan yang dilayangkan perempuan 41 tahun itu. Bahkan, Bidpropam Polda Jawa Timur telah menangkap AD, suami MH, Rabu (4/1).

Tim Bidpropam Jatim meringkus AD di kediamannya di Kecamatan Kota Pamekasan pada Rabu (4/1) pukul 00.00. Kasus pelecehan seksual ini diduga tidak hanya dilakukan oleh Aiptu AD. Oknum anggota Satsabhara Polres Pamekasan diduga mengajak kawan seprofesinya. Yaitu Iptu MHd,anggota Polres Pamekasan; AKP H, anggota Polres Bangkalan; dan anggota TNI Kodim 0828/Sampang berinisial SW.

Kelakuan bejat itu berlangsung sejak 2015. Terakhir dilakukan pada April 2022. Yongky mengungkapkan, kelakuan AD kepada istrinya itu benar-benar sangat jahat. Dia mempunyai kebiasaan menyimpang untuk memuaskan hasratnya.


Makanya kami kawal hingga sampai ke pihak Polda Jatim, karena ini sudah keterlaluan,” ucap Yolies Yongky Nataselaku kuasa hukum MH kemarin (5/1).

MH melaporkan AD pada Bidpropam Polda Jatim dalam perkara kekerasan seksual, pemerkosaan, pelanggaran ITE,dan kasus narkotika pada Kamis, 29 Desember 2022. Pelapor juga mengadukan anggota Iptu MHd perihal pemerkosaan serta anggota AKP H dalam pelanggaran ITE dan kekerasan seksual.

Baca Juga :  Dirawat di Puskesmas, Begini Kondisi Bayi yang Ditemukan Busiyah

Yongky menuturkan, Aipda AD ini dilaporkan atas dugaan menjual sang istri. Sebab, dia membiarkan bahkan mengajak orang lain untuk menyetubuhi istrinya. SedangkanAKP H dilaporkan dalam pelanggaran ITE karena mengirim foto alat vitalnya kepada MHd dengan maksud mau meniduri pelapor.

Kalau MHd itu dilaporkan dalam perkara pemerkosaan karena ikut menggauli paksa klien saya ini, yang bukan istrinya sendiri,” ungkap Yongky.

- Advertisement -

Advokat muda itu juga menuturkan, AD kerap mengonsumsi narkoba sebelum memulai aksi asusila itu bersama teman-temannya. Hal itu benar-benar merendahkan martabat perempuan, dan juga sudah mencoreng nama baik Polri, makanya kami ingin hal ini bisa ditindak lebih tegas lagi, karena keadaan MH sudah depresi berat,” jelasnya.

Yongky menuturkan, pada Minggu (1/1) pihaknya meminta Polres Pamekasan melalui permohonan tertulis dengan surat kuasa khusus nomor 4001/SK/Y-H/17/12/2022 untuk penundaan kenaikan pangkat kepada Aiptu AD pada upacara kenaikan pangkat (UKP) Selasa (3/1). Pangkat AD Aipda naik menjadi Aiptu.

Tapi, tetap tidak ada respons apa-apa. Kemudian, Rabu (4/1) pukul 00.00 itu terlapor berada di rumahnya dan langsung dibawa ke Bidpropam Polda Jatim,” ucap Yongky.

Baca Juga :  Pengendara Pura-Pura Berhenti, Petugas Tak Terkecoh

Sebelumnya, selain MHd, H, dan SW, Yongky menyebut keterlibatan warga biasa. Namun, dua orang itu belum dilaporkan karena masih mengumpulkan bukti. Menurut Yongky, selain mengajak temannya untuk melecehkan istrinya, AD juga mendokumentasikan perilaku menyimpang tersebut dalam bentuk rekaman video.

Semua barang bukti (BB) terkait kasus tersebut sudah dikantongi. MH juga dipaksa AD untuk mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Informasinya, narkoba tersebut didapat dari SW.Bahkan, antara MaretApril 2022, AD mengonsumsi sabu-sabu secara gratis. Itu setelah dia membolehkan SW menggauli korban,” ungkap Yongky.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jatim Kombes Dirmanto mengakui penangkapan oknum anggota Satsabhara Polres Pamekasan Aiptu AD pada Rabu (4/1) pukul 00.00.Penangkapan ini memang masih dilakukan kepada AD. Sebab, dia adalah terduga pelaku utama dalam kasus pelecehan dan kekerasan seksual ini.

Selanjutnya, pihak lain dalam kasus ini juga akan dipanggil. Yang bersangkutan kita amankan di Polda Jatim dalam rangka penyelidikan dugaan pelanggaran kode etik,”jelasnya. (ail/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/