alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

75 Persen Tersandung Kasus Narkoba

SUMENEP – Kasus pelanggaran hukum di Kabupaten Sumenep cukup tinggi. Hingga Minggu (2/12) ada 295 orang yang ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sumenep. Padahal, kapasitas gedung tersebut hanya untuk 100 orang. Dari jumlah tersebut, rata-rata kasus penyalahgunaan narkoba.

”Narkoba rata-rata. Bahkan, hampir 75 persen,” ujar Kepala Rutan Kelas II-B Sumenep Beni Hidayat kepada RadarMadura.id.

Menurut Beni, para napi tidak hanya dikurung, tetapi juga mendapat pembinaan. Melalui pembinaan kepribadian dan kemandirian diharapkan perilaku mereka berubah. Untuk program tersebut, rutan bekerja sama dengan Kemenag dan Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan.

Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

Baca Juga :  Warga Polisikan Kades Bira Tengah

”Semua dibekali pengetahuan agama sehingga ada perubahan perilaku,” tuturnya. ”Kita salurkan minat dan bakat warga binaan yang ada di rutan kelas II-B itu melalui keterampilan. Yaitu, kesenian, pertanian, kuliner, dan pertunjukan,” tambahnya.

Dengan program itu, Beni berharap, napi menyesali perbuatannya dan memiliki kepribadian yang baik. Dengan demikian, saat keluar mereka bisa kembali ke masyarakat dan tidak mengulangi perbuatannya. ”Semoga bermanfaat pembinaan yang sudah diberikan,” ucapnya. (c2)

 

 

- Advertisement -

SUMENEP – Kasus pelanggaran hukum di Kabupaten Sumenep cukup tinggi. Hingga Minggu (2/12) ada 295 orang yang ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sumenep. Padahal, kapasitas gedung tersebut hanya untuk 100 orang. Dari jumlah tersebut, rata-rata kasus penyalahgunaan narkoba.

”Narkoba rata-rata. Bahkan, hampir 75 persen,” ujar Kepala Rutan Kelas II-B Sumenep Beni Hidayat kepada RadarMadura.id.

Menurut Beni, para napi tidak hanya dikurung, tetapi juga mendapat pembinaan. Melalui pembinaan kepribadian dan kemandirian diharapkan perilaku mereka berubah. Untuk program tersebut, rutan bekerja sama dengan Kemenag dan Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan.


Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

Baca Juga :  Tertangkap Basah Nyabu, Empat Remaja Masuk Bui

”Semua dibekali pengetahuan agama sehingga ada perubahan perilaku,” tuturnya. ”Kita salurkan minat dan bakat warga binaan yang ada di rutan kelas II-B itu melalui keterampilan. Yaitu, kesenian, pertanian, kuliner, dan pertunjukan,” tambahnya.

Dengan program itu, Beni berharap, napi menyesali perbuatannya dan memiliki kepribadian yang baik. Dengan demikian, saat keluar mereka bisa kembali ke masyarakat dan tidak mengulangi perbuatannya. ”Semoga bermanfaat pembinaan yang sudah diberikan,” ucapnya. (c2)

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/