alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Achmad Syafii Ditangkap KPK Menjelang Akhir Masa Jabatan

PAMEKASAN – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya turut menyeret Bupati Achmad Syafii menjadi tersangka. Tidak ada yang menduga Syafii bakal menjadi tersangka dugaan korupsi menjelang akhir masa jabatannya sebagai bupati.

Jawa Pos Radar Madura wawancara khusus dengan Bupati Pamekasan Syafii awal Juli lalu. Koran ini menanyakan keinginan bupati setelah tidak menjabat sebagai kepala daerah pada 23 April 2018 nanti.

Syafii mengutarakan niat bakal pensiun dari dunia politik praktis. Keputusan itu sudah bulat. Keluarga mendukung keputusan Syafii tersebut. ”Saya sudah lama di dunia politik, sudah mulai jenuh,” katanya waktu itu.

Mantan Ketua DPRD Pamekasan tersebut bercerita awal meniti karir di dunia politik. Dia mulai bersentuhan dengan politik sejak 1996. Setahun kemudian, Syafii terjun ke dunia politik yang sebenarnya dengan menjadi pengurus PAC PPP Palengaan, Pamekasan.

Pada 1997, Syafii terpilih menjadi anggota DPRD Pamekasan. Dia dipercaya memimpin Komisi A DPRD Pamekasan. Pada 1999 dia kembali terpilih menjadi anggota DPRD Pamekasan, dan Syafii dipercaya menjadi Ketua DPRD Pamekasan.

Kemudian pada 2003, Syafii menjadi bupati Pamekasan hingga 2008. Setahun kemudian, dia menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrat periode 2009–2013. Pada 2013, Syafii kembali terpilih menjadi bupati Pamekasan periode 2013–2018.

Baca Juga :  Polres Panggil Enam Saksi Kasus RSUD

Pahit manis politik sudah dia rasakan. Kiranya wajar jika Syafii merasa jenuh. Dia 20 tahun di dunia politik. Menurutnya, ketika seseorang sudah merasa jenuh, tidak bisa dipaksakan. Jika dipaksakan, hasilnya tidak baik.

Atas pertimbangan itu, Syafii memutuskan rehat dari dunia politik praktis. Politik praktis yang dia maksud yaitu urusan calon-mencalonkan. Dia memastikan akan keluar dari dunia seperti itu. Pria 52 tahun itu mengaku perlu ada regenerasi kepemimpinan politik di Pamekasan.

Namun Syafii merasa tidak mesti sepenuhnya menanggalkan dunia politik yang telah membesarkan namanya. Dia mengaku tetap akan bersama masyarakat mengawal pembangunan Pemekasan.

Sayangnya, karir politik Syafii ternoda. Dia menyandang status tersangka KPK. Syafii diduga terlibat dalam kasus suap yang dilakukan Kades Dasok Agus Mulyadi kepada Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya.

Hingga Kamis (3/8), langkah hukum bupati belum diketahui. Sumber internal Pemkab Pamekasan menyampaikan, orang-orang dekat bupati masih menyiapkan tim pengacara. Tim pengacara itu dipastikan tidak menggunakan bantuan hukum pemerintah.

Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) menggelar rapat kemarin. Rapat berlangsung secara tertutup di aula pemkab. Usai rapat, Khalil menyampaikan akan berkoordinasi dengan keluarga Syafii.

Baca Juga :  Sabu - sabu Seberat 25 Gram Disimpan Dalam Mobil Tercium Polisi

Pejabat Pemkab Pamekasan belum bisa menemui Syafii. Upaya telepon yang dilakukan pihak keluarga Syafii juga tidak berhasil. ”Kami akan menemui bupati jika sudah ada informasi bisa bertemu. Setelah dibawa KPK, beliau tidak bisa ditemui,” katanya.

Bagaimana dengan roda pemerintahan ke depan? Khalil mengaku menunggu keputusan dari Mendagri. Namun dia memastikan roda pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya. ”Pemerintahan tetap bejalan karena sudah ada program,” terang dia. ”Berkaitan dengan kebijakan, kami akan berkoordinasi dan konsultasi dengan pemprov,” imbuhnya.

Dia meminta, kasus yang menimpa bupati tidak mengakibatkan OPD lemah dalam menjalankan tugas. Sebaliknya, OPD diminta tetap semangat menjalankan kewajiban pemerintahan. ”Kami prihatin dan tidak menyangka dengan musibah ini. Harus dihadapi dengan kesabaran, introspeksi diri, dan tetap bekerja sesuai dengan ketentuan,” ucapnya.

Khalil mengingatkan kepala desa menjalankan program sesuai ketentuan. ”Sekecil apa pun kesalahan, harus dihindari. Semuanya harus memperbaiki. Kami berdoa kepada Allah agar musibah ini menemukan jalan keluar,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Pamekasan Hermanto mengaku bersedih atas ditangkapnya Syafii oleh KPK. Dia meminta seluruh pihak menghargai suasana kabung itu. ”Untuk sementara tolong hargai dulu. Mohon maaf belum bisa memberikan pernyataan apa pun,” tandas dia.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya turut menyeret Bupati Achmad Syafii menjadi tersangka. Tidak ada yang menduga Syafii bakal menjadi tersangka dugaan korupsi menjelang akhir masa jabatannya sebagai bupati.

Jawa Pos Radar Madura wawancara khusus dengan Bupati Pamekasan Syafii awal Juli lalu. Koran ini menanyakan keinginan bupati setelah tidak menjabat sebagai kepala daerah pada 23 April 2018 nanti.

Syafii mengutarakan niat bakal pensiun dari dunia politik praktis. Keputusan itu sudah bulat. Keluarga mendukung keputusan Syafii tersebut. ”Saya sudah lama di dunia politik, sudah mulai jenuh,” katanya waktu itu.


Mantan Ketua DPRD Pamekasan tersebut bercerita awal meniti karir di dunia politik. Dia mulai bersentuhan dengan politik sejak 1996. Setahun kemudian, Syafii terjun ke dunia politik yang sebenarnya dengan menjadi pengurus PAC PPP Palengaan, Pamekasan.

Pada 1997, Syafii terpilih menjadi anggota DPRD Pamekasan. Dia dipercaya memimpin Komisi A DPRD Pamekasan. Pada 1999 dia kembali terpilih menjadi anggota DPRD Pamekasan, dan Syafii dipercaya menjadi Ketua DPRD Pamekasan.

Kemudian pada 2003, Syafii menjadi bupati Pamekasan hingga 2008. Setahun kemudian, dia menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrat periode 2009–2013. Pada 2013, Syafii kembali terpilih menjadi bupati Pamekasan periode 2013–2018.

Baca Juga :  Selain 4 Wanita dan 2 Pria, Polisi Temukan Tisu Magic Plus

Pahit manis politik sudah dia rasakan. Kiranya wajar jika Syafii merasa jenuh. Dia 20 tahun di dunia politik. Menurutnya, ketika seseorang sudah merasa jenuh, tidak bisa dipaksakan. Jika dipaksakan, hasilnya tidak baik.

Atas pertimbangan itu, Syafii memutuskan rehat dari dunia politik praktis. Politik praktis yang dia maksud yaitu urusan calon-mencalonkan. Dia memastikan akan keluar dari dunia seperti itu. Pria 52 tahun itu mengaku perlu ada regenerasi kepemimpinan politik di Pamekasan.

Namun Syafii merasa tidak mesti sepenuhnya menanggalkan dunia politik yang telah membesarkan namanya. Dia mengaku tetap akan bersama masyarakat mengawal pembangunan Pemekasan.

Sayangnya, karir politik Syafii ternoda. Dia menyandang status tersangka KPK. Syafii diduga terlibat dalam kasus suap yang dilakukan Kades Dasok Agus Mulyadi kepada Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya.

Hingga Kamis (3/8), langkah hukum bupati belum diketahui. Sumber internal Pemkab Pamekasan menyampaikan, orang-orang dekat bupati masih menyiapkan tim pengacara. Tim pengacara itu dipastikan tidak menggunakan bantuan hukum pemerintah.

Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) menggelar rapat kemarin. Rapat berlangsung secara tertutup di aula pemkab. Usai rapat, Khalil menyampaikan akan berkoordinasi dengan keluarga Syafii.

Baca Juga :  Dua Pejabat ”Tumbang” gara-gara Kasus Kecil

Pejabat Pemkab Pamekasan belum bisa menemui Syafii. Upaya telepon yang dilakukan pihak keluarga Syafii juga tidak berhasil. ”Kami akan menemui bupati jika sudah ada informasi bisa bertemu. Setelah dibawa KPK, beliau tidak bisa ditemui,” katanya.

Bagaimana dengan roda pemerintahan ke depan? Khalil mengaku menunggu keputusan dari Mendagri. Namun dia memastikan roda pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya. ”Pemerintahan tetap bejalan karena sudah ada program,” terang dia. ”Berkaitan dengan kebijakan, kami akan berkoordinasi dan konsultasi dengan pemprov,” imbuhnya.

Dia meminta, kasus yang menimpa bupati tidak mengakibatkan OPD lemah dalam menjalankan tugas. Sebaliknya, OPD diminta tetap semangat menjalankan kewajiban pemerintahan. ”Kami prihatin dan tidak menyangka dengan musibah ini. Harus dihadapi dengan kesabaran, introspeksi diri, dan tetap bekerja sesuai dengan ketentuan,” ucapnya.

Khalil mengingatkan kepala desa menjalankan program sesuai ketentuan. ”Sekecil apa pun kesalahan, harus dihindari. Semuanya harus memperbaiki. Kami berdoa kepada Allah agar musibah ini menemukan jalan keluar,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Pamekasan Hermanto mengaku bersedih atas ditangkapnya Syafii oleh KPK. Dia meminta seluruh pihak menghargai suasana kabung itu. ”Untuk sementara tolong hargai dulu. Mohon maaf belum bisa memberikan pernyataan apa pun,” tandas dia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/