alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Gara-Gara Serempet Mobil, Siswa Dianiaya

PAMEKASAN – Sabtu malam (2/3), pelipis Moh. Rifqi Maulana, 17, lebam karena diduga dipukul dua orang tak dikenal. Pemicunya, siswa SMAN 3 Pamekasan itu menyerempet mobil yang diparkir di Jalan Niaga.

Sekitar pukul 22.00, Rifqi mau mengembalikan kursi ke rumah temannya. Kursi tersebut baru selesai digunakan saat acara drama di sekolah. Awalnya dia akan melintas di jalan sekitar Arek Lancor. Namun, jalur di kawasan tersebut ditutup karena ada acara.

Dia balik arah lewat Jalan Kemuning. Saat tiba di simpang tiga Jalan Niaga, dia belok kanan. Namun dia ditegur juru parkir karena mobil dilarang melintas ke arah barat. ”Saya disuruh belok arah oleh petugas parkir. Saya ikuti arahan juru parkir itu,” tutur Rifqi kemarin (3/3).

Nahas, saat menepi dan akan belok, mobil pikap yang dia tumpangi mengenai mobil Avanza putih nopol W 1249 YO. Akibatnya, bumper belakang mobil Avanza rusak. ”Pemilik mobil Avanza langsung teriak-teriak dan meminta saya turun,” ujar Rifqi.

Baca Juga :  10 Jam Menghilang, Warga Sampang Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur

Belum sempat turun dari pikap, Rifqi mengalami penganiayaan. Pemilik mobil Avanza menarik kerah baju Rifqi dan memukul lehernya di bagian belakang. Kemudian, orang yang ditengarai anak pemilik mobil Avanza meninju wajah Rifqi hingga lebam.

”Saya dipukul, padahal saya sudah bilang akan bertanggung jawab untuk memperbaiki dan tidak akan lari. Berapa pun akan diganti. Kenapa saya masih dipukul,” urainya.

Beruntung saat itu ada polisi yang berjaga-jaga. Rifqi meminta perlindungan. Peristiwa tersebut sempat membuat arus lalu lintas macet karena banyak orang berbondong-bondong ingin melihat apa yang terjadi.

Rifqi kemudian minta divisum ke rumah sakit karena akan dijadikan bukti laporan ke polisi. ”Agar diproses secara hukum,” ujarnya.

Baca Juga :  Terekam CCTV, Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Ahmad Ghailani, ayah Rifqi menyampaikan, sejatinya masalah kecelakaan tersebut bisa diproses secara hukum. ”Anak saya kalau memang salah, silakan diproses ke kepolisian, bukan dipukul,” katanya.

Dia mengaku mendengar Rifqi menahan sakit dan berontak saat dipukul. Sebab saat itu Rifqi menelepon memberi tahu menyerempet mobil. Saat itu Ahmad Ghailani berada di kawasan Bangkalan untuk menjemput istrinya ke Surabaya yang datang umrah. ”Saat itu saya langsung menyuruh anak saya minta perlindungan ke polisi, dan minta untuk divisum,” ucapnya.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu, tegas dia, akan dilaporkan ke aparat kepolisian. Dia masih menunggu Rifqi sembuh. Dia berharap laporannya nanti diproses oleh aparat kepolisian. Sebab, masalah tersebut sudah masuk kategori tindak kriminal. ”Saya membayangkan bagaimana ketika anak saya dipukul di depan banyak orang, pasti psikisnya terganggu,” tukasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Sabtu malam (2/3), pelipis Moh. Rifqi Maulana, 17, lebam karena diduga dipukul dua orang tak dikenal. Pemicunya, siswa SMAN 3 Pamekasan itu menyerempet mobil yang diparkir di Jalan Niaga.

Sekitar pukul 22.00, Rifqi mau mengembalikan kursi ke rumah temannya. Kursi tersebut baru selesai digunakan saat acara drama di sekolah. Awalnya dia akan melintas di jalan sekitar Arek Lancor. Namun, jalur di kawasan tersebut ditutup karena ada acara.

Dia balik arah lewat Jalan Kemuning. Saat tiba di simpang tiga Jalan Niaga, dia belok kanan. Namun dia ditegur juru parkir karena mobil dilarang melintas ke arah barat. ”Saya disuruh belok arah oleh petugas parkir. Saya ikuti arahan juru parkir itu,” tutur Rifqi kemarin (3/3).


Nahas, saat menepi dan akan belok, mobil pikap yang dia tumpangi mengenai mobil Avanza putih nopol W 1249 YO. Akibatnya, bumper belakang mobil Avanza rusak. ”Pemilik mobil Avanza langsung teriak-teriak dan meminta saya turun,” ujar Rifqi.

Baca Juga :  Disdik Umumkan Kelulusan melalui Daring

Belum sempat turun dari pikap, Rifqi mengalami penganiayaan. Pemilik mobil Avanza menarik kerah baju Rifqi dan memukul lehernya di bagian belakang. Kemudian, orang yang ditengarai anak pemilik mobil Avanza meninju wajah Rifqi hingga lebam.

”Saya dipukul, padahal saya sudah bilang akan bertanggung jawab untuk memperbaiki dan tidak akan lari. Berapa pun akan diganti. Kenapa saya masih dipukul,” urainya.

Beruntung saat itu ada polisi yang berjaga-jaga. Rifqi meminta perlindungan. Peristiwa tersebut sempat membuat arus lalu lintas macet karena banyak orang berbondong-bondong ingin melihat apa yang terjadi.

Rifqi kemudian minta divisum ke rumah sakit karena akan dijadikan bukti laporan ke polisi. ”Agar diproses secara hukum,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Panen Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Ahmad Ghailani, ayah Rifqi menyampaikan, sejatinya masalah kecelakaan tersebut bisa diproses secara hukum. ”Anak saya kalau memang salah, silakan diproses ke kepolisian, bukan dipukul,” katanya.

Dia mengaku mendengar Rifqi menahan sakit dan berontak saat dipukul. Sebab saat itu Rifqi menelepon memberi tahu menyerempet mobil. Saat itu Ahmad Ghailani berada di kawasan Bangkalan untuk menjemput istrinya ke Surabaya yang datang umrah. ”Saat itu saya langsung menyuruh anak saya minta perlindungan ke polisi, dan minta untuk divisum,” ucapnya.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu, tegas dia, akan dilaporkan ke aparat kepolisian. Dia masih menunggu Rifqi sembuh. Dia berharap laporannya nanti diproses oleh aparat kepolisian. Sebab, masalah tersebut sudah masuk kategori tindak kriminal. ”Saya membayangkan bagaimana ketika anak saya dipukul di depan banyak orang, pasti psikisnya terganggu,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/