alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Napi Kabur Ditangkap di Situbondo

SUMENEP – Pelarian Abd. Baidi, 32, warga Desa Banaresep Barat, Kecamatan Lenteng, terhenti. Narapidana (napi) yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Sumenep berhasil ditangkap Jumat (1/11). Pria 32 tahun itu ditangkap pukul 11.56 di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.

Kepala Rutan Kelas II-B Sumenep Beni Hidayat menyampaikan, lokasi Baidi sudah terpantau sejak 17 Oktober 2019. Namun, sejak dalam pantauan, posisinya terus berpindah-pindah. Setelah diketahui menetap di rumah saudaranya di Situbondo, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kasatreskrim Polres Situbondo.

Penangkapan dilakukan oleh Tim Resmob Polres Situbondo. Mulanya, famili Baidi sempat mengelak keberadaannya. Namun, petugas memaksa masuk dan melakukan penggeledahan. Kemudian yang bersangkutan kedapatan bersembunyi di dalam lemari.

Baca Juga :  Polisi: Terduga Teroris Yang Ditangkap di Karanganyar Asli Sampang

Setelah berhasil diamankan, pihaknya langsung melakukan penjemputan dan baru sampai di Situbondo pukul 24.00. Saat ini yang besangkutan diamankan di Lapas Kelas II-A Pamekasan. ”Sekitar pukul 02.00 kita langsung bawa Baidi kembali ke Madura dan dititpkan di Lapas Pamekasan,” jelasnya.

Sementara napi lainnya yang kabur bersama Baidi, Matrawi, 38, masih dalam pantauaan. Pihaknya belum bisa memberi keterangan lebih banyak terkait keberadaan warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih itu. ”Seperti halnya Baidi, kita pantau dari jauh-jauh hari,” jelasnya.

Perlu diketahui, mereka berdua (Matrawi dan Abd. Baidi) berhasil kabur dari Rutan Kelas II-B Sumenep, Minggu (29/9). Matrawi sudah tiga kali berhasil kabur dari tahanan. Pertama kali kabur pada 2008. Kemudian, pada 6 Februari 2019. Matrawi kabur bersama Hasan Basri, 28, warga Desa Totosan, Kecamatan Batang-Batang dan Riyanto, 16, warga Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih.

Baca Juga :  Hendak Siram Tembakau, Petani di Sumenep Temukan Bayi Mati Mengapung

Berhasil ditangkap lagi pada 17 Juni 2019. Setelah tertangkap, Matrawi ditempatkan di sel isolasi dengan pengawasan maksimal dan beberapa haknya dicabut. Di sel isolasi tersebut dia ditahan dengan 2 borgol sekaligus pada tangannya. Kakinya juga dirantai ke pintu besi sel.

Saat kabur, di lokasi ditemukan tiga kolong borgol yang dirusak. Sementara rantai dikakinya terlihat masih utuh. Di sel itu ditemukan satu sendok yang diduga digunakan untuk membobol gedung rutan. (c3)

 

SUMENEP – Pelarian Abd. Baidi, 32, warga Desa Banaresep Barat, Kecamatan Lenteng, terhenti. Narapidana (napi) yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Sumenep berhasil ditangkap Jumat (1/11). Pria 32 tahun itu ditangkap pukul 11.56 di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.

Kepala Rutan Kelas II-B Sumenep Beni Hidayat menyampaikan, lokasi Baidi sudah terpantau sejak 17 Oktober 2019. Namun, sejak dalam pantauan, posisinya terus berpindah-pindah. Setelah diketahui menetap di rumah saudaranya di Situbondo, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kasatreskrim Polres Situbondo.

Penangkapan dilakukan oleh Tim Resmob Polres Situbondo. Mulanya, famili Baidi sempat mengelak keberadaannya. Namun, petugas memaksa masuk dan melakukan penggeledahan. Kemudian yang bersangkutan kedapatan bersembunyi di dalam lemari.

Baca Juga :  Warga Beluk Kenek Dibacok OTK

Setelah berhasil diamankan, pihaknya langsung melakukan penjemputan dan baru sampai di Situbondo pukul 24.00. Saat ini yang besangkutan diamankan di Lapas Kelas II-A Pamekasan. ”Sekitar pukul 02.00 kita langsung bawa Baidi kembali ke Madura dan dititpkan di Lapas Pamekasan,” jelasnya.

Sementara napi lainnya yang kabur bersama Baidi, Matrawi, 38, masih dalam pantauaan. Pihaknya belum bisa memberi keterangan lebih banyak terkait keberadaan warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih itu. ”Seperti halnya Baidi, kita pantau dari jauh-jauh hari,” jelasnya.

Perlu diketahui, mereka berdua (Matrawi dan Abd. Baidi) berhasil kabur dari Rutan Kelas II-B Sumenep, Minggu (29/9). Matrawi sudah tiga kali berhasil kabur dari tahanan. Pertama kali kabur pada 2008. Kemudian, pada 6 Februari 2019. Matrawi kabur bersama Hasan Basri, 28, warga Desa Totosan, Kecamatan Batang-Batang dan Riyanto, 16, warga Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih.

Baca Juga :  Sales Minuman Nyambi Jadi Mucikari

Berhasil ditangkap lagi pada 17 Juni 2019. Setelah tertangkap, Matrawi ditempatkan di sel isolasi dengan pengawasan maksimal dan beberapa haknya dicabut. Di sel isolasi tersebut dia ditahan dengan 2 borgol sekaligus pada tangannya. Kakinya juga dirantai ke pintu besi sel.

Saat kabur, di lokasi ditemukan tiga kolong borgol yang dirusak. Sementara rantai dikakinya terlihat masih utuh. Di sel itu ditemukan satu sendok yang diduga digunakan untuk membobol gedung rutan. (c3)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/