alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Mantan Kades Tiga Kali Mangkir

BANGKALAN – Dugaan jual beli tanah percaton di Desa Petapan, Kecamatan Labang, terus didalami oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. Sayangnya, mantan Kepala Desa (Kades) Petapan berinisial S belum bisa dimintai keterangan. Yang bersangkutan selalu absen dalam pemanggilan.

Korps Adhyaksa sudah meminta keterangan beberapa pihak. Di antaranya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangkalan, camat, pihak desa, dan dua pembeli. Dugaan jual beli lahan tanah percaton terus menguat.

Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana menyatakan, dugaan jual beli tanah kas desa itu terus didalaminya. Tapi, pihaknya menemukan beberapa kendala. Salah satunya, kesulitan memanggil mantan Kades. Selain itu, salah seorang pembeli tanah belum dimintai keterangan karena alamatnya belum diketahui. ”Mantan Kades sudah tiga kali dipanggil, tapi tidak pernah hadir,” katanya kemarin (2/10).

Baca Juga :  Sopir AKAS Maut Jadi Tersangka

Pria asal Pulau Dewata itu menambahkan, surat pemanggilan kali ketiga kemarin yang dijadwal pukul 09.00. Staf kejari sudah mengantarkan surat itu ke alamat rumah mantan Kades. ”Yang menerima istrinya. Tapi, istrinya bilang yang bersangkutan ada di Surabaya. Ditanya alamatnya di mana, dia bilang tidak tahu,” ungkapnya.

Putu menjelaskan, pihaknya hanya ingin mengklarifikasi dugaan jual beli lahan percaton tersebut. Namun ketika pihaknya akan meminta keterangan dari mantan Kades, yang bersangkutan tidak pernah hadir. ”Kalau seperti itu, tidak ada iktikad baik,” ujar pria yang juga menjabat Kasi Intel Kejari Bangkalan itu.

Menurut Putu, pihaknya melakukan pemberkasan data. Dari analisis sementara, lahan tersebut memang tanah percaton. Akan tetapi, sudah diterbitkan tiga sertifikat hak milik (SHM). Pihaknya berjanji akan terus mengungkap dugaan jual beli lahan itu. ”Pasti kami tindak lanjuti,” janjinya.

Baca Juga :  Laporkan Tiga Polisi ke Propam

Untuk diketahui, dugaan jual beli lahan percaton seluas ±12.400 meter persegi. Lokasi lahan berada di sisi barat dan timur akses Suramadu. Harga jual per meter persegi Rp 800 ribu–Rp 1 juta. Lahan itu ditengarai tanah percaton. Namun, mantan Kades menjual kepada pihak swasta pada 2012.

- Advertisement -

BANGKALAN – Dugaan jual beli tanah percaton di Desa Petapan, Kecamatan Labang, terus didalami oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. Sayangnya, mantan Kepala Desa (Kades) Petapan berinisial S belum bisa dimintai keterangan. Yang bersangkutan selalu absen dalam pemanggilan.

Korps Adhyaksa sudah meminta keterangan beberapa pihak. Di antaranya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangkalan, camat, pihak desa, dan dua pembeli. Dugaan jual beli lahan tanah percaton terus menguat.

Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana menyatakan, dugaan jual beli tanah kas desa itu terus didalaminya. Tapi, pihaknya menemukan beberapa kendala. Salah satunya, kesulitan memanggil mantan Kades. Selain itu, salah seorang pembeli tanah belum dimintai keterangan karena alamatnya belum diketahui. ”Mantan Kades sudah tiga kali dipanggil, tapi tidak pernah hadir,” katanya kemarin (2/10).

Baca Juga :  Usut Program Kambing Etawa, Kejari Gilir Timgar

Pria asal Pulau Dewata itu menambahkan, surat pemanggilan kali ketiga kemarin yang dijadwal pukul 09.00. Staf kejari sudah mengantarkan surat itu ke alamat rumah mantan Kades. ”Yang menerima istrinya. Tapi, istrinya bilang yang bersangkutan ada di Surabaya. Ditanya alamatnya di mana, dia bilang tidak tahu,” ungkapnya.

Putu menjelaskan, pihaknya hanya ingin mengklarifikasi dugaan jual beli lahan percaton tersebut. Namun ketika pihaknya akan meminta keterangan dari mantan Kades, yang bersangkutan tidak pernah hadir. ”Kalau seperti itu, tidak ada iktikad baik,” ujar pria yang juga menjabat Kasi Intel Kejari Bangkalan itu.

Menurut Putu, pihaknya melakukan pemberkasan data. Dari analisis sementara, lahan tersebut memang tanah percaton. Akan tetapi, sudah diterbitkan tiga sertifikat hak milik (SHM). Pihaknya berjanji akan terus mengungkap dugaan jual beli lahan itu. ”Pasti kami tindak lanjuti,” janjinya.

Baca Juga :  Dipolisikan, Ketua YPS Siap Beberkan Bukti

Untuk diketahui, dugaan jual beli lahan percaton seluas ±12.400 meter persegi. Lokasi lahan berada di sisi barat dan timur akses Suramadu. Harga jual per meter persegi Rp 800 ribu–Rp 1 juta. Lahan itu ditengarai tanah percaton. Namun, mantan Kades menjual kepada pihak swasta pada 2012.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/