alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Kejari Sampang Punya Tunggakan Kasus Korupsi

SAMPANG – Selama 2017 Kejari Sampang menangani empat perkara kasus korupsi. Yakni, kasus program pengembangan tebu 2013, pemotongan dana desa (DD), pembobolan uang nasabah, dan pengadaan sapi fiktif.

Dari empat perkara itu, hanya tiga yang tuntas dan sudah inkracht.Sementara satu perkara lainnya masih proses persidangan.Yakni, pelimpahan berkas kasus dugaan korupsi pengembangan tebu 2014 dari Polres Sampang.

Tiga perkara korupsi yang sudah inkracht yaitu pengembangan tebu yang menyeret Singgih Bektiono serta perkara pemotongan DD yang melibatkan mantan Camat Kedungdung Ahmad Junaidi dan almarhum Kun Hidayat selaku mantan Kasi PMD Camat Kedungdung.

Juga kasus pembobolan uang nasabah yang dilakukan Samsul Arifin dan Yudi Sagita. Dua perkara yang masih proses ialah kasus pengadaan sapi fiktif dengan terdakwa Doni dan Obet. Kedua kasus pengembangan tebu dengan dua tersangka Abdul Holik dan Aliansah.

Baca Juga :  Pertanyakan Perkembangan Kasus DD

Dibandingkan 2016, kasus korupsi yang ditangani Kejari Sampang 2017 lebih sedikit. Tahun 2016 menangani 13 perkara. Di antaranya kasus pesangon DPRD 2014, kasus tebu, bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS), dan PT SMP. ”Saat ini fokus pada perkara yang masih belum diselesaikan,” kata Kasipidsus Kejari Sampang Yudie Arieanto Tri Santosa Selasa (2/1).

Pria asal Sidoarjo itu bersyukur perkara korupsi yang ditangani semakin sedikit. Dia menilai, hal itu pertanda masyarakat sipil dan pejabat mulai sadar tidak ingin korupsi. Yudie mengimbau semua program yang direncanakan pemerintah dijalankan sebagaimana mestinya. ”Supaya  pembangunan di Sampang merata dan maju,” tegas Yudie.

Pihaknya bekerja sama dengan semua pihak untuk menghadirkan terdakwa yang masih buron. DPO yang belum ditangkap yakni Rofik Firdaus dan Abdul Qowi. ”Terakhir informasi yang kami terima ada di salah satu kabupaten di Jawa Timur,” tegasnya. ”Setelah dilakukan penelusuran, yang bersangkutan tidak ada,” imbuhnya.

Baca Juga :  Janji Kebut Sisa Perkara Korupsi 2019

Sementara mengenai seorang tersangka kasus pengembangan tebu 2014 yang belum ditahan, Yudie mengaku tidak punya kewenangan. Sebab, kasus tersebut ditangani kepolisian. ”Kami tinggal menunggu berkas dari polres. Akan kami tahan kalau sudah dilakukan pelimpahan,” tutupnya.

SAMPANG – Selama 2017 Kejari Sampang menangani empat perkara kasus korupsi. Yakni, kasus program pengembangan tebu 2013, pemotongan dana desa (DD), pembobolan uang nasabah, dan pengadaan sapi fiktif.

Dari empat perkara itu, hanya tiga yang tuntas dan sudah inkracht.Sementara satu perkara lainnya masih proses persidangan.Yakni, pelimpahan berkas kasus dugaan korupsi pengembangan tebu 2014 dari Polres Sampang.

Tiga perkara korupsi yang sudah inkracht yaitu pengembangan tebu yang menyeret Singgih Bektiono serta perkara pemotongan DD yang melibatkan mantan Camat Kedungdung Ahmad Junaidi dan almarhum Kun Hidayat selaku mantan Kasi PMD Camat Kedungdung.

Juga kasus pembobolan uang nasabah yang dilakukan Samsul Arifin dan Yudi Sagita. Dua perkara yang masih proses ialah kasus pengadaan sapi fiktif dengan terdakwa Doni dan Obet. Kedua kasus pengembangan tebu dengan dua tersangka Abdul Holik dan Aliansah.

Baca Juga :  Mulyanto Jalani Rawat Inap Kejari Siagakan Petugas Jaga 24 Jam

Dibandingkan 2016, kasus korupsi yang ditangani Kejari Sampang 2017 lebih sedikit. Tahun 2016 menangani 13 perkara. Di antaranya kasus pesangon DPRD 2014, kasus tebu, bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS), dan PT SMP. ”Saat ini fokus pada perkara yang masih belum diselesaikan,” kata Kasipidsus Kejari Sampang Yudie Arieanto Tri Santosa Selasa (2/1).

Pria asal Sidoarjo itu bersyukur perkara korupsi yang ditangani semakin sedikit. Dia menilai, hal itu pertanda masyarakat sipil dan pejabat mulai sadar tidak ingin korupsi. Yudie mengimbau semua program yang direncanakan pemerintah dijalankan sebagaimana mestinya. ”Supaya  pembangunan di Sampang merata dan maju,” tegas Yudie.

Pihaknya bekerja sama dengan semua pihak untuk menghadirkan terdakwa yang masih buron. DPO yang belum ditangkap yakni Rofik Firdaus dan Abdul Qowi. ”Terakhir informasi yang kami terima ada di salah satu kabupaten di Jawa Timur,” tegasnya. ”Setelah dilakukan penelusuran, yang bersangkutan tidak ada,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sisakan Sembilan Kasus Korupsi, Kejari Janji Seret Semua yang Terlibat

Sementara mengenai seorang tersangka kasus pengembangan tebu 2014 yang belum ditahan, Yudie mengaku tidak punya kewenangan. Sebab, kasus tersebut ditangani kepolisian. ”Kami tinggal menunggu berkas dari polres. Akan kami tahan kalau sudah dilakukan pelimpahan,” tutupnya.

Artikel Terkait

Most Read

Distribusi APK Telat Dua Bulan

Mampu Bedakan Berita berkualitas dan Hoaks

Artikel Terbaru

/