alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Oknum Jaksa Minta Uang Puluhan Juta

Kajari: Kalau Ada Yang Melanggar Akan Ditindak

SUMENEP – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep tercoreng. Jaksa muda di lingkungan Korps Adhyaksa itu diduga melakukan tindak pemerasan. Dugaan pemerasan itu dilakukan kepada keluarga tersangka kasus dugaan penipuan yang ditangani.

Pemerasan oleh jaksa muda berinisial BN itu bermula saat menangani kasus dugaan penipuan yang dilakukan pria berinisial HN, 30, warga Dusun Bunkandang, Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk.

BN diduga meminta uang Rp 33.500.000. Permintaan itu dilakukan dengan alasan agar putusan hakim bisa menguntungkan HN. SA, orang tua HN, pun mengiyakan. Kemudian, dia menyerahkan sejumlah uang kepada BN secara bertahap.

Istri HN, LZ, 27, menuturkan, BN meminta uang senilai Rp 8,5 juta pada 7 Desember 2021. Permintaan uang kepada SA, 55, sebelum penetapan tersangka HN pada 11 Januari. SA menyerahkan uang itu kepada BN di kantor Kejari Sumenep.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Resmikan Yayasan Nur Thayyibah Sahlun

”Jadi, pada sidang 11 Januari itu suami saya ditetapkan sebagai tersangka. Sejak saat itu, suami saya bolak-balik dari Guluk-Guluk ke Sumenep untuk mengisi absensi. Sebab, dirinya berstatus sebagai tahanan rumah,” tutur LZ kepada RadarMadura.id pada Selasa (31/5).

Kemudian, kata LZ, pada 25 Januari BN meminta uang lagi Rp 20 juta. ”Setelah itu, baru pada 31 Maret suami saya divonis pidana tujuh bulan. Terakhir Rp 5 juta, saya lupa tanggalnya,” tambahnya.

Merasa dipermainkan, keluarga HN meminta bantuan kepada Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) IAIN Madura Sulaisi Abdurrazaq. Akhirnya, uang tersebut dikembalikan. Pengembalian uang itu dilakukan di Kafe Tamer Ganding pada 1 April 2022 sekitar pukul 02.30. ”Itu setelah kami minta bantuan pengacara,” tegasnya.

Baca Juga :  Proyek PATM Belum Kelar Meski Sudah Masuk Pertengahan Tahun

Sulaisi Abdurrazaq membenarkan tindakan tak pantas yang dilakukan oleh BN tersebut. Sulaisi berharap, ada tindakan tegas dari pimpinan Kejari Sumenep terhadap pegawai yang tidak menjalankan tugas secara profesional. ”Benar, dikembalikan setelah keluarga meminta bantuan saya,” terang Sulaisi.

Sementara itu, Kajari Sumenep Trimo menyatakan, institusi akan melakukan memberiksan sanksi sesuai prosedur jika menemukan pegawai yang bertindak kotor. ”Dari awal, saya sudah membuat memorandum, kalau ada yang melanggar akan ditindak sesuai SOP,” tegas Trimo. (di/luq)

Versi cetak di Jawa Pos Radar Madura edisi Rabu, 1 Juni 2022 dengan judul ” Oknum Jaksa Minta Uang Puluhan Juta”

SUMENEP – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep tercoreng. Jaksa muda di lingkungan Korps Adhyaksa itu diduga melakukan tindak pemerasan. Dugaan pemerasan itu dilakukan kepada keluarga tersangka kasus dugaan penipuan yang ditangani.

Pemerasan oleh jaksa muda berinisial BN itu bermula saat menangani kasus dugaan penipuan yang dilakukan pria berinisial HN, 30, warga Dusun Bunkandang, Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk.

BN diduga meminta uang Rp 33.500.000. Permintaan itu dilakukan dengan alasan agar putusan hakim bisa menguntungkan HN. SA, orang tua HN, pun mengiyakan. Kemudian, dia menyerahkan sejumlah uang kepada BN secara bertahap.


Istri HN, LZ, 27, menuturkan, BN meminta uang senilai Rp 8,5 juta pada 7 Desember 2021. Permintaan uang kepada SA, 55, sebelum penetapan tersangka HN pada 11 Januari. SA menyerahkan uang itu kepada BN di kantor Kejari Sumenep.

Baca Juga :  Terisolasi di Tiongkok, Orang Tua Ngadu Bupati

”Jadi, pada sidang 11 Januari itu suami saya ditetapkan sebagai tersangka. Sejak saat itu, suami saya bolak-balik dari Guluk-Guluk ke Sumenep untuk mengisi absensi. Sebab, dirinya berstatus sebagai tahanan rumah,” tutur LZ kepada RadarMadura.id pada Selasa (31/5).

Kemudian, kata LZ, pada 25 Januari BN meminta uang lagi Rp 20 juta. ”Setelah itu, baru pada 31 Maret suami saya divonis pidana tujuh bulan. Terakhir Rp 5 juta, saya lupa tanggalnya,” tambahnya.

Merasa dipermainkan, keluarga HN meminta bantuan kepada Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) IAIN Madura Sulaisi Abdurrazaq. Akhirnya, uang tersebut dikembalikan. Pengembalian uang itu dilakukan di Kafe Tamer Ganding pada 1 April 2022 sekitar pukul 02.30. ”Itu setelah kami minta bantuan pengacara,” tegasnya.

Baca Juga :  Kejari Sampang Bakal Usut Laporan Dugaan Pungli Prona Desa Tapaan

Sulaisi Abdurrazaq membenarkan tindakan tak pantas yang dilakukan oleh BN tersebut. Sulaisi berharap, ada tindakan tegas dari pimpinan Kejari Sumenep terhadap pegawai yang tidak menjalankan tugas secara profesional. ”Benar, dikembalikan setelah keluarga meminta bantuan saya,” terang Sulaisi.

Sementara itu, Kajari Sumenep Trimo menyatakan, institusi akan melakukan memberiksan sanksi sesuai prosedur jika menemukan pegawai yang bertindak kotor. ”Dari awal, saya sudah membuat memorandum, kalau ada yang melanggar akan ditindak sesuai SOP,” tegas Trimo. (di/luq)

Versi cetak di Jawa Pos Radar Madura edisi Rabu, 1 Juni 2022 dengan judul ” Oknum Jaksa Minta Uang Puluhan Juta”

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/