alexametrics
20.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Sopir AKAS Maut Jadi Tersangka

BANGKALAN – Moh. Hasan harus merasakan udara dalam jeruji. Pria 47 tahun, warga Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Pamekasan, itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang merenggut enam nyawa. Sebab, sopir bus AKAS nopol N 7170 UR itu oleh polisi dinyatakan lalai dalam mengemudi.

Demikian ditegaskan Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha. Dia menerangkan, dari kejadian laka lantas yang merenggut enam nyawa itu, sopir bus ditetapkan sebagai tersangka. Sopir kelahiran 1970 itu dinyatakan terbukti lalai dalam berkendara. Akibatnya, enam korban meninggal dunia (MD), tiga luka berat (LB), dan satu orang luka ringan (LR).

”Setelah dilakukan pemeriksaan, sopir bus kami tetapkan sebagai tersangka. Ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu, enam korban MD kecelakaan tragis di jalan raya Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Jumat malam (29/12/2017) itu mendapat santunan dari Jasa Raharja. Tiga korban LB akan diberikan santunan setelah menjalani masa perawatan di rumah sakit (RS).

Baca Juga :  Penyebar Hoax Kecelakaan Masuk Mapolres

Korban MD itu merupakan sopir dan penumpang Mobilio M 1922 NP. Mereka adalah Moh. Agup, 45; Fitria Wulandari, 21; dan Nafidah, 45. Kemudian sopir Siddiq, 40; Aftar, 3,5 bulan; dan Safii, 35.

Korban LB yang sedang menjalani perawatan yakni Juhairiyah, 38; Alif, 12; dan Nanda, 11. Selain itu, Syafiyah, 28, mengalami luka ringan. Sepuluh korban satu keluarga dalam mobilio itu merupakan warga Sampang.

Kepala Penanggung Jawab Kantor Pelayanan Jasa Raharja Bangkalan Ahmad Yudhansyah menerangkan, enam korban meninggal masing-masing mendapat santunan Rp 50 juta. Total santunan Rp 300 juta. ”Kami hanya proses pemberkasan. Proses pembayaran santunan langsung dari kantor perwakilan Pamekasan. Tapi, tetap masuk pos wilayah Bangkalan,” ungkapnya.

Yudhan menjelaskan, korban LB akan mendapat jaminan dan biaya selama menjalani masa perawatan. Maksimal pembiayaan Rp 20 juta per orang. ”Karena korban belum keluar RS, maka belum bisa diketahui berapa biaya yang dihabiskan,” ucapnya.

Baca Juga :  Pria di Sampang Ditemukan Tewas Tergeletak, di Tubuhnya Ditemukan Ini

Total santunan selama 2017 bagi korban laka di Bangkalan Rp 5.591.515.910. Angka itu termasuk kepada korban laka Blega. Selama 2017, total korban MD laka lantas 107 jiwa dengan santunan Rp 4.050.000.000. Sementara korban luka-luka 149 dengan total santunan Rp 1.529.515.910.

”Biaya penguburan untuk tiga orang kami beri santunan Rp 12.000.000. Total korban laka yang diberi santunan sebanyak 259 orang,” papar Yudhan. 

- Advertisement -

BANGKALAN – Moh. Hasan harus merasakan udara dalam jeruji. Pria 47 tahun, warga Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Pamekasan, itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang merenggut enam nyawa. Sebab, sopir bus AKAS nopol N 7170 UR itu oleh polisi dinyatakan lalai dalam mengemudi.

Demikian ditegaskan Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha. Dia menerangkan, dari kejadian laka lantas yang merenggut enam nyawa itu, sopir bus ditetapkan sebagai tersangka. Sopir kelahiran 1970 itu dinyatakan terbukti lalai dalam berkendara. Akibatnya, enam korban meninggal dunia (MD), tiga luka berat (LB), dan satu orang luka ringan (LR).

”Setelah dilakukan pemeriksaan, sopir bus kami tetapkan sebagai tersangka. Ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” jelasnya.


Sementara itu, enam korban MD kecelakaan tragis di jalan raya Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Jumat malam (29/12/2017) itu mendapat santunan dari Jasa Raharja. Tiga korban LB akan diberikan santunan setelah menjalani masa perawatan di rumah sakit (RS).

Baca Juga :  Konsumsi Narkoba, Dua Pelajar di Pamekasan Diamankan Polisi

Korban MD itu merupakan sopir dan penumpang Mobilio M 1922 NP. Mereka adalah Moh. Agup, 45; Fitria Wulandari, 21; dan Nafidah, 45. Kemudian sopir Siddiq, 40; Aftar, 3,5 bulan; dan Safii, 35.

Korban LB yang sedang menjalani perawatan yakni Juhairiyah, 38; Alif, 12; dan Nanda, 11. Selain itu, Syafiyah, 28, mengalami luka ringan. Sepuluh korban satu keluarga dalam mobilio itu merupakan warga Sampang.

Kepala Penanggung Jawab Kantor Pelayanan Jasa Raharja Bangkalan Ahmad Yudhansyah menerangkan, enam korban meninggal masing-masing mendapat santunan Rp 50 juta. Total santunan Rp 300 juta. ”Kami hanya proses pemberkasan. Proses pembayaran santunan langsung dari kantor perwakilan Pamekasan. Tapi, tetap masuk pos wilayah Bangkalan,” ungkapnya.

Yudhan menjelaskan, korban LB akan mendapat jaminan dan biaya selama menjalani masa perawatan. Maksimal pembiayaan Rp 20 juta per orang. ”Karena korban belum keluar RS, maka belum bisa diketahui berapa biaya yang dihabiskan,” ucapnya.

Baca Juga :  Pria di Sampang Ditemukan Tewas Tergeletak, di Tubuhnya Ditemukan Ini

Total santunan selama 2017 bagi korban laka di Bangkalan Rp 5.591.515.910. Angka itu termasuk kepada korban laka Blega. Selama 2017, total korban MD laka lantas 107 jiwa dengan santunan Rp 4.050.000.000. Sementara korban luka-luka 149 dengan total santunan Rp 1.529.515.910.

”Biaya penguburan untuk tiga orang kami beri santunan Rp 12.000.000. Total korban laka yang diberi santunan sebanyak 259 orang,” papar Yudhan. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/