alexametrics
21.9 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Kejari Bangkalan Utamakan Pengembalian Aset

BANGKALAN – Selama ini kinerja Kejari Bangkalan disorot. Terutama berkenaan dengan penanganan tindak pidana kasus korupsi yang dinilai belum maksimal. Namun, Korps Adhyaksa tidak hanya membidik penindakan dari sisi pidana.

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto mengatakan, dalam perkara tindak pidana korupsi tidak hanya mengedepankan sanksi pidana. Namun, juga pemulihan dan penyelamatan uang negara. Sebab, hal itu juga sangat penting.

”Kami juga mengedepankan konsep restorative justice. Artinya, mengutamakan asset recovery. Selain sanksi, pidana juga jalan,” ujarnya.

Menurut Hendra, selama 2017 Kejari Bangkalan menyelamatkan kerugian uang negara dari para koruptor. Uang negara yang dikembalikan itu mulai dari tahap penyelidikan, penuntutan hingga eksekusi. ”Rp 3,5 miliar yang berhasil kami selamatkan. Jadi, cukup tinggi dibanding tahun 2016,” paparnya.

Baca Juga :  Berharap 2019 Kasus Korupsi Kambing Etawa Disidangkan

Uang miliaran tersebut sudah disetor ke kas daerah dan negara. Manfaat penyelamatan uang tersebut diakui sangat besar. Bisa dipergunakan untuk pembangunan dan kemajuan suatu daerah. ”Tidak melulu soal penindakan pidana. Tapi, penyelamatan uang negara juga sangat penting untuk dikedepankan,” terangnya.

Direktur Jaka Jatim Mathur Husyairi mengatakan, tidak ada persoalan jika penyelamatan uang negara itu juga penting. Tapi, tindakan pidana juga tetap jalan. Bukan lantas ketika pelaku korupsi mengembalikan, kemudian sanksi pidana mulus begitu saja.

”Tidak demikian cara pandangnya. Harusnya sama-sama jalan agar ada efek jera kepada pelaku korupsi. Bukan karena dikembalikan, lalu koruptornya tidak diproses. Ini tidak fair namanya,” tandasnya.

BANGKALAN – Selama ini kinerja Kejari Bangkalan disorot. Terutama berkenaan dengan penanganan tindak pidana kasus korupsi yang dinilai belum maksimal. Namun, Korps Adhyaksa tidak hanya membidik penindakan dari sisi pidana.

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto mengatakan, dalam perkara tindak pidana korupsi tidak hanya mengedepankan sanksi pidana. Namun, juga pemulihan dan penyelamatan uang negara. Sebab, hal itu juga sangat penting.

”Kami juga mengedepankan konsep restorative justice. Artinya, mengutamakan asset recovery. Selain sanksi, pidana juga jalan,” ujarnya.


Menurut Hendra, selama 2017 Kejari Bangkalan menyelamatkan kerugian uang negara dari para koruptor. Uang negara yang dikembalikan itu mulai dari tahap penyelidikan, penuntutan hingga eksekusi. ”Rp 3,5 miliar yang berhasil kami selamatkan. Jadi, cukup tinggi dibanding tahun 2016,” paparnya.

Baca Juga :  LBHN Sesalkan Kinerja Kejari Bangkalan

Uang miliaran tersebut sudah disetor ke kas daerah dan negara. Manfaat penyelamatan uang tersebut diakui sangat besar. Bisa dipergunakan untuk pembangunan dan kemajuan suatu daerah. ”Tidak melulu soal penindakan pidana. Tapi, penyelamatan uang negara juga sangat penting untuk dikedepankan,” terangnya.

Direktur Jaka Jatim Mathur Husyairi mengatakan, tidak ada persoalan jika penyelamatan uang negara itu juga penting. Tapi, tindakan pidana juga tetap jalan. Bukan lantas ketika pelaku korupsi mengembalikan, kemudian sanksi pidana mulus begitu saja.

”Tidak demikian cara pandangnya. Harusnya sama-sama jalan agar ada efek jera kepada pelaku korupsi. Bukan karena dikembalikan, lalu koruptornya tidak diproses. Ini tidak fair namanya,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/