alexametrics
21.6 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

8,7 Kg Sabu-Sabu Bisa Bikin Teler 87.500 Orang

PAMEKASAN – Dari Sampang, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin bergeser ke Bumi Pamelingan, Kamis (31/8). Di Mapolres Pamekasan dia juga banyak bicara soal kasus narkoba di Madura. Kasus 8,75 kilogram yang terungkap di Banyuates itu dibawa dari Jambi dalam bentuk kemasan besar.

Dimungkinkan barang haram itu akan dikemas menjadi cetakan kecil. ”Sangat memprihatinkan. Satu gram sabu bisa untuk sepuluh orang. Kalau 8,75 kilogram, untuk berapa orang? Miris!” katanya.

Dengan asumsi tersebut, 8,75 kilogram sabu itu bisa membuat teler 87.500 orang. Kepolisian selaku instansi yang memiliki fungsi penegakan hukum diminta bertindak tegas. ”Kalau perlu, tembak,” sergahnya.

Machfud menyampaikan, Madura merupakan wilayah agamais. Banyak pondok pesantren (ponpes), ulama, dan tokoh masyarakat. Kekuatan ini harus mampu mencegah peredaran barang haram itu.

Baca Juga :  Terpidana Kasus Korupsi Tebu Mendekam di Rutan

Khusus kepolisian, tindakan tegas secara terukur dan profesional harus dilakukan. Pengawasan pergerakan peredaran narkoba harus lebih ditingkatkan untuk pencegahan. Sebab, beribu cara dilakukan bandar untuk mendistribusikan narkoba. Berbagai macam jalur transportasi dilewati. 

”Terukur benar pelakunya, yuridis benar, teknis benar, go ahead (lanjutkan, Red),” kata pria kelahiran Surabaya itu.

Pria humoris itu menyampaikan, tidak ada toleransi bagi bandar narkoba. Masa depan masyarakat rusak gara-gara itu. Polisi harus lebih intens melakukan pengawasan. ”Tangkap, tangkap, dan tangkap,” katanya.

Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho mengatakan, tindakan tegas, khususnya terhadap bandar akan dilakukan. Apalagi, Kapolda memberi sinyal terhadap penindakan tegas itu. ”Kalau perintah sikat, ya sikat,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Nonaktif Achmad Syafii Disidang di Pengadilan Tipikor Surabaya
- Advertisement -

PAMEKASAN – Dari Sampang, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin bergeser ke Bumi Pamelingan, Kamis (31/8). Di Mapolres Pamekasan dia juga banyak bicara soal kasus narkoba di Madura. Kasus 8,75 kilogram yang terungkap di Banyuates itu dibawa dari Jambi dalam bentuk kemasan besar.

Dimungkinkan barang haram itu akan dikemas menjadi cetakan kecil. ”Sangat memprihatinkan. Satu gram sabu bisa untuk sepuluh orang. Kalau 8,75 kilogram, untuk berapa orang? Miris!” katanya.

Dengan asumsi tersebut, 8,75 kilogram sabu itu bisa membuat teler 87.500 orang. Kepolisian selaku instansi yang memiliki fungsi penegakan hukum diminta bertindak tegas. ”Kalau perlu, tembak,” sergahnya.


Machfud menyampaikan, Madura merupakan wilayah agamais. Banyak pondok pesantren (ponpes), ulama, dan tokoh masyarakat. Kekuatan ini harus mampu mencegah peredaran barang haram itu.

Baca Juga :  Kabur, Polisi Dor Betis Perampok Toko Susu

Khusus kepolisian, tindakan tegas secara terukur dan profesional harus dilakukan. Pengawasan pergerakan peredaran narkoba harus lebih ditingkatkan untuk pencegahan. Sebab, beribu cara dilakukan bandar untuk mendistribusikan narkoba. Berbagai macam jalur transportasi dilewati. 

”Terukur benar pelakunya, yuridis benar, teknis benar, go ahead (lanjutkan, Red),” kata pria kelahiran Surabaya itu.

Pria humoris itu menyampaikan, tidak ada toleransi bagi bandar narkoba. Masa depan masyarakat rusak gara-gara itu. Polisi harus lebih intens melakukan pengawasan. ”Tangkap, tangkap, dan tangkap,” katanya.

Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho mengatakan, tindakan tegas, khususnya terhadap bandar akan dilakukan. Apalagi, Kapolda memberi sinyal terhadap penindakan tegas itu. ”Kalau perintah sikat, ya sikat,” katanya.

Baca Juga :  Ditahan Kejati, Taufadi Minta Maaf
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/