alexametrics
28.9 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Madura Lahan Empuk Peredaran Narkoba

Hari ini, Korps Bhayangkara berusia 73 tahun. Banyak prestasi yang dicapai. Namun, masih banyak tugas yang diemban aparat kepolisian. Salah satunya, memberantas peredaran narkoba yang masih marak di Madura. Selama 6 Bulan terjadi 255 kasus dengan 352 Tersangka 

…………………..

HAMPIR semua kabupaten di Madura menjadi sasaran para bandar dan pengedar narkoba. Daerah paling banyak adalah Kabupaten Bangkalan. Selama lima bulan, polisi mengungkap 98 kasus dengan jumlah tersangka 143 orang. Sementara barang bukti (BB) yang diamankan 1.365,33 gram sabu-sabu dan 5 butir ekstasi.

Pada tahun-tahun sebelumnya kasus penyalahgunaan narkoba di kabupaten ujung barat Madura itu juga marak. Pada 2018 terjadi 182 kasus dengan 263 tersangka dan 2017 153 kasus dengan 225 tersangka. ”Tidak ada toleransi. Siapa pun yang kedapatan memakai, membawa, dan mengedarkan pasti akan diproses,” ujar Kasatnarkoba Polres Bangkalan AKP Puguh Suatmojo.

Maraknya penyalahgunaan narkoba di Bangkalan dibutuhkan kerja sama semua pihak. Seperti pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat. Semua harus sama-sama berkomitmen memerangi peredaran narkoba. Yakni, dengan melapor ke polisi jika mengetahui ada indikasi penyalahgunaan narkoba di wilayah masing-masing. ”Kalau hanya petugas tanpa ada informasi dari masyarakat akan kewalahan,” katanya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan.

Baca Juga :  Antologi 99 Puisi Korona Wartawan-Penyair, Madura Tak Ketinggalan

Puguh menegaskan, pihaknya tidak pilih-pilih dalam memberantas narkoba. Namun, selama ini pihaknya masih kesulitan untuk melacak keberadaan bandar. Sebab, meski dilakukan pengembangan terhadap pengguna dan pengepul yang ditangkap juga tidak mengetahui keberadaan para bandar yang menyuplai barang tersebut. ”Sesuai perintah pimpinan, beberapa lokasi sudah kami lakukan penggerebekan. Seperti di Desa Parseh dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Kabupaten Pamekasan yang notabene pendidikan warganya lebih maju juga tidak luput dari pengaruh narkoba. Dari Januari hingga 28 Juni, polisi mengungkap 50 kasus dengan BB 57,78 gram.

Sementara tersangka yang diamankan 67 orang. Perinciannya, 17 pengedar, 46 pemakai, dan 4 bandar. Berdasarkan kualifikasi usia, tersangka penyalah guna narkoba didominasi usia muda. Yakni, 25–64 tahun sebanyak 42 orang. Kemudian, usia 20–24 tahun 14 orang dan usia 15–19 tahun sebanyak 11 orang.

Sementara tempat kejadian perkara (TKP) penangkapan budak narkoba itu mayoritas di wilayah permukiman. Kemudian, disusul jalan raya dan tempat lain seperti terminal, kafe, dan tempat umum lainnya. Daerah paling rawan di Kecamatan Pasean, Batumarmar, dan perbatasan Kecamatan Proppo dengan Sampang.

Baca Juga :  Saksi Absen, Sidang Zulfikar Ditunda

Selain penindakan, polisi melakukan upaya menekan peredaran narkoba. Salah satunya, sosialisasi bahaya narkoba. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari tingkat polres hingga polsek. ”Bhabinkamtibmas di 13 polsek juga turun,” kata Kasatnarkoba Polres Pamekasan AKP M. Sjaiful kemarin (30/6).

Imbauan melalui media massa elektronik dilakukan secara masif. Polisi juga membentuk relawan antinarkoba. Pembentukan relawan itu bekerja sama dengan Badan Narkotika Pamekasan. ”Upaya penekanan melalui kegiatan persuasif kami lakukan,” katanya.

Ketua BNK Pamekasan Raja’e mengakui peredaran narkoba masih marak. Pihaknya terus melakukan upaya agar Bumi Ratu Pamelingan bersih dari barang haram itu. Antara lain, sosialisasi ke sekolah dan melakukan pencegahan. ”Mari sama-sama perangi narkoba. Peran masyarakat sangat penting,” tandasnya.

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Bhayangkara, masih banyak yang perlu dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polres Sumenep. Salah satunya peredaran narkoba. 

Hari ini, Korps Bhayangkara berusia 73 tahun. Banyak prestasi yang dicapai. Namun, masih banyak tugas yang diemban aparat kepolisian. Salah satunya, memberantas peredaran narkoba yang masih marak di Madura. Selama 6 Bulan terjadi 255 kasus dengan 352 Tersangka 

…………………..

HAMPIR semua kabupaten di Madura menjadi sasaran para bandar dan pengedar narkoba. Daerah paling banyak adalah Kabupaten Bangkalan. Selama lima bulan, polisi mengungkap 98 kasus dengan jumlah tersangka 143 orang. Sementara barang bukti (BB) yang diamankan 1.365,33 gram sabu-sabu dan 5 butir ekstasi.


Pada tahun-tahun sebelumnya kasus penyalahgunaan narkoba di kabupaten ujung barat Madura itu juga marak. Pada 2018 terjadi 182 kasus dengan 263 tersangka dan 2017 153 kasus dengan 225 tersangka. ”Tidak ada toleransi. Siapa pun yang kedapatan memakai, membawa, dan mengedarkan pasti akan diproses,” ujar Kasatnarkoba Polres Bangkalan AKP Puguh Suatmojo.

Maraknya penyalahgunaan narkoba di Bangkalan dibutuhkan kerja sama semua pihak. Seperti pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat. Semua harus sama-sama berkomitmen memerangi peredaran narkoba. Yakni, dengan melapor ke polisi jika mengetahui ada indikasi penyalahgunaan narkoba di wilayah masing-masing. ”Kalau hanya petugas tanpa ada informasi dari masyarakat akan kewalahan,” katanya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan.

Baca Juga :  HF Ditahan setelah Jalani Rekonstruksi

Puguh menegaskan, pihaknya tidak pilih-pilih dalam memberantas narkoba. Namun, selama ini pihaknya masih kesulitan untuk melacak keberadaan bandar. Sebab, meski dilakukan pengembangan terhadap pengguna dan pengepul yang ditangkap juga tidak mengetahui keberadaan para bandar yang menyuplai barang tersebut. ”Sesuai perintah pimpinan, beberapa lokasi sudah kami lakukan penggerebekan. Seperti di Desa Parseh dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Kabupaten Pamekasan yang notabene pendidikan warganya lebih maju juga tidak luput dari pengaruh narkoba. Dari Januari hingga 28 Juni, polisi mengungkap 50 kasus dengan BB 57,78 gram.

Sementara tersangka yang diamankan 67 orang. Perinciannya, 17 pengedar, 46 pemakai, dan 4 bandar. Berdasarkan kualifikasi usia, tersangka penyalah guna narkoba didominasi usia muda. Yakni, 25–64 tahun sebanyak 42 orang. Kemudian, usia 20–24 tahun 14 orang dan usia 15–19 tahun sebanyak 11 orang.

Sementara tempat kejadian perkara (TKP) penangkapan budak narkoba itu mayoritas di wilayah permukiman. Kemudian, disusul jalan raya dan tempat lain seperti terminal, kafe, dan tempat umum lainnya. Daerah paling rawan di Kecamatan Pasean, Batumarmar, dan perbatasan Kecamatan Proppo dengan Sampang.

Baca Juga :  Saksi Absen, Sidang Zulfikar Ditunda

Selain penindakan, polisi melakukan upaya menekan peredaran narkoba. Salah satunya, sosialisasi bahaya narkoba. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari tingkat polres hingga polsek. ”Bhabinkamtibmas di 13 polsek juga turun,” kata Kasatnarkoba Polres Pamekasan AKP M. Sjaiful kemarin (30/6).

Imbauan melalui media massa elektronik dilakukan secara masif. Polisi juga membentuk relawan antinarkoba. Pembentukan relawan itu bekerja sama dengan Badan Narkotika Pamekasan. ”Upaya penekanan melalui kegiatan persuasif kami lakukan,” katanya.

Ketua BNK Pamekasan Raja’e mengakui peredaran narkoba masih marak. Pihaknya terus melakukan upaya agar Bumi Ratu Pamelingan bersih dari barang haram itu. Antara lain, sosialisasi ke sekolah dan melakukan pencegahan. ”Mari sama-sama perangi narkoba. Peran masyarakat sangat penting,” tandasnya.

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Bhayangkara, masih banyak yang perlu dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polres Sumenep. Salah satunya peredaran narkoba. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/