SUMENEP, Radarmadura.id – Kepala Desa (Kades) Batuampar, Kecamatan Guluk-Guluk, Alam Moch. Anwar dan mantan Kades Mohamad Farid diamankan Satreskrim Polres Sumenep, Sabtu (1/4). Dua pria yang merupakan ayah dan anak itu diduga menganiaya dua wartawan yang bertugas di Kota Keris.
Informasi yang dihimpun Radarmadura.id, dugaan penganiayaan tersebut sudah terjadi sepekan lalu. Saat itu Misrawi, wartawan Kabar Oposisi dan Sahawi, wartawan Koran Patroli sedang melakukan tugas liputan. Yakni, konfirmasi kepada Kades Batuampar terkait pelaksanaan proyek rabat beton dan pembangunan balai desa.
Namun, setelah konfirmasi dilakukan dan hendak pulang, mereka berdua dipanggil lagi. Selanjutnya, dua wartawan tersebut diinterogasi dan dipukul hingga babak belur. Tidak terima dengan perlakuan mereka, keduanya melapor ke Polres Sumenep.
Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, setelah menerima laporan penganiayaan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut. Yakni, memeriksa pelapor dan sejumlah saksi. Termasuk, mengumpulkan sejumlah barang bukti (BB).
Setelah dinilai cukup bukti, pihaknya memanggil Kades dan mantan Kades Batuampar untuk diperiksa. Setelah diinterogasi, keduanya langsung diamankan. ”Terduga pelaku penganiayaan terhadap dua wartawan Sumenep resmi ditahan,” katanya.
Menurut dia, awalnya Kades dan mantan Kades Batuampar tersebut dipanggil sebagai saksi. Setelah menjalani sejumlah rangkaian pemeriksaan, kemudian ditetapkan sebagai tersangka. ”Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ucap Widiarti.
Terpisah, Camat Guluk-Guluk Moh. Rais Yusuf mengatakan, sudah mengetahui penangkapan Kades Batuampar tersebut. Namun, dirinya belum bisa berkomentar banyak terkait persoalan tersebut. Sebab, dirinya belum mengetahui secara pasti duduk perkaranya. ”Iya benar, tapi masih diproses di kepolisian,” singkatnya. (iqb/han)