Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Drama Kematian Absolute Being: Mengapa Para Ruler Bertindak?

Fadila An Naila • Minggu, 31 Maret 2024 | 01:10 WIB

 

Absolute Being, Solo Leveling
Absolute Being, Solo Leveling

RadarMadura.id — Absolute Being, pencipta dunia monster dan dua ras kuno terkuat, Ruler dan Monarch, mengalami nasib tragis di tangan ciptaannya sendiri.

Mengapa para Penguasa dibunuh? Berikut penjelasannya:

  1. Konflik Sejak Kelahiran

    Konflik antara Penguasa dan Raja dimulai sejak mereka diciptakan oleh Makhluk Absolut.

    Keduanya mengikuti ketidakadilan berdasarkan elemen penciptaan: Penguasa terbuat dari cahaya dan ingin melindungi dunia, sementara Raja berasal dari kegelapan dan ingin menghancurkan segalanya. Perbedaan ini memicu bentrokan antara kedua ras.

  2. Permohonan Tanpa Jawaban

    Para bantuan Ruler yang lelah tanpa henti memohon pada Absolute Being.

    Namun, sang pencipta diam membatu, bahkan ketika para bawahannya merayu. Para Penguasa terpaksa bertarung tanpa dukungan lebih lanjut.

    Baca Juga: Gorosei dan Shanks: Hubungan Setara di Puncak Kekuatan?
  3. Hiburan bagi Absolute Being

    The Brightest Fragment of Brilliant Light, salah satu Ruler, menyadari bahwa Absolute Being hanya ingin menjadikan perang sebagai hiburan semata.

    Oleh karena itu, sang pencipta sengaja tidak membantu Penguasa agar perang berlangsung lebih lama.

  4. Pemberontakan dan Pembunuhan

    Para Penguasa yang muak dengan situasi pemberontakan. Ashborn, satu-satunya yang menentang, dikalahkan oleh koleganya.

    Para Ruler akhirnya membunuh Absolute Being dan menggunakan kekuatan untuk mempertahankan situasi perang.

    Namun, kehadiran Ashborn sebagai Shadow Monarch membuat pertempuran kembali seimbang.

    Baca Juga: Terbongkar! Bukankah kekuatan Shanks Setara dengan Gorosei?

Dengan demikian, tirani penguasaan Absolute Being berakhir, meninggalkan pertanyaan tentang harga yang harus dibayar untuk kebebasan.  (fadila)

Editor : Ina Herdiyana
#kematian #Absolute Being #Solo Leveling