RadarMadura.id — Absolute Being, pencipta dunia monster dan dua ras kuno terkuat, Ruler dan Monarch, mengalami nasib tragis di tangan ciptaannya sendiri.
Mengapa para Penguasa dibunuh? Berikut penjelasannya:
-
Konflik Sejak Kelahiran
Konflik antara Penguasa dan Raja dimulai sejak mereka diciptakan oleh Makhluk Absolut.
Keduanya mengikuti ketidakadilan berdasarkan elemen penciptaan: Penguasa terbuat dari cahaya dan ingin melindungi dunia, sementara Raja berasal dari kegelapan dan ingin menghancurkan segalanya. Perbedaan ini memicu bentrokan antara kedua ras.
-
Permohonan Tanpa Jawaban
Para bantuan Ruler yang lelah tanpa henti memohon pada Absolute Being.
Namun, sang pencipta diam membatu, bahkan ketika para bawahannya merayu. Para Penguasa terpaksa bertarung tanpa dukungan lebih lanjut.
Baca Juga: Gorosei dan Shanks: Hubungan Setara di Puncak Kekuatan? -
Hiburan bagi Absolute Being
The Brightest Fragment of Brilliant Light, salah satu Ruler, menyadari bahwa Absolute Being hanya ingin menjadikan perang sebagai hiburan semata.
Oleh karena itu, sang pencipta sengaja tidak membantu Penguasa agar perang berlangsung lebih lama.
-
Pemberontakan dan Pembunuhan
Para Penguasa yang muak dengan situasi pemberontakan. Ashborn, satu-satunya yang menentang, dikalahkan oleh koleganya.
Para Ruler akhirnya membunuh Absolute Being dan menggunakan kekuatan untuk mempertahankan situasi perang.
Namun, kehadiran Ashborn sebagai Shadow Monarch membuat pertempuran kembali seimbang.
Baca Juga: Terbongkar! Bukankah kekuatan Shanks Setara dengan Gorosei?
Dengan demikian, tirani penguasaan Absolute Being berakhir, meninggalkan pertanyaan tentang harga yang harus dibayar untuk kebebasan. (fadila)