Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Punya Rencana Merayakan Liburan di Taman Nasional Baluran Tapi Bingung Cara ke Sananya? Dapatkan Rutenya di Sini!

Fadila An Naila • Sabtu, 28 September 2024 | 20:40 WIB

Taman Nasional Baluran, Banyuwangi
Taman Nasional Baluran, Banyuwangi

RadarMadura.id - Bayangkan diri Anda berada di tengah savana luas, dengan kawanan rusa berlari melintas di kejauhan, burung merak memperlihatkan bulu-bulu cantiknya, dan Gunung Baluran berdiri megah sebagai latar belakang.

Inilah pemandangan yang akan menyambut Anda di Taman Nasional Baluran, sebuah kawasan konservasi alam yang dijuluki "Little Africa van Java".

Terletak di antara Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi, Taman Nasional Baluran menawarkan petualangan yang akan membawa Anda seakan berada di dataran Afrika, tanpa harus meninggalkan Pulau Jawa.

Menjelajahi Rute Menuju Baluran

Perjalanan menuju Baluran bisa menjadi petualangan tersendiri. Bagi Anda yang berangkat dari Surabaya, siap-siaplah menghabiskan waktu sekitar enam jam di jalan.

Tapi jangan khawatir, meskipun terdengar lama, perjalanan ini tidak akan membosankan. Jalur yang dilewati adalah Jalan Pantura Timur yang dikenal dengan pemandangan alamnya yang indah. Anda akan melewati beberapa kota, mulai dari Pasuruan, Probolinggo, hingga Situbondo.

Setelah sampai di daerah Banyuputih, Anda harus berbelok ke selatan menuju Desa Wongsorejo, yang akan membawa Anda ke gerbang Taman Nasional Baluran.

Jika Anda memulai perjalanan dari Situbondo, ada jalur alternatif melalui Bangandengan, sebuah desa yang berjarak sekitar 60 km dari Baluran.

Rute ini lebih singkat dan bisa menjadi pilihan menarik, terutama jika Anda ingin merasakan sensasi perjalanan yang berbeda sebelum memasuki kawasan taman.

Namun, jika Anda datang dari Pulau Bali, perjalanan Anda akan dimulai dengan menyeberang menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi.

Setelah tiba di Banyuwangi, Anda tinggal melanjutkan perjalanan darat menuju taman nasional yang sudah tidak terlalu jauh lagi.

Terbang Menuju Petualangan

Bagi Anda yang lebih suka perjalanan cepat, pilihan transportasi udara juga tersedia. Maskapai Garuda Indonesia dan Wings Air melayani penerbangan ke Banyuwangi, Surabaya, atau bahkan Bali.

Dari Bandara Banyuwangi, jarak ke Taman Nasional Baluran hanya sekitar 45 menit perjalanan darat. Anda akan melintasi Batangan, sebuah titik penting di perjalanan ini yang hanya berjarak 35 km dari Banyuwangi.

Dari sana, Anda akan melanjutkan perjalanan ke Bekol, pusat dari savana yang terkenal di Baluran, yang terletak 12 km lagi ke arah selatan.

Kondisi Jalanan di Dalam Taman

Memasuki gerbang Taman Nasional Baluran, petualangan sesungguhnya baru dimulai. Jalanan menuju Savana Bekol yang berjarak sekitar 15 km dari pintu masuk cukup sempit, namun cukup untuk dilalui dua kendaraan.

Meski sudah diaspal, jalan ini menantang dan sangat disarankan menggunakan kendaraan jenis SUV untuk pengalaman berkendara yang lebih nyaman.

Selama perjalanan ini, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan hutan lebat yang secara bertahap berubah menjadi padang savana terbuka yang luas. Rasanya seolah-olah Anda sedang menuju Afrika di ujung pulau Jawa.

Tiket Masuk: Beragam untuk Semua Pengunjung

Setiap petualangan ada harganya, begitu pula dengan Taman Nasional Baluran. Berdasarkan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Situbondo, harga tiket masuk untuk wisatawan domestik pada hari biasa cukup terjangkau, yaitu Rp 16.500 per orang.

Namun, jika Anda berkunjung di hari libur atau akhir pekan, harganya sedikit naik menjadi Rp 18.500. Bagi wisatawan mancanegara, harga tiket tentu berbeda.

Pada hari biasa, turis asing dikenakan biaya Rp 150.000, sedangkan pada hari libur harga tiket meningkat menjadi Rp 225.000.

Menikmati Keindahan Alam yang Luar Biasa

Saat akhirnya sampai di Savana Bekol, Anda akan merasa seperti berada di tengah sabana Afrika yang sesungguhnya. Hamparan padang rumput yang luas dengan latar belakang Gunung Baluran menciptakan pemandangan yang dramatis, terutama saat musim kemarau.

Di sini, Anda bisa melihat berbagai satwa liar, seperti kawanan rusa yang berlarian bebas, burung merak yang memperlihatkan keindahan bulu-bulunya, hingga banteng yang berkeliaran di kejauhan. Pengalaman ini tak akan terlupakan, terutama bagi Anda yang mencintai alam dan fotografi.

Tidak jauh dari savana, terdapat Pantai Bama yang menawarkan keindahan pantai alami dan hutan mangrove yang asri. Ini adalah tempat yang sempurna untuk bersantai setelah menjelajahi savana, dengan suara ombak yang menenangkan dan suasana pantai yang tenang.


Mengunjungi Taman Nasional Baluran bukan hanya tentang melihat satwa liar dan menikmati pemandangan savana. Ini adalah perjalanan yang membawa Anda keluar dari rutinitas sehari-hari dan masuk ke dalam alam liar yang memikat.

Dengan rute perjalanan yang beragam, baik melalui darat maupun udara, Baluran menjadi destinasi yang mudah dijangkau namun tetap memberikan sensasi petualangan yang luar biasa.

Jadi, siapkan kamera Anda, pilih kendaraan yang tepat, dan bersiaplah untuk terpesona oleh keindahan alam "Little Africa van Java". (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#banyuwangi #wisata alam #wisata banyuwangi #taman nasional baluran #Little Africa Van Java #Sejarah Taman Nasional Baluran