RadarMadura.id - Tidak hanya punya keindahan alam luar biasa, Indonesia juga kaya tradisi.
Menarik untuk dinikmati dan jadi kajian khusus, beberapa tradisi pemakaman di Indonesia mampu menjadi daya tarik wisata
Hampir semua tempat di dunia memiliki keragaman budaya dan tradisi, tak terkecuali di Indonesia.
Berapa ragam tradisi dan budaya di Indonesia dianggap unik karena berasal dari kepercayaan menurut leluhur masing-masing.
Baca Juga: Temukan 5 Tempat Nongkrong Hits ini di Semarang: Destinasi yang Wajib Dikunjungi Bersama Teman-teman
Melansir dari laman resmi kemenparekraf.go.id, berikut adalah 5 tradisi pemakaman unik di Indonesia yang jadi sorotan wisata.
1. Rambu Solo: Ritual Pemakaman Toraja yang Sakral
Rambu Solo adalah tradisi pemakaman dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang dianggap sebagai penyempurna kematian oleh masyarakat Suku Toraja.
Tradisi ini melibatkan serangkaian upacara adat yang panjang dan kompleks, yang bertujuan untuk menghormati dan mengantarkan arwah menuju alam ruh.
Baca Juga: Lima Destinasi Wisata Yogyakarta yang Menawarkan Keindahan Alam dan Kekayaan Budaya
Salah satu elemen penting dalam Rambu Solo adalah kurban hewan, seperti babi atau kerbau.
Upacara adat Rambu Solo biasanya berlangsung selama 3-7 hari.
Setelah upacara selesai, jenazah kemudian dikuburkan di tebing batu tinggi, yang dikenal sebagai Lemo.
Masyarakat Toraja percaya bahwa tradisi ini dapat membantu arwah mencapai Puya, atau surga, dengan lebih cepat.
Baca Juga: Mumet Mikirin Pekerjaan? Cobain 4 Rekomendasi Tempat Staycation Terbaik di Yogyakarta ini
2. Ngaben: Pemurnian Roh dalam Tradisi Bali
Ngaben adalah tradisi pemakaman khas umat Hindu di Bali yang bertujuan untuk mensucikan roh orang yang telah meninggal.
Tradisi ini melibatkan serangkaian upacara adat, termasuk pembuatan lembu kayu sebagai tempat jenazah.
Puncak prosesi Ngaben adalah Ngeseng Sawa, yaitu pembakaran jenazah bersama lembu kayu tersebut.
Proses ini bertujuan untuk "membingungkan" arwah agar tidak kembali ke dunia.
Baca Juga: Resep Tempe Bacem Basah: Sajian Khas Jawa yang Manis dan Gurih
3. Mumifikasi Suku Asmat: Tradisi Pengawetan Jenazah di Papua
Suku Asmat di Papua memiliki tradisi pemakaman unik dengan cara mengawetkan jenazah layaknya mumi.
Mumifikasi biasanya dilakukan pada individu dengan kedudukan tinggi, seperti kepala suku atau panglima perang.
Proses ini melibatkan pengolesan ramuan alami pada jenazah dan pengasapan perlahan di atas perapian.
Setelah beberapa tahun, jenazah yang telah mengalami proses mumifikasi akan berubah warna menjadi hitam dan dipajang di depan rumah adat Suku Asmat.
Pada acara-acara penting, mumi tersebut akan didudukkan menghadap kerumunan untuk mengenang jasa-jasanya.
4. Tiwah: Tradisi Pemakaman Suku Dayak Ngaju
Tiwah adalah tradisi pemakaman yang dilakukan oleh Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah.
Tradisi ini dilakukan setelah jenazah dikubur selama beberapa tahun hingga hanya menyisakan tulang-belulang.
Tiwah bertujuan untuk mengantarkan roh nenek moyang ke Lewu Tatau, tempat asal ruh bersama dengan Ranying, dewa tertinggi dalam kepercayaan Dayak Ngaju.
Prosesi Tiwah biasanya berlangsung selama 3 hari hingga satu bulan.
Dimulai dengan pembangunan Sandung Rahung untuk menyimpan tulang, dilanjutkan dengan menyiapkan kerbau yang diikat di dekat Sandung Rahung.
Pada akhir ritual, arwah akan melakukan perjalanan menuju Lewu Tatau diiringi prosesi pengurbanan kerbau dengan cara ditombak.
Baca Juga: Mengulik Keindahan Hidden Gem Wisata Alam Air Terjun Tirtosari di Kabupaten Magetan
5. Mangokal Holi: Tradisi Pemindahan Tulang di Pulau Samosir
Mangokal Holi adalah tradisi pemakaman yang unik dari Pulau Samosir di tengah Danau Toba.
Tradisi ini melibatkan pemindahan tulang tengkorak leluhur sebagai bentuk penghormatan.
Mangokal Holi dilakukan dengan membongkar makam keluarga yang telah lama meninggal dan menempatkan tulang-tulang di sebuah tugu.
Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk penghormatan yang mendalam dan berakar kuat dalam kepercayaan turun-temurun masyarakat Pulau Samosir.
Editor : Amin Basiri