RadarMadura.id – Blitar Selatan memiliki banyak destinasi wisata alam yang menarik, salah satunya adalah Pantai Pasetran Gondo Mayit.
Pantai ini terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.
Pantai ini menawarkan pemandangan yang indah dengan pasir putih, air laut biru, dan ombak yang tenang.
Pantai ini sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga dan menikmati suasana yang sejuk dan nyaman.
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Pantai Pasetran Gondo Mayit menyimpan sejumlah mitos yang masih dipercaya oleh masyarakat sekitar.
Mitos-mitos ini berkaitan dengan nama dan sejarah pantai ini. Berikut adalah beberapa mitos yang beredar tentang Pantai Pasetran Gondo Mayit:
- Nama yang menakutkan
Pantai Pasetran Gondo Mayit memiliki nama yang cukup menakutkan. Nama ini berasal dari bahasa Jawa, yang berarti pantai yang berbau mayat.
Gondo artinya bau atau aroma, sedangkan mayit artinya mayat. Jadi, Gondo Mayit bisa diartikan sebagai pantai yang beraroma mayat.
- Dulu sering ditemukan mayat
Nama Pantai Pasetran Gondo Mayit tidak diberikan tanpa alasan. Konon, nama ini diberikan karena dulu sering ditemukan mayat di sekitar pantai ini.
Hal ini membuat pantai ini memiliki bau mayat yang menyengat.
- Bau wangi dari sesajen
Ada juga yang percaya bahwa nama Pantai Pasetran Gondo Mayit bukan berasal dari bau mayat, melainkan bau wangi dari dupa, kembang, dan sesajen yang biasa diletakkan di malam leluhur.
Bau ini menyebar dan bercampur dengan bau khas pantai.
- Padepokan
Selain itu, ada juga versi yang mengatakan bahwa dulu ada padepokan di sekitar Pantai Pasetran Gondo Mayit.
Banyak orang yang datang ke padepokan ini dan tidak pernah kembali ke tempat asalnya karena tidak ada yang tahu di mana keberadaan mereka.
- Tulang belulang yang dipindahkan
Mitos lain yang berkaitan dengan Pantai Pasetran Gondo Mayit adalah adanya raja yang memerintahkan prajuritnya untuk membangun pura.
Namun, tanpa disadari, mereka menggali makam leluhur. Tulang belulang leluhur kemudian dipindahkan dan dimasukkan ke dalam pura.
Tindakan ini membuat leluhur marah dan mengutuk mereka. Sejak itu, pantai ini disebut Pasetran Gondo Mayit, yang berarti “Pura dengan tulang belulang”. (fadila)
Editor : Ina Herdiyana