Kecamatan Galis, Bangkalan, memiliki satu pesantren cukup tua. Namanya Al Ibrohimy. Berdiri sejak 1960-an. Perkembangan ponpes ini tak luput dari dukungan penuh alumni.
ADAM MUHLIS DINILLAH, Bangkalan
JAM menunjukkan pukul 10.36 saat Jawa Pos Radar Madura (JPRM) sampai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ibrohimy, Rabu (29/5). Lembaga pendidikan ini berada di Desa/Kecamatan Galis, Bangkalan. Masjid Ibrohimy sore ini lengang. Tak ada seorang pun beraktivitas.
Setelah menunggu beberapa saat, JPRM menjumpai seseorang yang sedang melaksanakan salat. Setelah ditunggu beberapa menit, pria itu keluar. Belakangan diketahui bernama Rasyid. Dia merupakan anggota organisasi alumni Ponpes Al Ibrohimy.
Organisasi itu bernama Ikatan Alumni Al-Ibrohimy atau disingkat ILMY. Setelah berbincang sebentar, Rasyid mengantarkan menuju pembina ILMY di kediamannya. Tak jauh dari masjid. Sekitar 20 meter di sebelah barat.
JPRM berkesempatan mewawancarai pembina ILMY Ibrohim Muchlis. Pria 31 ini sudah diamanahi menjadi pengasuh Pondok Pesantren putri Al Ibrohimy. Dialah yang menjelaskan awal ILMY terbentuk pada 1987.
Awalnya, Ponpes Al Ibrohimy memiliki nama organisasi alumni KSATRIA. Singkatan dari Keluarga Besar Santri dan Alumni Al Ibrohimy. KSATRIA terbentuk 1997. ”Berawal dari teman-teman alumni yang ingin memiliki wadah berkumpul,” jelas pria yang karib disapa Gus Ibrohim itu.
Organisasi ini bertahan cukup lama, yakni 20 tahun. Namun pada 2017 berubah nama menjadi ILMY. Pertimbangan perubahan nama ini karena dengan ILMY, alumni dari semua generasi ada. ”Di sini, ada TK Al Ibrohimy sampai MA. Jadi seluruh alumni di masing-masing tingkat itu sudah masuk ILMY,” jelas Gus Ibrohim.
ILMY memiliki dua agenda rutin. Reuni tahunan dan kajian kitab bulanan. Namun lebih dari itu, anggota ILMY tetap dilibatkan di berbagai kegiatan pesantren. ”Terakhir reuni yang bertepatan dengan Haul Akbar KH Bachri Asyiq yang digelar 2008,” ujarnya.
Sejak awal ILMY terbentuk, setiap alumni direkomendasikan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Salah satu kampus yang menjadi favorit adalah UINSA Surabaya.
”Karena saat itu, pangasuh menginginkan para alumni ini tidak putus pendidikan. Pengasuh ingin alumni bisa bersaing di dunia pendidikan dan turut memajukan Indonesia di bidang pendidikan,” jelas Gus Ibrohim.
Berselang beberapa tahun, Ponpes Al Ibrohimy memiliki Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT). Karena itu, alumni pondok yang sudah lulus sarjana dipanggil untuk mengajar di kampus itu. ”Seperti tujuan awal pengasuh, kami harus memberdayakan alumni dengan baik,” jelasnya.
Ini menjadi salah satu sumbangsih ILMY di bidang pendidikan untuk perguruan tinggi. Sementara di tingkat SD, SMP, dan SMA banyak anggota ILMY yang menjadi guru. ”Bahkan di salah satu SD di Modung, sudah menjadi kepala sekolah,” jelas Ibrohim.
Di bidang ekonomi, baru saja berjalan dalam acara reuni tiap tahun. Jadi saat pertemuan itu ada iuran. Rencananya hasil iuran ini untuk membangun gedung di Ponpes Al Ibrohimy. Kemungkinan besar akan membangun gedung perpustakaan.
”Manfaat reuni juga sebagai ajang silaturahmi antar alumni. Juga sebagai pemecah masalah sesama alumni,” tandasnya.
Editor : Abdul Basri